Ketua STP Bonaventura – Deli Tua, Paulinus Paul Tibo: “Saya Memang Lahir dari STP”

194 total views, 1 views today

Ketua Sekolah Tinggi Pastoral (STP) St. Bonaventura – Deli Tua, Paulinus Tibo baru saja memberi bimbingan bagi beberapa mahasiswa, tatkala Menjemaat datang menyapa, pada Sabtu (21 September). “Saya berasal dari keluarga besar. Sepuluh bersaudara. Di antara kami, ada yang terpanggil menjadi Suster dan Frater. Dan ada juga yang menjadi guru Agama Katolik, seperti saya,” ucap pria kelahiran Ende, 13 September 1985, dengan logat khas Flores.

Dia mengakui, rahmat dalam jalan karya pelayanan hingga sejauh ini merupakan buah dari ketekunan orang tua. “Bapak dan Mamak saya adalah petani. Keduanya sejak muda sudah aktif di gereja. Oleh sebab itu, kami anak-anaknya telah memetik rahmat Tuhan dari pelayanan mereka di Gereja,” ucapnya.

Sebelum bertugas di STP Deli Tua, Paulinus mengenyam pendidikan magister di IPI Malang. Setelah lulus pada 2015, Ketua STP Deli Tua (sebelumnya), Fr. Tugas Ginting OFM Conv. menggaetnya untuk bergabung di lembaga pendidikan milik Keuskupan Agung Medan. “Latar belakang pendidikan saya memang di jurusan pastoral dari IPI Malang, hanya saja nggak jadi pastor,” ucapnya disusul derai tawa.

Pada September 2015, Paulinus mulai menjadi staf Dosen di STP Deli Tua. Kemudian, pada November 2015, dia dipercaya menjabat Kepala Program Studi (Kaprodi). “Pada tahun 2017, KAM dan Yayasan Budi Murni memilih saya untuk menggantikan Frater Tugas selaku Ketua STP Deli Tua. Dari sisi perjalanan karir, sepertinya amat cepat ya,” ujar pria yang masih melajang tersebut.

Karena pengalaman terbatas, dia mengaku masih terus belajar untuk pengembangan STP Deli Tua. “Namun, saya merasa mudah meneruskan tugas ini karena latar pendidikan S1 dan S2 saya dari STP. Saya memang lahir dari STP. Mungkin ini juga pertimbangan dari yayasan dan dewan pembina, memilih saya dalam kepemimpinan kampus.”

Ketua STP Deli Tua Paulinus Tibo membaca majalah Menjemaat

Bersyukur Karena Tuhan Beri Kepercayaan

Paulinus berterus terang, dirinya tidak pernah bermimpi bisa merantau hingga Pulau Sumatera. “Saya yakin ini rencana Tuhan. Jadi sehebat apapun rencana pribadi, rencana Tuhan tentu lebih hebat,” katanya.

Sebagaimana tantangan para perantau, dirinya masih kesulitan untuk belajar bahasa daerah di Sumatera Utara. “Makanya, hingga sekarang saya masih belum tahu bercakap-cakap dalam bahasa Karo dan Toba. Yang merupakan daerah asal mayoritas mahasiswa di sini. Tapi kalau makanan lokal di sini sih, tidak ada masalah.”

Dia bersyukur bisa berkarya di STP Deli Tua. Menurutnya, ini merupakan kepercayaan yang diberi Tuhan. “Dan karena kampus ini milik keuskupan, berarti saya dipercaya KAM di sini. Di sini, saya merasakan seperti keluarga. Mungkin karena semangat Fransiskan ya. Meskipun hanya saya sendiri orang Flores di sini, saya merasa nyaman.”

Paulinus menyampaikan, STP Deli Tua bercita-cita menjadi lembaga pendidikan profesional dan unggul pada tahun 2033 kelak. “Sudah tertuang dalam visi dan misi STP Deli Tua. Kami mencanangkan pada tahun 2033, STP Deli Tua menjadi lembaga pendidikan profesional dan unggul. Tujuan utamanya, membina tenaga profesi guru agama atau katekis yang profesional,” katanya. “Tentu semua itu ada prosesnya. Sementara ini, kami fokus dulu untuk mencapai akreditasi yang lebih baik.”

(Ananta Bangun)

Ketua STP Deli Tua Paulinus Tibo diabadikan bersama mahasiswa

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *