Refleksi Paskah

73 total views, 1 views today

“Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.”  Matius 28:6

Malam Paskah

Kubur kosong ! Pertama, ada yang berkenan mengunjungi makam sosok yang dicintai dan dikagumi, yakni makam Yesus. Berikutnya ada peristiwa yang ajaib, luar biasa karena didapatinya batu penutup makam terbuka, dan makam kosong. Makam kosong bisa dipahami, jenasah diambil orang. Namun malaekat Tuhan yang menampakkan diri, mau menunjukkan keajaiban itu, sehingga orang yang melihat makam kosong menjadi percaya bahwa ini karya agung Tuhan.

 

Kebangkitan Yesus dari makam akan menegaskan bahwa Dia hidup, dan tidak akan mati lagi. Seperti pernah dikatakan-Nya bahwa “Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa, disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”  (Lukas 24:7). Apa yang dikatakan-Nya adalah benar.

Ada kata “takut” dalam Mateus 28: 6 itu. Ketakutan para wanita itu bukan seperti mereka sedang melihat hantu, tapi mereka sungguh menghormati utusan Tuhan yang memberitakan kebangkitan Tuhan. Tugas mereka selanjutnya adalah mewartakan Kristus yang bangkit kepada para murid yang lain.

Sepertinya pesan bagi kita adalah :
1. Cinta kasih kita tidak mengenal ruang dan waktu kepada semua orang, meski yang sudah mengalami kematian. Ada saatnya untuk berdoa bagi mereka, sekaligus juga mengunjunginya; dengan kata lain ada waktu bersih makam.
2. Percaya bahwa Tuhan itu maha rahim, yang mengampuni anak-anak-Nya teristimewa yang mengalami kematian. Mereka dikumpulkannya untuk mengalami kebangkitan dan tidak akan mati lagi dan hidup bersama dengan-Nya.
3. Hormat kepada Tuhan yang telah berkenan menderita dan wafat bagi kita. Konsekuensi bagi para murid tak terkecuali, bukan hanya bagi para wanita yakni kita semua mau lebih mengimani dan mencintai-Nya yakni dengan mau menerima tugas perutusan, sekalipun kadang dirasa susah dan derita. Dengan demikian, kita kelak juga akan dibangkitkan pada saat kita mengalam kematian. Semoga apa yang pernah dikatakan Rasul Paulus juga menjadi semangat kita untuk mengimani dan hidup seperti Kristus.
“Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”  1 Korintus 15:14
Kristus bangkit, allelluya, allelluya allelluya…..🙏

RP Eko Susanto OSC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *