
Paus Leo XIV menyambut delagasi Perwakilqan Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik pda Senin,30 Mei 2026 (Foto:ANSA)
VATIKAN — Paus Leo XIV mengajak umat yang tergabung dalam Pembaruan Karismatik Katolik di seluruh dunia untuk membiarkan Roh Kudus menuntun mereka menuju persatuan, karya kasih, dan semangat misioner demi melayani seluruh Gereja.
Pesan tersebut disampaikan Paus saat menerima para perwakilan Pembaruan Karismatik Katolik untuk pertama kalinya sejak awal masa kepausannya, Sabtu (31/5), di Vatikan.
Dalam pertemuan tersebut, Paus menyambut para anggota komunitas, kelompok doa, sekolah evangelisasi, serta para pemimpin CHARIS, badan pelayanan internasional yang menaungi berbagai ekspresi Pembaruan Karismatik Katolik di dunia.
Paus Leo XIV menyebut vitalitas spiritual gerakan ini sebagai salah satu karunia yang dianugerahkan Allah kepada Gereja.
Pembaruan Karismatik Katolik lahir pada akhir 1960-an dan kini mencakup berbagai kelompok doa, komunitas, serta inisiatif evangelisasi di seluruh dunia. Gerakan ini menekankan peranan Roh Kudus dalam kehidupan umat beriman melalui doa, penyembahan, pendalaman Kitab Suci, dan pewartaan Injil. Sejak 2019, berbagai bentuk Pembaruan Karismatik disatukan dalam CHARIS, yang didirikan oleh Paus Fransiskus untuk memperkuat persekutuan dan pelayanan.
Melanjutkan Warisan Para Paus
Dalam sambutannya, Paus Leo XIV mengingat kembali apresiasi para pendahulunya terhadap Pembaruan Karismatik.
Menurutnya, Santo Paulus VI melihat gerakan ini sebagai jawaban terhadap meningkatnya sekularisasi masyarakat. Sementara itu, Santo Yohanes Paulus II menyoroti semangat misionernya, dan Paus Benediktus XVI memuji perhatian gerakan ini terhadap karunia-karunia Roh Kudus.
Paus Leo XIV juga mengutip ungkapan Paus Fransiskus yang menyebut Pembaruan Karismatik sebagai “arus rahmat” (flood of grace) yang diperuntukkan bagi seluruh Gereja.
Lima Pilar Pengalaman Karismatik
Paus menyampaikan keinginannya untuk mempererat hubungan antara Takhta Santo Petrus dan keluarga besar Pembaruan Karismatik di seluruh dunia.
Ia kemudian menguraikan lima dimensi utama pengalaman spiritual gerakan tersebut, yakni baptisan dalam Roh, doa pujian, Sabda Allah, persekutuan, dan kasih.
1. Baptisan dalam Roh
Menurut Paus, perjalanan iman dalam Pembaruan Karismatik berakar pada pengalaman pribadi akan Roh Kudus.
Melalui pengalaman tersebut, rahmat baptisan menjadi semakin nyata dalam kehidupan umat beriman dan membawa mereka pada kesadaran yang lebih mendalam akan kasih Allah.
“Melalui pengalaman ini, Allah tidak lagi menjadi sekadar gagasan, tetapi menjadi perwujudan nyata dan sempurna dari kasih seorang Bapa,” ujar Paus.
Ia menambahkan bahwa Roh Kudus menghadirkan pendamaian, damai sejahtera, dan kebebasan, sekaligus membuka hati manusia pada harapan dan keyakinan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan mereka dari kasih Kristus.
Karena itu, anggota Pembaruan Karismatik didorong untuk membawa penghiburan Allah kepada mereka yang mengalami kesepian dan kehampaan hidup.
2. Doa yang Dipenuhi Pujian dan Penyembahan
Paus Leo XIV juga menegaskan pentingnya pujian dan penyembahan dalam tradisi Karismatik.
Menurutnya, pengalaman akan Roh Kudus melahirkan dialog yang lebih spontan dan tulus dengan Allah serta membuka hati untuk bersyukur dan beradorasi.
“Penyembahan dan pujian yang menjadi ciri khas pertemuan-pertemuan Anda merupakan bagian penting dari doa Kristen,” katanya.
Ia menilai Pembaruan Karismatik telah membantu banyak orang menemukan kembali dimensi pujian dan penyembahan dalam kehidupan doa Gereja.
3. Sabda Allah sebagai Sumber Kehidupan
Paus menekankan bahwa Roh Kudus yang mengilhami Kitab Suci tetap bekerja dalam Gereja hingga saat ini.
Karena itu, Kitab Suci menjadi sumber makanan rohani yang memperkuat dan menghibur umat beriman.
Menurut Paus, Sabda Allah juga membantu umat dalam membedakan kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan memperkaya kehidupan doa bersama.
4. Persekutuan sebagai Buah Roh Kudus
Mengenai persekutuan, Paus menegaskan bahwa Roh Kudus adalah sumber persatuan.
Ia mengingatkan tradisi panjang Gereja dalam memohon Roh Kudus demi terwujudnya kesatuan umat Kristen.
Pembaruan Karismatik, menurutnya, memiliki kepekaan khusus terhadap karya Roh Kudus yang membangun keharmonisan dalam Gereja dan mempererat hubungan dengan umat Kristen dari berbagai denominasi.
Roh Kudus juga mempersatukan berbagai karisma dan komunitas dalam Pembaruan Karismatik serta memperkuat ikatan dalam keluarga besar umat Kristiani.
5. Kasih yang Nyata dalam Pelayanan
Pada bagian akhir refleksinya, Paus menyoroti kasih sebagai salah satu buah paling nyata dari kehidupan dalam Roh Kudus.
“Pembaruan kehadiran Roh Kudus telah membangkitkan kemampuan baru dalam diri Anda untuk mengasihi,” katanya.
Kasih tersebut tidak hanya diarahkan kepada Allah, tetapi juga kepada sesama, terutama mereka yang menderita.
Paus memuji berbagai karya sosial dan pelayanan kemanusiaan yang lahir dari gerakan Pembaruan Karismatik. Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap memiliki perhatian khusus terhadap kaum miskin dan mereka yang rentan.
“Saya mengundang Anda untuk terus memelihara kasih kepada orang-orang miskin, karena melalui mereka wajah Allah yang sejati dinyatakan,” ujarnya.
Peringatan terhadap Ambisi Pribadi
Menutup pidatonya, Paus Leo XIV mengajak seluruh anggota Pembaruan Karismatik untuk terus berkarya di tengah Gereja dengan semangat kerendahan hati.
Ia mendorong mereka agar aktif melayani keuskupan dan paroki masing-masing, sembari menghindari godaan mencari popularitas, kekuasaan, maupun prestise pribadi.
“Tempatkanlah diri Anda dalam pelayanan bagi keuskupan dan paroki-paroki Anda. Jangan pernah memberi ruang bagi keinginan untuk meninggikan diri sendiri atau mengejar kekuasaan dan gengsi pribadi,” tegas Paus.
Paus Leo XIV mengakhiri pesannya dengan doa agar Roh Kudus senantiasa menjadi terang dan sumber kekuatan bagi perjalanan pribadi maupun komunitas seluruh anggota Pembaruan Karismatik Katolik di dunia.(VATICAN NEWS,30 Mei 2026)