BERTEKUN DALAM DOA

678 total views, 2 views today

KOTBAH MINGGU | RP FRANS SITUMORANG OFMCap.

Tidakkah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya  yang siang malam berseru kepada-Nya

2Kel 17:8-13; 2Tim 3:14-4:2; Luk 18:1-8/Hari Minggu Biasa XXIX

Doa termasuk salah satu topik penting dalam pengajaran Yesus. Dalam Injil kita menemukan sejumlah kisah Yesus mengajarkan pentingnya berdoa serta sikap yang harus dimiliki orang beriman saat berdoa. Dalam Injil hari ini ditekankan sikap berdoa dengan tekun dan tanpa jemu.

Yesus bercerita tentang seorang hakim yang tak peduli dengan keadilan dan dengan mereka yang datang kepadanya untuk dibela haknya. Ia hanya melakukan apa yang ia mau dan yang berlawanan dengan tugasnya sebagai penegak keadilan, kebenaran dan membela perkara orang miskin. Sebagai orang yang tidak takut akan Allah, maka hakim itu tak mungkin mengadili perkara dengan adil. Ia tak menghormati siapa pun dan memandang rendah orang yang datang kepadanya.

Di kota itu ada juga seorang janda. Janda, anak yatim dan orang asing, termasuk dalam kategori orang miskin yang dilindungi Allah. Karena itulah Allah memerintahkan supaya orang Israel memerhatikan mereka. Janda itu sedang terbelit kasus hukum. Ia tak mempunyai saudara laki-laki, anak laki-laki atau orang lain yang dapat membelanya, sebab sangat tak biasa seorang perempuan tampil di pengadilan. Janda itu selalu datang untuk minta tolong agar hakim itu membela haknya terhadap lawannya.

Tak tahan terus-menerus diganggu dan disusahkan, akhirnya hakim itu membenarkan janda itu. Alasannya bukan karena dia takut akan Allah atau untuk menghormati orang lain. Hakim itu tidak menghendaki bahwa janda itu menyerangnya yang tentu membuatnya malu. Yesus menjelaskan arti perumpamaan itu. Kalau hakim yang tidak takut akan Tuhan dan yang tidak adil rela menolong janda yang terus mendatangi dan mohon bantuannya, apalagi Allah. Ia akan membenarkan kaum pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya. Ia tak akan mengulur waktu untuk menolong mereka. Yesus menasihatkan agar para murid memiliki sikap seperti sikap janda itu. Mereka harus terus berdoa, sebab Allah pasti mendengarkan doa-doa yang mereka sampaikan kepada-Nya.

Setelah itu Yesus berkata, “Jika Anak Manusia datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?” Yesus hendak menyatakan bahwa hanya orang yang tekun berdoa akan teguh imannya. Iman seseorang ditampakkan dalam ketekunan untuk berdoa. Doa itu juga akhirnya akan meneguhkan seseorang untuk memiliki iman yang kuat. Untuk beriman teguh, orang harus berdoa.

Bosan akibat doa yang belum terkabul sering menjadi tantangan untuk bertekun dalam doa. Orang juga bisa merasa jenuh berdoa ketika doa hanya sebatas kata-kata hafalan yang jauh dari hati. Doa merupakan komunikasi dengan Allah, ibarat percakapan dua orang yang saling mengasihi. Dalam doa, kita menyampaikan isi hati kepada Allah yang mengasihi kita. Allah yang mengasihi kita pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doa kita, seperti yang Dia kehendaki. Untuk itu kita perlu bertekun dalam doa. Amin.

Untuk menegaskan pentingnya berdoa dengan tak jemu-jemunya, Yesus mengisahkan perumpamaan yang terasa aneh, tapi penuh arti. Ada seorang hakim yang tak takut akan Allah, tidak peduli pada siapa pun dan hatinya sangat dingin. Ia tak pernah mendengarkan suara hatinya. Darinya tak satu kebaikan pun dapat diharapkan.

Di sisi lain ada seorang janda-kiasan orang yang paling lemah. Janda itu miskin dan tak seorang pun mau menolongnya. Ia tidak mampu membayar advokat untuk membela perkaranya. Ia harus berjuang melawan musuhnya dan hakim. Janda itu menjadi korban kelaliman dan kemalasan hakim. Tapi, janda itu tak mau menyerah. Ia pergi kepada hakim satu, sepuluh, dua puluh kali dan terus menghampiri hakim itu. Kedatangan janda itu membuatnya tidak dapat beristirahat. Hakim yang lalim itu menyerah dan membenarkan perkara janda itu hanya atas alasan supaya tidak mengganggunya. Hakim itu memiliki watak yang tak baik, tapi dapat menjalankan hal yang patut dipuji. Hakim yang bersedia membela janda itu bisa menjadi batu loncatan untuk mengerti kemurahan Allah.

Bila hakim yang tak jujur dengan motivasi negatif membela hak si janda, apalagi Allah di Surga. Ia pasti akan membela kaum pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya. Oleh pertolongan Tuhan yang dimohonkan Musa melalui tangan yang ditopang dengan batu agar senantiasa terangkat dan tertuju kepada Allah, bangsa Israel memperoleh kemenangan. Kisah ini hendak mengatakan bahwa Allah sendirilah yang berperang untuk membela umat pilihan-Nya. Allah selalu setia kepada umat-Nya.

Seorang dokter ahli bedah berkata kepada seorang suster, “Sudah sering kita membedah pasien, tapi tak pernah menemukan jiwanya.” Jawab suster itu, “Kita akan menemukan jiwa Anda sebelum dokter meninggal. Kamu tidak bisa lari. Saya mendoakanmu.” Dokter itu balik menjawab, “Lebih baik suster simpan saja doa-doa itu untuk orang lain.” Suatu hari dokter itu berlibur. Setelah beberapa hari ada pesan yang datang ke rumah sakit itu bahwa dokter itu tiba-tiba sakit parah dan meninggal. Suster itu pergi ke kapel dan berdoa, “Tuhan, saya yakin, Engkau telah menyelamatkan jiwanya. Saya percaya bahwa Engkau memberinya iman. Tapi, bisakah Engkau memberi saya kepastian?” Beberapa jam kemudian ada pesan lain. Dokter itu dilarikan ke rumah sakit oleh para suster. Dia sendiri minta didatangkan seorang pastor. Dia telah dibaptis dan telah menerima sakramen pengurapan sebelum meninggal dengan tenang.

Injil hari ini terutama berbiara tentang sikap yang harus kita miliki untuk memanjatkan doa. Kita kerap merasakan bahwa doa kita tidak dikabulkan oleh Tuhan. Kita seakan terus dihadapkan dengan pintu yang tertutup rapat. Melalui perumpaam tentang hakim yang lalim, Yesus mengajak kita agar tidak ragu tetapi percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita. Ia akan mengabulkan bukan terutama apa yang kita minta, melainkan apa yang sungguh kita butuhkan.

Allah tidak hanya mendengar dan mengabulkan doa. Ia menjadi pembela umat pilihan-Nya dalam pengadilan terakhir pada saat kedatangan kembali Yesus Kristus. Kita bisa belajar dari sang janda untuk bertekun dan tidak kenal lelah memohon pertolongan Tuhan. Allah peduli dan mendengarkan doa dan permohonan kita. Amin.

 

Jansudin Saragih

"Carpe diem" | Youtube : 2share4life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *