SUKACITA NATAL 2020 DALAM BAYANG-BAYANG PANDEMI COVID 19

 8,327 total views,  2 views today

RP. Hubertus Agustus lidy OSC

Setiap tahun, kita merayakan HARI JADI ATAU HARI ULANG TAHUN KELAHIRAN (HUT) TUHAN KITA YESUS KRISTUS yang disebut: NATAL.  Suasana perayaan Natal, tentu berbeda dari tahun ke tahun. Hanya satu hal yang pasti sama, yakni: SUKACITA. Suasana Natal tahun ini tentu lebih sederhana karena memang dunia sedang diganggu dengan Covid 19. Sisi lain ‘moment’ ini bisa menjadi berkhat karena kita diajak untuk KEMBALI KE HAKEKAT NATAL, yakni: KESEDERHANAAN. Kita membuka perayaan Natal tanggal 24 Desember malam hari dan berpuncak pada tanggal 25 Desember. Masa Natal akan berlangsung sampai pada PESTA PEMBABTISAN TUHAN, hari Minggu 10 Januari 2021

Natal bagi orang Kristen, merupakan PERISTIWA SUKACITA karena Tuhan hadir dan mengambil bagian dalam KEMANUSIAAN KITA (Inkarnasi), KECUALI DALAM DOSA. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud.”  Tuhan hadir dalam kehidupan kita agar kita MENGENAL dan MENGALAMI KASIH serta KEMULIAANNYA. Kehidupan kita akan menjadi lebih baik, karena kemuliaan dan kasih Tuhan itu.  Biarlah hidup kita menjadi pujian untuk kemuliaan dan kebesaran Tuhan. “Kemuliaan bagi Allah di Surga di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi diantara yang berkenan kepada-Nya.”

Esensi Natal adalah DAMAI. Ibarat kenyamanan bayi Yesus yang pulas dalam dekapan kasih sayang kedua orang tuaNya. Ia tentram, tidak merasakan ada bahaya atau kesulitan di sekitarnya. Sang Bayi itu aman-damai menikmati hidup dalam kepasrahan-Nya terhadap Yosef dan Maria.  “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”

Pertanyaan yang mengusik kita. Apakah Damai itu kini ada dalam hidup kita? Apakah batin kita terasa pulas dalam dekapan kasih sayang Bapa? Tentu masing-masing kita tidak serta-merta menjawabnya. Pastinya kita sedang berjuang. Ada galau, gelisah dan ketakutan.  Terutama dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini. Sakit, gagal usaha, modal hilang dll. Masa depan seakan tak menentu dan kabur. Apakah itu berarti Natal tidak mempunyai arti bagi hidup kita? Tidak.

Apapun ceritanya, Natal sangat berarti dalam kehidupan kita, karena: DAMAI DAN TERANG ITU ADA dan telah menjadi bagian dari kita. TITIAN AWAL PERJUANGAN BERSAMA UNTUK MENGGAPAI MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK.  “Tetapi semua orang yang menerima-Nya, diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Iman inilah yang memotivasi kita agar selalu bersama Tuhan menggapai damai dan terang yang paripurna, yang biasnya kini sedang  mempengaruhi  hidup kita, keluarga kita, gereja kita dan bangsa kita.

Saudaraku!

Semangat Natal tahun ini diwarnai dengan KESEDERHANAAN DAN DAMAI. Sederhana yang bagaimana? Masing-masing anda boleh menerjemahkannya sesuai dengan konteks hidupmu. Penting bagi kita, bahwa: masih ada sesama yang lain; di samping kiri, kanan, depan dan belakang, yang boleh jadi harapan memberi bantuan, perhatian dan minimal salam damai. Orang yang bermental sederhana adalah BERHATI SEPERTI GEMBALA YANG BERGEGAS MENJUMPAI, MENGUNJUNGI DAN MEMBERI APA ADANYA KEPADA YOSEF, MARIA DAN YESUS

DAMAI:  berarti ada kenyamanan dan ketentraman karena mau menerima hidup apa adanya, sembari memperjuangkan yang terbaik untuk hidup ke depan. Ibaratnya bayi Yesus yang masih bisa tidur nyenyak dalam palungan yang beralaskan rumput kering. Kita tidak sendirian, karena Allah berserta kita, EMANUEL “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Putra Tunggal allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” (Hari Raya Natal – 2020)

 

Baca juga  “AKU MAU, JADILAH ENGKAU SEMBUH”

 

 

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply