NEW NORMAL DAN PERAN AKTIF GEREJA KATOLIK

77,983 total views, 2 views today

Oleh Edison Simamora, S.Pd, M.Si*

Pengantar
Pemerintah telah resmi memberlakukan beberapa langkah untuk mempersiapkan era new normal. Hal ini sangat masuk akal karena menurut WHO virus corona ini akan menetap di muka bumi ini dan butuh waktu yang sangat lama untuk menlenyapkannya. Gerakan new normal ini mesti disambut dengan positif dan optimis agar masyarakat Indonesia mengubah gaya hidup lama sehingga bisa bertahan hidup seraya produktif.

Dalam sejarah peradaban umat manusia, bukan yang terkuat, bukan yang tercepat dan bukan yang paling cerdas yang survive tetapi yang paling dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat terhadap segala perubahan yang paling ekstrim sekalipun. Gereja Katolik sebagai penjaga tradisi dan suksesi gereja rasuli dipanggil untuk memberi pelayanan pastoral sehingga umat dapat mengubah perilaku yang sesuai dengan era new normal sehingga umat Allah survive dan menata kehidupan yang lebih baik dan unggul.

Yesus peduli dan memulihkan kehidupan orang-orang yang dianggap terkutuk, terbuang seperti orang-orang yang kerasukan roh jahat, orang kusta, orang miskin, orang buta sejak lahir, para pelacur, penagih pajak dan orang non Yahudi dan orang Samaria. Tatkala orang banyak dan pemuka agama Yahudi dalam persepektif Yahudisme memandang sebelah mata orang-orang yang miskin, sakit, cacat, buta dan menganggapnya sebagai orang-orang terkutuk karena dosa-dosa leluhurnya, Tuhan Jesus hadir sebagai penolong, pembebas, penyembuh dan bermurah hati. Gereja mesti hadir dalam meanstream gerakan yang dibawa Tuhan Jesus sehingga semakin minim umat Allah yang meninggal karena virus corona di Indonesia tercinta.

BLT Kemensos dan Dana Desa
Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah tepat memberikan bantuan sosial dari kementerian sosial dan dana desa yang diatur dalam regulasi kemendes dan peraturan menteri keuangan untuk mengurangi beban masyarakat di tengah pendemik virus corona. Selain penerima PKH (Program Keluarga Harapan), penerima BPNT (Bantuan Pangan Nasional ), setiap keluarga di setiap desa menerima bantuan langsung tunai dari dana desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40 tahun 2020 dan PMK Nomor 50 tahun 2020.

Desa yang memiliki keterbatasan dana desa maka pemerintah kabupaten dan propinsi akan memberikan bantuan tunai dengan nominal yang sama. Dipastikan semua keluarga memperolehnya dan tidak ada yang double penerimaanya. Untuk tiga bulan pertama, para penerima bantuan akan menerima enam ratus ribu rupiah setiap bulan dan untuk tiga bulan berikutnya jumlahnya akan dikurangi menjadi tiga ratus ribu rupiah setiap bulan selama tiga bulan sebagaimana diatur dalam peraturan menteri keuangan nomor 40 tahun 2020 dan nomor 50 tahun 2020. Keluarga di desa menerima Rp. 2.700.000 selama rentang waktu enam bulan.

Peran Gereja dalam Pergerakan Pertumbuhan Ekonomi Produktif
BLT memang sangat perlu untuk menghentikan rasa lapar beberapa bulan. BLT ini sangat bermanfaat bagi masyarakat miskin dan yang terdampak oleh keganasan virus corona. Meski demikian masyarakat yang mendapat BLT perlu menyadari bahwa BLT hanya untuk sementara dan masyarakat harus bekerja dan produktif. Gereja sebagai bagian dari Negara ini perlu berpartisipasi membantu msayarakat miskin dan yang berdampak langsung dari virus corona. Gereja perlu menyadarkan umat agar tidak hanya meminta dan bila tiba waktunya umat harus mengembalikan apa yang pernah diterimanya dari Negara dan dari gereja dengan membayar pajak atau membantu orang susah.

Sebagai sebuah institusi gereja memang tidak memiliki banyak kekayaan tetapi gereja dapat hadir sebagai penggerak yang mampu menggerakkan hati dan niat baik umat Allah dan stakeholder lainnya dalam membantu masyarakat Katolik dalam penumbuhan ekonomi produktif. Sebagaimana Yesus menggerakkan hati banyak orang sehingga terjadi mukzijat dimana semua orang bisa makan hingga kelebihan 12 bakul sisa makanan.

Semua biarawan-biarawati, kaum religious dan umat yang memiliki jaringan lokal, nasional dan internasional diharapkan dapat mendatangkan bantuan yang dapat meningkatkan pertumbuhan pergerakan ekonomi produktif masyarakat. Hati yang tergerak tentu saja akan membuahkan kasih sayang sehingga gerakan menggerakan hati dan niat ditularkan kepada sahabat dan handai tolan sehingga semakin banyak orang tergerak dan mengumpulkan donasi untuk membantu pergerakan ekonomi produktif umat Allah.

Dulu tatkala insiniur pertanian Yahudi dari beberapa universitas dunia magang pertanian di Indonesia mereka bisa memproduksi hasil pertanian yang luar biasa. Sebiji kentang bisa berukuran 5 kg. Seandainya Gereja dan umat Allah bisa menggerakkan insiniur pertanian, perternakan dan yang lain dari beberapa lembaga bisa melatih para petani, peternak, pembisnis Indonesia tentu saja gereja telah berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi produktif masyarakat. Untuk saat ini di new normal dimana hidup berdamai dengan virus corona, para kaum muda millineal bisa dilatih selama beberapa bulan dalam mendesain grafis, reklame, dunia digitial, bahasa coding sehingga mereka bisa mencari nafkah bahkan sejahtera dengan bekerja dari rumah.

Facebook Comments
Baca juga  Tips New Normal di Tempat Kerja Agar Terhindar Covid-19

Jansudin Saragih

REDAKTUR ||"Carpe diem" || Youtube : 2share4life

Leave a Reply