Resensi Buku | Tiada Kata Tanpa Makna

817 total views, 6 views today

Tiada kata tanpa makna. Dari judulnya saja sungguh dalam makna. Tulisan dalam buku ini laksana siraman rohani bagi kita yang sarat dengan makna dan pengetahuan yang dalam tentang Sang Sabda. Buku ini karya RD Josep Susanto, imam Keuskupan Agung Jakarta.

Pada zaman ini, menuntut manusia super sibuk. Sehingga sering memiliki alasan tidak sempat membaca Alkitab apalagi mengambil sikap merenungkan pesan Sang Sabda. Buku Tiada kata tanpa makna, menjadi jawaban untuk kita. Sang imam telah mengurai pemaknaan setiap Sabda agar kita paham dan mengerti apa arti dari setiap kata yang di tulis dalam Alkitab. Setiap kata di kuak dengan dalam, sehingga setiap arti dapat menjadiinspirasi, motivasi dan mudah di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada lagi alasan yang akan kita sampaikan, bahwa karena sibuk aku lalau membaca dan merenungkan isi Alkitab. Buku Tiada kata tanpa makna, telah tersedia untuk menjadi panduan kita merenungkan pesan Sang Sabda. Kisah-kisah menarik dan juga tokoh-tokoh di dalam Alkitab diulas dengan ringan. Dari buku ini saya sadar bahwa begitu banyak kisah dalam Perjanjian lama yang belum saya ketahui makna dan kekuatan pesan yang ada didalamnya. Begitu juga dengan ulasan kisah-kisah dalam Perjanjian Baru, diperkenalkan dengan metode baru, yaitu karakterisasi. Pendekatan tersebut mengajak para pembaca untuk fokus pada tokoh-tokoh tertentu, entah besar atau kecil dalam Kitab Suci.

Baca juga  Resensi Film | JOKER

Setiap bagian didalam buku ini renyah dan akan membuat kita haus membuka Kitab Suci. Karena saya yakin, sang penulis RD Josep Susanto juga memiliki kerinduan semua umat kembali kepada Alkitab. Ketika membaca anda akan sulit mencari bagian yang tidak menarik, karena dari awal  sudah menarik.

Bagian awal di paparkan tentang bagaimana Allah menciptakan alam semesta dan diberi judul dengan; Kebaikan : Sebuah Awal. Saya langsung terkesan dengan kalimat yang di tulis demikian,” Allah menciptakan manusia dengan kondisi yang baik bahkan amat sangat baik.” Dijelaskan bahwa sejaksemua keteraturan sudah menjadi karakter dasar manusia. Itulahrahmat dan talenta terbaik yang ada pada manusia sejak awal. Jadi tidakheran,jika manusia sedang melakukan ketidak teraturan atau melawan kebaikan dari dalam dirinya, akan adahati nurani yang memberontak.

Setiap manusai diajak untuk tetap teratur dansetiap kepada proses. Melwati tahap demitahap kehidupan. Percaya tidak ada sesuatuyang instan, termasuk juga perjalanan iman setiap insan. Karna Allah telah memulainya dengan amat baik, dan harus terus menjadi baik sampai pada akhirnya.

Selamat membaca buku Tiada Kata Tanpa Makna, kalian akan terpesona dan kalian akan semakin rajin menemui Sang Sabda lewat Alkitab. Selamat menemui Sang Sabda lewat Alkitab.

 

(Eva Susanti Barus)

Facebook Comments

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply