Mari Elka Pangestu, Wanita Katolik Pertama Jadi Direktur Bank Dunia

13,498 total views, 2 views today

Komsoskam.com – Pada Oktober 2019 lalu, Presiden Jokowi telah mengajukan Mari Elka Pangestu menjadi perwakilan pejabat Indonesia di Bank Dunia. Kemudian pada Januari 2020, Mari Elka secara resmi diangkat menjadi direktur baru Bank Dunia.

Wanita penganut Katolik itu mulai bekerja secara efektif sebagai Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia pada 1 Maret 2020. Pihak Bank Dunia sendiri menilai Mari Elka sebagai sosok yang mumpuni untuk memegang jabatan penting tersebut.

“Kami sangat senang menyambut Mari Elka ke Bank dalam peran baru yang penting ini bagi institusi kami,” kata Presiden Bank Dunia, David Malpass, seperti melansir dari CNBC Indonesia.

Mari Elka sendiri juga mengaku sudah lama menunggu kesempatan ini datang. “Dulu mimpi saya adalah bekerja di Bank Dunia. Jadi waktu saya selesai S-3, saya sudah mempunyai rencana untuk apply ke World Bank sebagai entry level, sebagai young professional,” ujar Mari.

Tak lupa, Mari Elka juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintahannya atas dukungan mereka. “Saya berharap pengalaman saya di Indonesia dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di banyak negara berkembang,”  katanya.

Seorang Katolik dan pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro Semarang, Fransiscus Xaverius Sugiyanto, menyampaikan bahwa kepercayaan itu adalah “sebuah pengakuan terhadap Indonesia.”

“Ini akan menguntungkan bangsa Indonesia dari segi geoekonomi dan geopolitik. Walaupun dia akan melihat konteks global, masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia pasti akan menginspirasinya dalam hal cara dia melihat masalah ekonomi global,” katanya seperti melansir dari UCAN, media Katolik Asia.

Di sisi lain, ketua Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Vincentius Hargo Mandirahardjo , berharap Mari dapat membantu mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Mari Elka Pangestu. (Instagram/maripangestu)

“Saya berharap akan ada sinergi antara Bank Dunia dan pemerintah Indonesia dalam hal pengentasan kemiskinan. Sinergi seperti ini sangat penting karena Presiden Jokowi sekarang berfokus pada menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan,” pungkasnya.

Sebelumnya, wanita usia 63 tahun itu pernah terlibat dalam kerja sama regional untuk Dewan Kerjasama Asia Pasifik (APEC) dan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 1987 – 2003.

Mari Elka juga pernah duduk di kursi pemerintahan sebagai Menteri Perdagangan Indonesia dari 2004 hingga 2011, dan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari 2011 hingga Oktober 2014.

Saat ini beliau menjabat sebagai profesor ekonomi internasional di Universitas Indonesia dan menjadi anggota dewan pembina Astra International dan Bank BTPN. Mari juga teracatat aktif sebagai Penasihat Komisi Global dalam Bidang Transformasi Energi Geopolitik di International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi.

Good Luck, Ibu Mari Elka!

 

 

Facebook Comments

Yoseni

Freelance Content Writer

Leave a Reply