Presiden Jokowi Ajak Semua Optimis: Saya Memimpin Lompatan Kemajuan Kita Bersama

567 total views, 1 views today

Komsoskam.com- Jakarta- Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk optimis atas kemajuan Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Pidato Kenegaraan yang disampaikannya dalam Sidang MPR di  Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jumat (16/8/2019) siang.

Presiden Jokowi optimis untuk membawa Negara Indonesia lebih maju kedepannya. “Sayalah yang memimpin lompatan kemajuan kita bersama,” tegas Presiden Jokowi. Sebelumnya Ia mengajak semua pihak untuk meneguhkan kembali semangat para pendiri bangsa bahwa Indonesia dari seluruh penjuru. “Bukan hanya Jakarta, bukan hanya Pulau Jawa. Tetapi, Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote”.  Karena itulah, lanjut Presiden, pembangunan yang dilakukan harus terus Indonesia sentris dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

“Indonesia Maju bukan hanya karya Presiden bukan hanya karya Wakil Presiden, bukan hanya lembaga eksekutif, bukan hanya lembaga legislatif ataupun yudikatif saja. Tetapi keberhasilan Indonesia juga karya para pemimpin agama, para budayawan, para pendidik,” urai Presiden dengan tegas.

Keberhasilan Indonesia, lanjut Presiden Jokowi, adalah juga karya para pelaku usaha, para buruh, para pedagang, para inovator maupun para petani, para nelayan, dan UMKM, serta karya seluruh anak bangsa Indonesia.

Presiden juga menambahkan  bahwa kecepatan Bangsa Indonesia dalam meraih cita-cita adalah peran besama. Ia bahakan menyebut peran partai-partai politik. “Ada peran PDI-Perjuangan, peran Golkar, peran  Nasdem, peran PKB, peran PPP, peran Perindo, peran PSI, peran Hanura, peran PBB dan peran PKPI, dan juga peran Partai Gerindra, Partai PKS, Partai Demokrat serta Partai PAN, Partai Berkarya serta Partai Garuda”.

Berani Hadapi Persaingan

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia berada dalam dunia baru yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya. Yangmana saat ini persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas.

Lebih lanjut, Ia menambahkan persaingan sengit antar negara yang berebut investasi, berebut teknologi, berebut pasar, berebut orang-orang pintar sehingga antar negara memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya.

Dunia tidak semata sedang berubah tetapi, sedang terdisrupsi. Di era disrupsi ini, sambung Presiden, kemapanan bisa runtuh, ketidakmungkinan bisa terjadi.  Ia menambahkan bahwa banyak jenis pekerjaan lama yang hilang tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi  juga  ada  profesi baru yang bermunculan.

“Ada pola bisnis lama yang tiba-tiba usang dan muncul pola bisnis baru yang gemilang dan mengagumkan. Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak dan dibutuhkan, dan sangat dibutuhkan,” ungkap Presiden Jokowi.

Menyikapi kenyataan tersebut Presiden menegaskan, bahwa Indonesia tidak takut terhadap keterbukaan. Bangsa Indonesia, lanjut Presiden, akan menghadapi keterbukaan dengan kewaspadaan terhadap ideologi lain yang mengancam ideologi bangsa. Kewaspadaan, tambah Presiden, terhadap adab dan budaya lain yang tidak sesuai dengan kearifan bangsa, dan kewaspadaan dalam apapun yang mengancam kedaulatan kita.

Indonesia, lanjut Presiden Jokowi, tidak takut terhadap persaingan dan akan menghadapi persaingan tersebut dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan yang dimiliki.

“Karena itu, tidak ada pilihan lain, kita harus berubah. Cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan. Strategi baru harus diciptakan. Cara-cara baru harus  dilakukan.  Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya,” tegas Presiden.

 

Yoseni Turnip

Freelance Content Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *