
Gal 3:1–5; Luk 1:69–75; Luk 11:5–13
Pemberian Terbaik adalah Roh Kudus
Saudara-saudari yang terkasih, semoga Tuhan memberimu damai dan kebaikan.
Komsoskam.com || Yesus hari ini berkata, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Kita tentu mempunyai banyak hal yang ingin kita minta kepada Tuhan: kesehatan, kesembuhan, pekerjaan, keberhasilan, jalan keluar dari persoalan, kedamaian dalam keluarga, bahkan mungkin mukjizat tertentu. Semua itu boleh kita minta. Tetapi menarik bahwa pada akhir pengajaran tentang doa ini, Yesus tidak berkata bahwa Bapa akan memberikan semua yang kita inginkan. Ia justru membawa kita kepada pemberian yang jauh lebih besar: Bapa akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Jadi, menurut Yesus, pemberian tertinggi dari segala sesuatu yang dapat diminta manusia kepada Allah adalah Roh Kudus.
Mengapa Roh Kudus menjadi pemberian terbaik? Karena kadang-kadang kita meminta Tuhan mengubah keadaan, sementara Tuhan terlebih dahulu ingin mengubah kita agar mampu menghadapi keadaan itu. Kita meminta supaya persoalan segera hilang; Roh Kudus memberi kebijaksanaan untuk menemukan jalan. Kita meminta penderitaan diangkat; Roh memberi kekuatan untuk bertahan. Kita meminta supaya orang lain berubah; Roh mengubah hati kita agar mampu mengampuni dan mengasihi. Kita meminta keberhasilan; Roh memberi kebijaksanaan supaya keberhasilan tidak membuat kita sombong. Kita meminta agar keputusan kita berhasil; Roh membantu kita bertanya apakah keputusan itu memang sesuai dengan kehendak Allah. Karena itu Roh Kudus tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi menolong kita menerima dan melakukan apa yang kita perlukan menurut kehendak Allah.
Bacaan pertama memperkuat pesan ini. Paulus bertanya kepada jemaat Galatia, apakah mereka menerima Roh karena melakukan hukum atau karena mendengarkan dengan iman? Ia bahkan menegur mereka karena setelah memulai hidup dalam Roh, mereka hendak menyelesaikannya dengan kekuatan manusia sendiri. Ini juga dapat terjadi pada kita. Kita memulai dengan doa, tetapi kemudian merasa mampu berjalan sendiri. Kita mengandalkan kepandaian, pengalaman, uang, kedudukan, relasi atau kemampuan kita. Sabda hari ini mengingatkan: kehidupan Kristiani tidak hanya dimulai dalam Roh; seluruh perjalanan kita harus terus dipimpin oleh Roh. Kita membutuhkan Roh Kudus ketika mengambil keputusan, ketika berbicara, ketika menghadapi konflik, ketika mengampuni, ketika memimpin, ketika melayani, bahkan ketika berdoa.
Karena itu mungkin kita perlu mengubah sedikit cara kita berdoa. Daripada hanya berkata, “Tuhan, berikanlah apa yang aku minta,” belajarlah juga berkata, “Tuhan, berikanlah Roh-Mu agar aku mengetahui apa yang seharusnya kuminta.” Daripada hanya berkata, “Tuhan, ubahlah keadaan ini,” berdoalah, “Roh Kudus, ubahlah aku supaya aku dapat menghadapi keadaan ini menurut kehendak Allah.” Inilah doa yang transformatif. Kita tidak lagi hanya meminta tangan Allah melakukan sesuatu untuk kita, tetapi meminta Roh Allah melakukan sesuatu di dalam kita. Dan ketika Roh bekerja dalam diri kita, cara kita melihat, memilih, berbicara, mengampuni dan bertindak perlahan-lahan berubah.
Saudara-saudari, Yesus memberikan kepastian yang sangat meneguhkan: Bapa adalah Bapa yang baik. Kalau seorang anak meminta ikan, seorang ayah tidak akan memberinya ular; kalau meminta telur, ia tidak akan memberinya kalajengking. Karena itu ketika doa kita tidak dijawab persis seperti yang kita inginkan, jangan segera menyimpulkan bahwa Allah tidak mendengarkan. Kita melihat kebutuhan kita untuk hari ini; Bapa melihat seluruh kehidupan kita. Kita meminta sesuatu yang menurut kita baik; Bapa mengetahui apa yang sungguh membawa kita kepada kehidupan. Dan pemberian terbesar-Nya adalah diri-Nya sendiri yang hadir dalam Roh Kudus.
Maka hari ini, di antara sekian banyak permohonan kita, marilah kita berani menempatkan satu permohonan di atas semuanya: “Bapa, berikanlah Roh Kudus-Mu kepadaku.” Ketika bingung, mintalah Roh kebijaksanaan. Ketika takut, mintalah Roh keberanian. Ketika terluka, mintalah Roh pengampunan. Ketika kehilangan arah, mintalah Roh untuk membimbing. Ketika sulit mengasihi, mintalah Roh memenuhi hati kita dengan kasih Allah. Sebab akhirnya pemberian terbaik dari Allah bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan Roh Kudus yang membuat kita mampu menjalani segala sesuatu bersama Allah. Maka jangan hanya meminta agar Tuhan mengubah apa yang ada di sekitar kita; mintalah Roh Kudus agar Tuhan mengubah apa yang ada di dalam diri kita.
Amin.