“Marathon” Penerimaan Sakramen Krisma Paroki Kisaran

 3,930 total views,  2 views today

Penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Sakramen Mahakudus- Kisaran

Minggu kedua di bulan Maret adalah waktu berahmat bagi umat di Paroki Sakramen Mahakudus, Kisaran. Pasalnya, pada tanggal 12-14 Maret 2021 diadakan misa penerimaan Sakramen Krisma. Acara ini sudah tertunda sejak Juli 2020 karena pandemi yang tidak kunjung usai. Penerimaan Krisma terakhir diadakan pada 18 Juni 2017 di GOR Kisaran. Jumlah peserta totalnya sekitar 340 orang, baik dari umat yang berdomisili di Kota Kisaran, wilayah stasi, maupun umat dari luar paroki yang menempuh pendidikan di SMA Katolik Panti Budaya.

Demi menghindari kerumunan dan menjalankan protokol kesehatan, penerimaan diadakan di tiga tempat-empat gelombang, pengenaan masker, dan tidak adanya acara makan bersama serta manortor pasca misa. Sakramen Krisma diterimakan oleh Pater Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan, RP. Michael Manurung, OFMCap. Pada penerimaan kali ini, nama penguatan untuk krismawan adalah Petrus, sedangkan untuk krismawati adalah Maria.


Hari I, Jumat, 12 Maret 2021

Pada hari ini misa penerimaan Krisma diadakan di Gereja Stasi Maria dari Gunung Karmel, Sudi Makmur. Lokasinya di Juma Tombak, Desa Sordang Bolon, Kec. Ujung Pandang, Kab. Simalungun. Misa dipimpin secara konselebrasi oleh RP. Michael Manurung, OFMCap, RP. Danrisman Sitanggang, O.Carm., dan RP. Johanes don Bosco Edo, O.Carm. Para Krismawan berjumlah 33 orang dan berasal dari Rayon Gunung; rayon tersebut meliputi 3 stasi, yaitu dari Stasi Sudi Makmur sendiri, Stasi St. Mikael-Kampung Saragih, dan Stasi St. Yosep-Panggualan.

Wali krisma ialah Bapak G. Sinaga dan Ibu K.E. Br. Manurung. Dalam homilinya, Pater Vikjen menekankan peran Roh Kudus sebagai pembela, pengajar, dan pengingat segala ajaran Yesus. Beliau menyadari kurang diketahuinya Pribadi Roh Kudus (Tondi Porbadia) dalam Allah Tritunggal (Debata Sitolusada). Dalam doa-doa hampir tidak pernah si pendoa mengarahkan doa kepada Allah Roh Kudus. Allah Bapa (Debata Ama) dan Allah Putra (Debata Anak) sudah lebih dikenal.

Peran pribadi ketiga dalam Tritunggal sangat ditekankan kepada para krismawan sehingga mereka tidak perlu takut hidup sebagai orang Katolik. Semboyan “Sekali Katolik tetap Katolik” didengungkan di akhir homili. Tarian persembahan dari OMK Kampung Saragih menyemarakkan perarakan bahan persembahan. Setiap peserta menyampaikan persembahan entah berupa beras, ayam hidup, ikan mas, buah, atau bahan makanan. Misa dimulai pukul 10.00 dan selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Kemudian, karena pandemi, acara makan hanya dihadiri oleh Pater Vikjen, parochus, dan perwakilan pengurus stasi. Pada kesempatan ini juga diberkati Gereja Stasi Sudi Makmur setelah selesai direnovasi.

Hari II, Sabtu, 13 Maret 2021

Di hari kedua, penerimaan Sakramen Krisma dilangsungkan di Stasi Keluarga Kudus, Serdang II. Lokasinya di Desa Serdang, Kec. Meranti, Kab. Asahan. Acara tidak dilangsungkan di dalam gereja, melainkan di pelataran belakang supaya tempat memadai. Jumlah krismawan hari ini adalah 93 orang dan berasal dari 7 stasi, yaitu Stasi Keluarga Kudus-Serdang II, Stasi St. Edith Stein-Rawang II, Stasi St Yosep-Rawang VII, Stasi St. Angelica-Silau Laut, Stasi St. Albertus-Pematang Pao, Stasi St. Lukas-Sei Sikasim, dan Stasi Maria Terangkat Ke Surga-Kampung Baru.

Mayoritas peserta adalah remaja, tetapi adapula beberapa orang dewasa. Sebelum misa dimulai, RP. Danrisman Sitanggang, O.Carm. selakuk pastor paroki mengadakan latihan singkat kepada seluruh peserta supaya perayaan dapat berjalan dengan lancar. Sound system telah disiapkan sejak malam sebelumnya. Misa dimulai pukul 10.00 dan dipimpin oleh Pater Vikjen dan parochus Kisaran. Dalam homilinya, kembali ditekankan akan peran Roh Kudus sebagai paracletos/advokat. Beliau memberi analogi peran advokat dalam pengadilan sipil. Para krismawan diajak untuk berani mempertahankan iman sebagai orang Katolik meskipun kendala jodoh ataupun jabatan. Pindah gereja, khususunya karena mengikuti pasangan hidup, merupakan hal yang tidak tepat. Malahan, mereka diajak untuk mengajak calon pasangan agar beriman Katolik. 

Wali Krisma adalah Bapak B. Sinaga dan Ibu S.B. Br Marpaung. Tarian OMK Stasi Serdang II menyemarakkan perarakan bahan persembahan. Sebagian besar peserta membawa persembahan berupa beras dalam tandok. Cuaca terik tidak mengurangi semangat umat dalam mengikuti misa. Lagi-lagi, karena alasan pandemi, umat yang diperkenankan hadir ialah orang tua krismawan, perwakilan pengurus stasi, dan umat setempat. Setelah misa, diadakan makan sederhana antara pengurus stasi, panitia di stasi, dan Pater Vikjen. Kemeriahan sebagaimana biasanya tidak bisa dilakukan demi mengindahkan protokol kesehatan. Akan tetapi, sukacita tetap mewarnai seluruh umat.

Hari III, Minggu, 14 Maret 2021

Pada hari ketiga, penerimaan Krisma dilakukan di gereja paroki Kisaran. Namun, perayaan dilangsungkan dalam dua gelombang karena jumlah peserta banyak. Misa hari Minggu Prapaska IV pukul 09.00 ditiadakan. Umat lain tetap dapat mengikuti misa pada pukul 07.30 atau Sabtu sore pkl. 18.00 sesuai pembagian wilayah. Perayaan penerimaan Krisma dilakukan pukul 10.00 dan 13.30. Misa pukul 10.00 diperuntukkan bagi umat yang bertempat tinggal di stasi, sedangkan misa II pukul 13.30 diperuntukkan untuk peserta Krisma yang berdomisili di Kota Kisaran.

Jumlah peserta pada misa pertama adalah 96 orang dan yang kedua ialah 102 orang. Stasi yang termasuk di misa pukul 10.00 adalah Stasi St. Theresia-Sei Lama, Stasi Gembala Yang Baik-Hessa, Stasi Maria Ratu Damai-Sionggang, Stasi St. Simon Stock-Bangun Silau, Stasi St. Rafael-Silau Maraja, Stasi St. Yosep-Sei Bejangkar, Stasi Maria Bunda Penolong Abadi-Tinjowan, Stasi St. Fransiskus-Pardomuan, Stasi B. Titus Brandsma-Gunung Santi, Stasi St. Maria-Desa Gajah,  dan Stasi St. Yohanes Pembaptis-Binje Baru.

Para peserta juga berasal dari para siswa SMA Panti Budaya yang mengikuti pembinaan di sekolah. Latihan menjelang perayaan tetap dilakukan dan dikoordinasikan oleh pastor paroki, RP Danrisman Sitanggang, O.Carm. Penerimaan krisma di gereja paroki adalah yang pertama kali dilakukan. Biasanya, penerimaan dilakukan di GOR Kisaran karena jumlah peserta yang banyak. Para petugas liturgi lain sudah menyiapkan diri untuk pelayanan khusus ini. Kedua misa dipimpin oleh Pater Vikjen dan parochus Kisaran.

Dalam homilinya, karena menggunakan bacaan Hari Minggu Prapaska V, RP. Michael Manurung, OFMCap menekankan kasih Allah yang begitu besar dan tiada henti-hentinya. Ia sangat mengasihi hingga mengutus Putra-Nya, bahkan saat Putra-Nya harus kembali diutus-Nya Roh Kudus sebagai Penghibur dan Penolong. Nasihat serupa disampaikan kepada seluruh krismawan-krismawati.

Wali Krisma ialah Bapak M. Purba dan Ibu Maria Goretti. Jumlah umat sangat banyak. Kursi disiapkan dengan jarak baik di aula paroki, teras, dan sebagian tempat parkir. Protokol kesehatan dilakukan dengan sangat ketat. Panitia di paroki, yaitu para pembina dan seksi katekese menyiapkan daftar hadir, membagi kartu peserta, dan memeriksa jika ada peserta yang tidak hadir.

Meskipun dua gelombang, sukacita terlihat di seluruh diri krismawan maupun semua umat. Momen ini menjadi saat istimewa dan bersejarah. Setelah misa usai, foto bersama dilakukan secara bergilir demi memecah kerumunan.  Para peserta kembali ke tempat asalnya masing-masing.

(Fr. Gabriel Dibya Panata Lumanto, O.Carm)

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply