Paus Fransiskus Kunjungi Irak Wujudkan Mimpi Paus St. Yohanes Paulus II

 1,324 total views,  3 views today

Paus Fransiskus akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat mengunjungi Irak mesti keamanan Irak masih mengkhawatirkan. Paus Pransiskus mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kerinduannya dan menjadi perwujudan mimpi pendahulunya Paus St. Yohanes Paulus II yang tidak sempat meralisasikan rencana apostolik tersebut.

Perjalanan Kerasulan ini akan berlangsung dari tanggal 5 – 8 Maret 2021 sebagaimana dirilis Vaticanews.va. Sebelum keberangkatannya, Bapa Suci mengeluarkan pesan kepada warga Irak dengan mengungkapkan kegembiraan dan antisipasi yang mana  Bapa suci akan hadir secara fisik ditengah tengah mereka.

“Saudara dan saudari terkasih di Irak, damai Tuhan besertamu!” Kata Paus Fransiskus. “Dalam beberapa hari, aku akhirnya akan berada di antara kamu. Aku rindu bertemu denganmu, melihat wajahmu dan mengunjungi tanahmu, tempat lahir peradaban kuno dan luar biasa. “

Kunjungan paus Fransiskus ke negara Timur Tengah merupakan bagian dari upaya merealisasikan mimpi Paus St. Yohanes Paulus II yang pada tahun 1999 berencana melakukan kunjungan ke Irak, namun tidak terwujud karena berbagai hal.

Peziarah yang bertobat perdamaian dan rekonsiliasi

Paus Pransiskus mengatakan bahwa kedatangannya merupakan ungkapan rekonsiliasi dalam peziarahan.

“Saya datang sebagai peziarah, sebagai peziarah yang bertobat untuk memohon pengampunan dan rekonsiliasi dari Tuhan setelah bertahun-tahun perang dan terorisme, untuk meminta Tuhan untuk penghiburan hati dan penyembuhan luka,” kata Paus.

Irak mengalami gejolak perang dalam beberapa dekade terakhir. Ketidakamanan dan penganiayaan telah menyusutkan jumlah komunitas Kristen yang pernah hidup di Irak yang berjumlah antara 1 sampai 1,4 juta pada tahun 2003, namun saat ini diperkirakan hanya berjumlah 300.000 hingga 400.000 orang.

“Dan saya datang di antara Anda sebagai peziarah perdamaian, untuk mengulangi: ‘Anda semua adalah saudara dan saudari’,” lanjut Paus.

“Ya, saya datang sebagai peziarah perdamaian untuk mencari persaudaraan, digerakkan oleh keinginan untuk berdoa bersama dan berjalan bersama, juga dengan saudara dan saudari dari tradisi agama lain, di bawah tanda Bapa Abraham, yang mempersatukan Muslim, Yahudi dan orang Kristen dalam satu keluarga. “

Penghiburan ke gereja di saat-saat sulit

Dalam masa prapaskah ini, Paus kembali mengalihkan pikirannya kepada banyak orang Kristen yang telah memberikan kesaksian tentang iman mereka kepada Yesus ditengah pencobaan yang sulit, dan berharap bisa memberi sedikit penghiburan atau semangat.

“Saya berharap dapat melihat Anda,” kata Paus. “Saya merasa terhormat bertemu dengan Gereja yang mati syahid. Terima kasih atas saksimu. “

Paus selanjutnya mengakui “gambar rumah-rumah yang hancur dan gereja-gereja yang dinodai” yang masih diingat oleh banyak komunitas Kristen Irak.

Dia berdoa agar banyak martir yang mereka kenal dapat “membantu kita untuk bertahan dalam kekuatan cinta yang rendah hati” dan mengungkapkan kepada mereka “belaian penuh kasih dari seluruh Gereja, yang dekat dengan mereka dan dengan martir Timur Tengah” dan mendorong mereka untuk maju.

“Janganlah kami membiarkan penderitaan mengerikan yang Anda alami, yang sangat membuat saya sedih, menang,” desak Paus. “Janganlah kita menyerah dalam menghadapi penyebaran kejahatan.”

Lebih lanjut Ia mendorong orang Irak untuk merujuk pada sumber kebijaksanaan kuno mereka. Paus mengingatkan mereka tentang teladan Abraham yang meskipun dia meninggalkan segalanya, tidak pernah kehilangan harapan dan terus melahirkan keturunan sebanyak bintang di surga.

“Saudara dan saudari yang terkasih, marilah kita memandang bintang-bintang. Sebagainama kata Bapa Abraham ajak Paus.

Paus Pransiskus juga mengajak seluruh umat katolik mendoakannya dalam kunjungan ini. Terlebih di tengah tidak kondusifnya keamanan di Irak dan bahaya Covid 19 yang masih menghantui.

Kita berdoa semoga kunjungan Paus Pransiskus menyegarkan dan menguatkan iman dan persaudaraan kita semua.

Ben/ Jer /Vaticannews

 

Facebook Comments

Leave a Reply