ORANG YANG MENINGGAL MENDENGAR? (Kisah Lazarus )

617 total views, 1 views today

KATEKSE | BINA IMAN // oleh RP IVO MANULLANG OFMCap

Apa dasar biblis untuk mengatakan bahwa orang yang meninggal dapat mendengar?

Semua manusia akan mati. Dan bedasarkan Alkitab dan iman Katolik, semua manusia yang mati akan dibangkitkan. Orang-orang yang di dalam kubur mendengarkan suara Allah sebagaimana dilukiskan dalam Injil Yohanes 5:24-29.

Dalam ayat 24 dikatakan, “Aku [Yesus] berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam kehidupan.” Ayat ini berbicara tentang mendengarkan perkataan Yesus oleh orang-orang yang masih hidup. Barangsiapa mendengarkan perkataan Yesus dan percaya kepada Allah Bapa yang mengutus Yesus, ia mempunyai hidup yang kekal.

Dalam Yohanes 5 ayat 25 ditulis, “Aku berkata kepadamu; ‘Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengarkan suara anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.” Ayat ini berbicara tentang mendengarkan perkataan Yesus oleh orang-orang yang sudah mati. Ternyata orang mati dapat mendengar. Salah satu contoh dalam Alkitab di mana orang mati mendengar adalah pembangkitan Lazarus yang dikisahkan dalam Yohanes 11.

Dalam ayat 26 dikatakan, “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diriNya sendiri, demikian juga diberikanNya Anak mempunyai hidup dalam diriNya sendiri.” Allah adalah sumber kehidupan dan Allah memiliki kuasa untuk memulihkan kehidupan orang-orang yang telah meninggal. Itu berarti, tanpa Allah kita tidak dapat hidup. Yesus Kristus memiliki kuasa untuk mengembalikan kehidupan orang-orang yang telah meninggal.

Dalam ayat 28 dan 29 ditulis, “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Kembali dikatakan di sini bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara Allah. Orang-orang mati akan dibangkitkan. Yang berbuat baik bangkit untuk kehidupan kekal, sedangkan orang-orang jahat bangkit untuk siksa kekal.

Ketika Martha keberatan untuk membuka makam dengan berkata, “Tuhan, ia sudah berbau sebab sudah empat hari ia mati”, ia mau menandaskan bahwa situasi sekarang adalah situasi tanpa harapan. Apakah ini sebabnya mengapa Yesus menunda kedatanganNya ke pemakaman yakni membiarkan situasi menjadi “tidak mungkin” untuk kemudian bertindak atasnya? Menurut pandangan tradisional Yahudi menghidupkan kembali orang yang sudah empat hari mati dan mulai membusuk adalah situasi tanpa harapan.

Lazarus sudah empat hari berbaring di dalam kubur. Namun demikian, Yesus tetap memerintahkan agar batu diangkat dari kubur. Sesudah batu diangkat dari kubur, Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya supaya mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah itu, Yesus berseru dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar”. Lazarus serta-merta keluar dari kubur. Orang meninggal ternyata dapat mendengar. Inilah salah satu alasan mengapa orang yang telah meninggal diandungi dan pada saat diandungi perkataan-perkataan yang baik dikatakan. Inilah juga salah satu alasan mengapa orang berziarah ke makam. Jadi, hendaknya jangan berkata sembarangan di dekat orang yang meninggal dan di kuburan.

Orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu pada saat itu dan kita di masa kita sekarang tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam kubur. Yang kita tahu adalah bahwa perintah Yesus selekasnya dituruti oleh Lazarus dengan keluar dari dalam kubur. Orang mati itu (Lazarus) datang ke luar walaupun kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Ayat biblis ini dengan jelas mengatakan bahwa Lazarus yang sudah berbau di dalam kubur masih dapat mendengar, bahkan melakukan sesuatu untuk membantu dirinya sendiri. Lazarus keluar dari dalam kubur untuk mendengar perkataan Yesus yang berbunyi, “Lazarus, marilah keluar”. Itu berarti Lazarus mendengar dengan pasti bahwa Yesus memerintahannya keluar dari kubur. Kita tidak tahu bagaimana Lazarus dapat mendengar. Yang kita tahu adaah bahwaa Lazarus segera melakukan perintah Yesus yang didengarnya.

Lazarus yang meninggal tidak masuk sendiri ke dalam makan, tapi dimasukkan oleh orang lain, kerabatnya. Tetapi sekarang, Lazarus keluar sendiri dari makam, karena ia telah dihidupkan kembali oleh Yesus. Tugas kita adalah memakamkan orang meninggal. Tugas Yesus adalah membangkitkan dan menghidupkannya kembali.

Sering umat Katolik bertanya, “Pastor, ada orang Katolik meninggal, tapi ia selama hidupnya tidak pernah ke gereja, tidak pernah ke lingkungan, tidak memenuhi kewajibannya. Nah, apakah orang semacam itu dikebumikan?” Orang mati dimakamkan karena sudah meninggal. Jika saja orang meninggal dapat memakamkan dirinya sendiri, kita tidak perlu memakamkannya. Tetapi kita tahu, makam orang mati pun harus kita gali atau sediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *