Umat Katolik Indonesia Sumbangkan Hewan Kurban untuk Muslim Jelang Iduladha, Simbol Solidaritas Antarumat Beragama

RP.Benny Beatus Wetty (pertama dari kanan),pastor paroki St.Theresia Jakarta Pusat menyerahkan sapi kurban kepada Ustaz Harun Al Rasyid pada tanggal 26 Mei 2026 (foto:supllied)

 

Oleh UCA NEWS, Reporter

JAKARTA — Umat Katolik di berbagai daerah di Indonesia memberikan hewan kurban kepada komunitas Muslim menjelang perayaan Iduladha sebagai bentuk solidaritas dan kerukunan antarumat beragama.

Dari Jakarta hingga wilayah Indonesia Timur, individu Katolik maupun kelompok gerejawi menyumbangkan sapi dan kambing kepada masyarakat Muslim, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Tradisi berbagi tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai mencerminkan hubungan harmonis yang telah lama terjalin di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Katedral Jakarta Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga menyerahkan hewan kurban kepada Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara yang berada tepat di seberang katedral.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa kontribusi tersebut merupakan bagian dari budaya saling berbagi di Indonesia.

“Siapa pun, tanpa memandang agama, perlu didorong untuk ikut berbagi, terutama pada momen Iduladha karena distribusi daging kurban sangat berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Paroki St. Theresia Jakarta Salurkan Dua Ekor Sapi

Gereja Santa Theresia di Jakarta Pusat juga menyerahkan dua ekor sapi kurban kepada komunitas Muslim di kawasan Karet Tengsin dan Tanah Abang pada 26 Mei.

Pastor paroki, Benny Beatus Wetty, menyatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari semangat toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

“Kegiatan bersama yang dibangun dalam semangat toleransi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman harus terus dipelihara,” kata Pastor Benny saat menyerahkan hewan kurban kepada perwakilan Masjid Ijtihad, Ustaz Harun Al Rasyid.

Ketua Seksi Hubungan Antaragama paroki, Cheppy Wartono, menambahkan bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas merupakan inti ajaran semua agama.

“Nilai kemanusiaan adalah salah satu tujuan utama kehidupan beragama,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh Muslim setempat, Ustaz Babay, mengatakan bahwa hubungan baik antara paroki dan masyarakat Muslim telah berlangsung lama.

“Ini sudah keenam kalinya kami menerima bantuan seperti ini,” katanya.

Uskup Labuan Bajo Turut Serahkan Sapi Kurban

Di wilayah timur Indonesia, Maksimus Regus menyerahkan seekor sapi kurban kepada Masjid Agung Al-Munawwarah Terang di Labuan Bajo, Flores.

Penyerahan tersebut disambut dengan upacara adat Manggarai yang dihadiri tokoh agama dan pejabat pemerintah daerah.

“Kami membawa hewan kurban ini sebagai tanda persaudaraan dan dukungan bagi keluarga Muslim,” kata Uskup Maksimus.

Imam Masjid Al-Munawwarah, Ruslin, menyebut kehadiran uskup dan umat Katolik menjadi simbol kuat kebersamaan antarumat beragama.

“Kehadiran uskup memperkuat kami sebagai umat Muslim yang sedang mempersiapkan kurban, sekaligus menegaskan kebersamaan dengan keluarga Katolik yang telah lama hidup harmonis di sini,” ujarnya.

Tradisi Toleransi di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sekitar 87 persen dari total 280 juta penduduk Indonesia beragama Islam, sementara umat Kristen mencapai sekitar 10 persen.

Kementerian Pertanian memperkirakan sekitar 2,36 juta hewan kurban disembelih pada Iduladha tahun ini.

Aksi saling berbagi hewan kurban lintas agama ini dinilai menjadi contoh nyata toleransi dan persaudaraan yang terus hidup di tengah keberagaman masyarakat Indonesia(UCA NEWS,26 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com