Bacaan Injil, Kamis, 23 Juli 2020

 1,325 total views,  4 views today

Matius 13:10-17

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi , sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

MAKNA KUTIPAN:

Sekolah adalah tempat belajar.  Di bangku sekolah kita belajar banyak hal yang belum kita mengerti. Ketika kita tidak mengerti suatu pelajaran yang harus kita lakukan maka kita penting bertanya. Jadi, orang yang tumbuh dalam pengertiannya adalah orang yang memelihara sikap haus belajar dan berani bertanya. Proses beriman identik dengan proses belajar.

Baca juga  Bacaan Injil tanggal 30 Juni 2020

Dalam Injil yang kita renungkan, proses belajar  ditemukan dalam diri para murid. Para murid tidak mengerti mengapa Yesus mengajar dengan menggunakan perumpamaan. Maka Yesus berkata kepada mereka: Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.  Perumpamaan memisahkan pendengar ke dalam dua kelompok. Para murid menyatakan ketidakmengertian mereka kepada Yesus dan Yesus memberikan penjelasan dan menerangi hati mereka. Ini adalah proses beriman. Bagi yang percaya perumpamaan menyingkapkan arti dan makna Kerajaan Allah. Orang banyak tidak demikian. Mereka bertahan dalam kegelapan pikiran dan hati mereka. Karena mereka tidak percaya, maka arti dan makna Kerajaan Allah tertutup bagi mereka.

Dalam kehidupan beriman kita, iman hanya akan tumbuh dengan subur serta berbuah bila kita sanggup memiliki sikap terbuka untuk belajar dan diajar oleh Tuhan. Inilah tanda iman yang bertumbuh. Tuhan mengajar kita melalui berbagai  pengalaman hidup kita. Semua pengalaman hidup, kita lihat dalam kaca mata iman. Lewat semua pengalaman hidup, suka dan duka, kita belajar memahami rencana Allah bagi hidup kita.

Sumber: Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply