Tata Ibadat Kamis Putih, Tindakan Simbolik Kerendahan Hati

1,662 total views, 1 views today

Komsoskam.comAda kalanya manusia masih memandang dan melayani orang yang sederajat saja. Padahal pelayanan sejatinya dimaknai dengan sikap kerendahan hati dan ketulusan supaya dapat memaknai arti dari melayani itu sendiri. Hal itu merupakan salah satu makna yang terkandung pada Tri Hari Suci, Kamis Putih.

Kamis Putih merupakan awal dari Tri Hari Suci untuk mengenang peristiwa-peristiwa di mana Yesus mendekati masa kematian-Nya. Pada masa itu, sebelum disalibkan, Yesus mengadakan penjamuan malam dengan para murid-Nya. Kamis Putih juga ditandai dengan sikap Yesus yang membasuh kaki para muridnya, mengingat kegiatan tersebut biasa dilakukan oleh budak. Tetapi Yesus yang adalah seorang Guru mau melayani dan mengasihi murid-muridnya. Kamis Putih juga sering disebut dengan ‘Maundy Thursday, atau ‘Holy Thrusday’, tergantung wilayah dan kebudayaan setempat.

Makna Kamis Putih

Pembasuhan kaki diartikan sebagai simbol kerendahan hati dan ajaran untuk melayani. Yesus mengajarkan bahwa pemimpin hendaknya bukan dilayani, tetapi harus melayani. Yesus juga menunjukkan keinginan untuk menjadi hamba yang mau melayani orang hina sekalipun, dengan sikap rendah hati, tulus, dan penuh kesederhanaan. Tradisi membasuh kaki juga dimaknai sebagai tanda bahwa seseorang harus menjadi ‘bersih’.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa umat Katolik harus membersihkan hati dan batin dari segala hal yang kotor dan menodai hati.

Teladan Yesus inilah yang harus diikuti dan terus disebarkan sebagai pengingat betapa besarnya cinta dan pengorbanan-Nya untuk umat manusia.

Ilustrasi Yesus membasuh kaki para murid-Nya.
Ilustrasi Yesus membasuh kaki para murid-Nya.

Tata Ibadah Kamis Putih

Dalam perayaan Kamis Putih, umat Katolik akan mengikuti ibadah misa dan upacara pembasuhan kaki. Liturgi tersebut dilakukan oleh Pastor dan dua belas orang yang duduk di depan altar mewakili umat. Tradisi tersebut dilakukan oleh Gereja Katolik di seluruh dunia, termasuk Gereja Katolik di Vatican, Roma yang dipimpin oleh Paus Fransiskus. Melansir  betantt.com, berikut ini beberapa urutan ibadah Kamis Putih:

  1. Dimulai dengan perarakan yang diikuti tanda salib dan kemudian pemberian salam dari para imam gereja.
  2. Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan pertobatan para umat dan diikuti oleh lagu Tuhan Kasihanilah
  3. Selanjutnya dibacakan ayat pertama oleh imam untuk kemudian berlanjut diselingi oleh mazmur
  4. Kemudian dilanjutkan bait pengantar Injil oleh imam atau pengucapan Haleluya serta pembacaan Injil
  5. Berikut adalah melakukan Homili dari imam yang bertugas
  6. Lalu yang istimewa pada ibadah ini yaitu upacara pembasuhan kaki pada kedua belas orang yang mewakili umat oleh imam, sebagai tanda dari pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus pada rasul-Nya.
  7. Setelah itu beralih pada persembahan dari umat untuk gereja
  8. Kemudian mengucapkan Doa Syukur Agung dengan menggunakan bel kayu, lain halnya yang digunakan pada ibadah ekaristi biasa yaitu umumnya menggunakan bel dan gong
  9. Kemudian bersama-sama melakukan pengucapan makna Doa Bapa Kami
  10. Lalu dilanjutkan oleh pengucapan Doa dan Salam Damai
  11. Berikut dilanjutkan dengan upacara memecahkan roti kemudian persiapan umat untuk menerima tubuh dan darah Kristus melalui Komuni
  12. Setelahnya maka pelaksanaan Komuni dan pengumuman
  13. Setelah upacara tata ibadah selesai, maka dilakukan perarakan pemindahan Sakramen Maha Kudus
  14. Terakhir, tata ibadah ditutup dengan pengutusan dari iman dan proses perarakan telah selesai

Selamat menjalani Tri Hari Suci. Tuhan memberkati.

Facebook Comments
Baca juga  Berikut Daftar Lagu Pilihan Masa Prapaskah dan Paskah

Yoseni

Freelance Content Writer

Leave a Reply