Paus Leo XIV: Minggu Misi Sedunia Telah Berbuah dalam Hidup Saya

Paus Leo XIV menyampaikan pidato dalam audensi mingguan di lapangan St.Petrus pada 07 Oktober 2026 (Photo AFP)

Komsoskam.com|| Paus Leo XIV mengenang bagaimana doa dan dukungan umat membantu menumbuhkan panggilan misionernya hingga melayani Gereja di Peru. Memasuki usia 100 tahun, Minggu Misi Sedunia kembali mengajak umat Katolik memperkuat persatuan dalam Kristus dan mewartakan Injil kepada semua orang.

Minggu Misi Sedunia telah memberikan buah nyata dalam perjalanan hidup Paus Leo XIV. Melalui doa dan dukungan umat beriman, perayaan yang berakar pada semangat misioner Gereja itu turut membantu mempersiapkan hatinya untuk menjawab panggilan Yesus sebagai seorang misionaris Agustinian.

Hal tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam pesan video yang dipublikasikan Vatican News melalui kanal YouTube pada 7 Oktober 2026.Minggu Misi Sedunia tahun ini diperingati pada 18 Oktober 2026. Perayaan tersebut memasuki usia 100 tahun sejak ditetapkan oleh Paus Pius XI pada 1926 dan mulai dirayakan secara universal pada 1927.

Dalam pesan video itu, Paus Leo mengenang masa mudanya dan menyampaikan bagaimana doa-doa umat membantu menumbuhkan kesediaannya untuk mengikuti Kristus.

“Melihat kembali masa muda saya, saya dapat melihat bagaimana doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan pemilik tuaian, secara misterius membantu mempersiapkan hati saya untuk mendengar panggilan Yesus agar mengikuti-Nya sebagai seorang misionaris Agustinian,” ujar Paus Leo XIV.

Paus Leo, yang sebelum terpilih sebagai Paus bernama Robert Francis Prevost, pernah menjalankan pelayanan misioner selama bertahun-tahun di Peru, Amerika Selatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panggilannya sebagai imam dan anggota Ordo Santo Agustinus.

Doa dan dukungan umat menopang karya misi

Pastor Anthony D. Andreassi, imam Oratorium Santo Filipus Neri di Brooklyn, New York, sekaligus peneliti untuk Serikat Karya Misi Kepausan Amerika Serikat, menjelaskan latar belakang perkembangan pelayanan para misionaris di Amerika Latin.

Dalam wawancara dengan OSV News pada 5 Oktober 2026, Andreassi mengatakan bahwa pada abad ke-20 terjadi peningkatan jumlah imam dari Amerika Utara, baik imam diosesan maupun religius, yang ditugaskan ke Amerika Latin. Meskipun Gereja telah hadir di kawasan itu selama sekitar 500 tahun, kebutuhan akan imam pribumi masih besar.

Ordo Santo Agustinus mulai mengirimkan para anggotanya ke Peru pada dekade 1960-an. Dua dekade kemudian, Robert Prevost menjalankan pelayanan di negara tersebut. Dalam pesan videonya, Paus Leo menegaskan bahwa doa dan sumbangan umat beriman telah memberikan dorongan serta dukungan bagi karya misionernya di Peru, sekaligus menopang pelayanan banyak misionaris lainnya di berbagai belahan dunia.

“Atas alasan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua orang yang selama bertahun-tahun telah mendukung Minggu Misi Sedunia,” katanya.

Paus juga mengajak umat untuk memahami bahwa karya misi bukan hanya tanggung jawab para imam, biarawan, biarawati, atau mereka yang secara khusus diutus ke daerah misi. Seluruh umat beriman memiliki bagian dalam tugas pewartaan Injil.

Satu dalam Kristus, bersatu dalam misi

Pada Januari 2026, Paus Leo XIV menetapkan tema Minggu Misi Sedunia tahun ini, yakni “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” (One in Christ, United in Mission). Tema tersebut mengajak seluruh Gereja untuk terus melanjutkan perjalanan misionernya dengan sukacita dan semangat yang menyala dalam Roh Kudus.

Menurut Paus Leo, tema ini mengundang umat untuk merenungkan kembali tugas mendasar Gereja dalam memelihara kesatuan sebagai pengikut Kristus. Kesatuan itu harus diwujudkan melalui komitmen dan tanggung jawab bersama untuk menyebarluaskan Injil keselamatan kepada semua orang.

Melalui Sakramen Baptis, setiap orang beriman menjadi anggota Tubuh Kristus dan menerima peran khas dalam mengambil bagian dalam karya keselamatan Yesus.

“Tuhan memanggil kita untuk bekerja sama sebagai satu keluarga, dengan bantuan Roh Kudus, agar semua orang di mana pun dapat masuk ke dalam persekutuan iman akan Kristus,” ujar Paus.

Ia menegaskan kembali ajakannya agar setiap orang memberikan sumbangan bagi karya evangelisasi sesuai dengan panggilan hidup dan karunia yang telah diterimanya. Karya evangelisasi, menurut Paus Leo, pada hakikatnya merupakan karya kasih. Karena itu, keterlibatan dalam misi Gereja tidak hanya diwujudkan melalui pewartaan secara langsung, tetapi juga melalui doa, kesaksian hidup, dan dukungan konkret bagi mereka yang menjalankan pelayanan misioner.

Doa dan bantuan nyata dari umat, katanya, sangat membantu dalam membawa Injil tentang kasih Allah kepada semua orang, terutama mereka yang miskin dan paling membutuhkan pertolongan.

Kolekte untuk menopang karya misi Gereja

Minggu Misi Sedunia bukan hanya menjadi kesempatan untuk berdoa dan memperbarui semangat misioner, tetapi juga momentum solidaritas melalui kolekte khusus yang menjadi sumber dukungan finansial utama bagi Serikat Karya Misi Kepausan (Pontifical Mission Societies).

Lembaga ini merupakan jaringan internasional yang melayani misi Gereja di seluruh dunia dan bekerja dalam pelayanan kepada Paus. Jaringannya terdiri atas empat organisasi dengan bidang pelayanan yang saling melengkapi.

Pertama, Serikat Penyebaran Iman (Society for the Propagation of the Faith), yang mendukung upaya evangelisasi Gereja-Gereja lokal.

Kedua, Serikat Karya Misi Anak-Anak (Missionary Childhood Association), yang membantu anak-anak memahami dan mengambil bagian dalam tanggung jawab misioner Gereja.

Ketiga, Serikat Santo Petrus Rasul (Society of St. Peter the Apostle), yang mendukung pendidikan dan pembinaan calon imam serta anggota hidup bakti di wilayah-wilayah misi.

Keempat, Serikat Misioner Kepausan (Pontifical Missionary Union), yang berfokus pada pembinaan imam, kaum religius, dan para pemimpin pastoral agar semakin mendalami peran mereka sebagai pewarta Injil.

Tiga organisasi pertama ditetapkan sebagai lembaga kepausan oleh Paus Pius XI pada 1922, sedangkan Serikat Misioner Kepausan memperoleh status tersebut pada 1956 melalui Paus Pius XII.

Minggu Misi Sedunia ditetapkan sebagai hari khusus untuk doa dan promosi misi di seluruh dunia Katolik. Perayaan ini berlangsung setiap tahun pada hari Minggu sebelum Minggu terakhir bulan Oktober.

Menutup pesannya, Paus Leo XIV menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang meneruskan warisan Minggu Misi Sedunia dan dengan murah hati mendukung karya evangelisasi Gereja di seluruh dunia.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa misi Gereja merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat beriman. Melalui doa, solidaritas, pelayanan, dan kesaksian hidup, setiap orang dapat mengambil bagian dalam menghadirkan kasih Allah, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan.

Bagi Paus Leo XIV, pengalaman hidupnya sendiri menjadi kesaksian bahwa doa dan dukungan umat dapat menghasilkan buah yang melampaui apa yang terlihat saat ini: menumbuhkan panggilan, menopang pelayanan, dan memperluas jangkauan pewartaan Injil ke seluruh dunia.

(Gina Christian, OSV NEW, 10 Oktober 2026).

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com