Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus: MEMBERI MAKAN BANYAK ORANG

202 total views, 1 views today

Kej 14:18-20; 1Kor 11:23-26; Luk 9:11b-17/Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Mereka semuanya makan sampai kenyang

Yesus mengajak para murid yang baru kembali dari tugas perutusan ke tempat sunyi bernama Betsaida. Rupanya rencana mereka diketahui oleh orang banyak yang mengikuti dari belakang. Kehadiran mereka disambut oleh Yesus dengan mengajar mereka tentang Kerajaan Allah.

Ketika hari mulai malam, para murid meminta Yesus menyuruh orang banyak agar pergi membeli makanan dan mencari penginapan ke desa-desa sekitar. Yesus menantang para murid menanggapi kebutuhan orang banyak. Mereka yang telah diutus harus terlibat lebih nyata dalam pelayanan Yesus. Para murid tidak tahu harus berbuat apa, sebab mereka hanya memiliki lima roti dan dua ekor ikan sebagai bekal mereka.

Yesus mengambil roti dan ikan itu, menengadah ke langit, mengucap berkat, memecah-mecah dan membagikannya. Dia menyediakan makanan bagi orang banyak hanya dari lima roti dan dua ikan. Mereka semua makan sampai kenyang dan masih ada sisa dua belas bakul, lambang kelimpahan berkat Allah. Dua belas bakul ini adalah lambang kedua belas suku Israel yang akan dilayani oleh para rasul.

Mukijizat ini dimaksudkan untuk mengajarkan sesuatu yang terkait erat dengan misi perutusan para rasul ambil bagian dalam karya Yesus. Mereka diharapkan peka terhadap kebutuhan orang lapar. Para murid diajar berbagi dengan orang yang berkekurangan. Semangat yang serupa menjiwai Gereja Perdana (Kis 2:44-45). Dengan semangat berbagi dan dengan berkat Yesus, lima roti dan dua ikan cukup bahkan lebih untuk begitu banya orang.

Jumlah yang sedikit bisa menjadi sumber kelimpahan di tangan Tuhan karena dibagikan secara sukarela. Mukjizat terjadi saat ada kepedulian dan memberi yang sedikit yang ada pada kita. Selanjutnya Tuhan yang tahu. Di tangan Tuhan tidak ada yang mustahil. Hidup yang diberkati Tuhan serta dibagi-bagikan dinamai hidup ekaristis. Kita yang merayakan Ekaristi mesti yakin bahwa hidup adalah persembahan dibagikan kepada sesama. Setelah menerima berkat Tuhan, kita diutus untuk menjadi berkat.

Sebagimana tubuh jasmani tidak mungkin hidup dan berkembang tanpa asupan, demikian juga kehidupan rohani. Untuk kehidupan rohani kita mesti menyambut santapan rohani, yakni Tubuh dan Darah Kristus. Kebahagiaan manusia terletak pada menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Arti dan kepenuhan hidup hanya bisa ditemukan dalam Kristus yang hadir dalam Ekaristi. Amin.

(RP Frans Sihol Situmorang OFMCap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *