Tahbisan Diakon CMF Di Paroki Santo Mikhael Tanjungbalai

 7,627 total views,  1 views today

Komsoskam.com- Tanjung Balai – Tiga Frater Misionaris Claretian yang menerima Tahbisan Diakon di Paroki Santo Mikhael Tanjungbalai. Ketiga orang frater dari Kongregasi Cordis Mariae Filius atau lebih dikenal dengan Misionaris Claretian menerima tahbisan diakon pada hari Kamis 28 Januari 2021 di gedung serba guna Gianfranco Cruder SX. Ketiga Diakon tersebut ialah Fr. Arnoldus Kutu Ndiwa, CMF, Fr. Agustinus Djeramu, CMF dan Fr. Krisantus Emanuel Nurak, CMF.

Perayaan Ekaristi tahbisan diakon ini dipimpin oleh Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung, OFM.Cap sebagai pentahbis didampingi oleh beberapa imam konselebran. Dalam homilinya, Bapa Uskup menegaskan tugas-tugas utama seorang diakon yang diatur dalam dokumen Lumen Gentium 29.

“Para diakon harus ingat akan tugas-tugas utama yang telah ditetapkan oleh Gereja, seperti babtis meriah, membagikan ekaristi, menjadi saksi dan memberkati perkawinan, komuni orang sakit, mewartakan firman, menerimakan sakramen-sakramentali, dan memimpin upacara jenazah serta pemakaman,” tegasnya.

“Tahbisan diakon Misionaris Claretian ini merupakan yang pertama di Keuskupan Agung Medan (KAM) dalam sejarah kehadiran misi Claretian sejak tahun 2003. Peristiwa ini juga adalah tahbisan pertama kali di Paroki Tanjungbalai yang akan merayakan Pesta Yubelium 75 tahun pada tahun 2022 mendatang,” sebut RP Valentinus Ganekoraya Kolin, CMF, vikaris parokial sekaligus panitia pelaksana acara tahbisan.

Upacara tahbisan tetap mengikuti protokoler kesehatan yang ketat dengan jumlah umat yang hadir pun sangat terbatas. Keluarga dan kerabat para diakon yang berada di luar kota tidak dapat mengikuti upacara kudus ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Parokhus Santo Mikhael Tanjungbalai, RP Cyrus Banque Claro Vergara, CMF mengatakan, upacara tahbisan berlangsung khidmat tanpa hambatan apapun. “Syukur kepada Tuhan semuanya lancar, meskipun situasinya serba terbatas akibat pandemi Covid-19, tapi kami tetap bersyukur karena rangkaian acara dapat berlangsung dengan tertib,” ujar misionaris Claretian asal Filipina tersebut.

Sementara itu, Vikaris Episkopal Pro Religius Keuskupan Agung Medan, RP Romualdus Nairun, CMF mengatakan “meskipun orangtua para diakon tertahbis tidak bisa hadir, tetapi semangat dan dukungan umat di sini luar biasa seperti keluarga sendiri” Bahkan Bapa Uskup pun sangat bergembira bersama ungkapnya.

Acara diawali dengan penyambutan Uskup Agung Medan, para imam dan calon diakon secara adat Batak, dilanjutkan dengan penyerahan calon diakon oleh orangtua kepada Bapa Uskup. Ketiga calon diakon mengenakan busana adat Manggarai Flores. Perayaan Ekaristi penahbisan diakon ini dimeriahkan oleh koor gabungan dari umat Paroki Tanjungbalai dan para frater Claretian komunitas Sinaksak.

(Daniel Saurmatua Gultom)

Facebook Comments
Baca juga  Pendampingan Keluarga Paroki Tanjung Balai

Leave a Reply