MATA DAN HATI YANG PEKA

 11,611 total views,  1 views today

RP. Frans Sihol Situmorang, OFMCap – Dosen STFT Pematangsiantar

Hari Raya Penampakan Tuhan

Maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain

Sudah satu jam Toni berputar-putar mencari kacamatanya. Seluruh sudut kamar sudah ia sisir. Tidak lupa ia berdoa kepada St. Antonius, penolong mencari barang hilang, tapi hasilnya nihil. Waktu sudah sangat tipis, Toni harus memberi ceramah. Tanpa bantuan kacamata minusnya, Toni tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat Toni gusar, temannya bertanya, “Cari apa, Ton?” “Kacamataku,” jawab Toni kesal. “Lho, yang kamu pakai itu apa?”kata temannya. Sibuk dengan pikiran sendiri sering membuat orang sering linglung.

Para majus dari Timur melihat sebuah bintang istimewa. Para bijak dan ahli ilmu perbintangan dari Persia dan Babilonia itu sadar bahwa seorang raja telah lahir. Dituntun oleh terang bintang yang selalu ada di atas mereka, mereka berangkat untuk menyembah Raja yang baru lahir itu. Alim ulama Yahudi juga mengetahui nubuat mengenai kelahiran Juruselamat (Mikha 5:1), tetapi mereka tidak memberi hati.

Mendengar berita perihal kelahiran seorang raja, Herodes kaget. Ia lalu meminta keterangan dari para imam dan ahli Taurat. Mereka memberitahu suatu nubuat tentang Mesias yang lahir Betlehem di tanah Yudea. Herodes tidak lupa mencari informasi dari para majus itu dan meminta mereka agar kembali kepadanya agar dia ikut menyembah Raja itu.

Herodes serta penghuni Yerusalem terkejut ketika mendengar kata-kata para majus. Orang yang mendengar penuturan para gembala keheranan. Mereka yang heran dan terkejut itu berada dekat dengan Raja yang baru lahir, tapi mereka tidak insyaf apa yang sedang terjadi. Para imam dan ahli Taurat mengetahui peristiwa itu, tapi mereka sibuk dengan dirinya. Karena para majus kembali dari jalan yang lain, penduduk Yerusalem, Herodes dan mereka yang seperti dia, tetap terkejut dan tak tahu apa yang terjadi. Mereka kehilangan kepekaan akan cara Tuhan menyapa manusia. Bahkan Herodes menganggap kedatangan Juruselamat sebagai ancaman.

Gaspar, Baltasar dan Melkhior datang dari jauh sebab hati terbuka akan petunjuk bintang. Para majus ingin berjumpa dengan Raja itu dan membawa persembahan yang amat berharga: emas, dupa dan mur. Orang yang disebut kafir, karena tidak punya tradisi tertulis tentang Mesias, memiliki iman yang besar. Mereka bersukacita sebab dapat melihat Tuhan ada dalam kehidupan ini. Sementara mereka yang mempunyai Kitab Suci sibuk dengan pikiran sendiri. Agama tak mampu menggerakkan hati mereka. Dengan kedatangan para raja dari Timur, digenapi nubuat Yesaya: Tuhan memperhatikan semua bangsa.Kebijaksanaan menuntun mereka untuk mengenali kehadiran Tuhan.

Kita percaya pada Tuhan bukan karena para malaikat yang dilihat para gembala atau bintang yang dilihat orang majus, tetapi karena iman. Tuhan menyatakan Diri kepada kita, asal hati kita terbuka. Mari kita menyembah Dia dengan hati tulus dan mempersembahkan yang terbaik. Seperti orang majus, kita diajak membuka hati akan tanda-tanda kehadiran Tuhan. Asyik dan sibuk dengan diri sendiri bisa menjadi penyebab kehilangan arah dan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Peristiwa Natal adalah ajakan untuk membuka mata dan hati terhadap jalan-jalan yang dipilih Tuhan untuk berjumpa dengan manusia. Pesta hari ini mengajak kita menjadikan diri kita sebagai epifania (penampakan) kasih, dan cinta Tuhan supaya semua bangsa datang dan memuji Tuhan. Kiranya bintang Tuhan selalu menuntun perjalan hidup kita. Amin.

Facebook Comments
Baca juga  MENITI JALAN PERTOBATAN

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply