Karikatur itu “ReFlection of Human Being”

116 total views, 2 views today

GAMBAR BERBUNYI

Menggambar merupakan ungkapan hati, entah kegembiraan, entah keprihatinan.  Dalam menggambar, seseorang mengungkapkan isi hati dan pikirannya.  Tulisan itu sendiri sebenarnya gambar bunyi. Kata karikatur sendiri berasal dari bahasa Italia yaitu caricare yang artinya memberi muatan atau melebih-lebihkan. Pada awalnya karikatur merupakan lelucon iseng.

Saya dapat menggambar angka 2 (dua) dan dari angka 2 ini dapat menjadi aneka gambar. Selama ini angka dua identik dengan gambar bebek. Saya tidak mau angka dua hanya menjadi bebek. Binatang yang senang berkumpul dan senang ramai-ramai (kegaduhan). Memang mereka menghasilkan telur. Gambaran bebek ini menjadi gambaran hiruk pikuk manusia di dunia ini. Semua manusia mempunyai kebutuhan ingin didengarkan maka semua menjadi pembicara. Lalu, siapa nanti yang menjadi pendengar.

Karikatur merupakan media untuk menyampaikan pesan baik dalam gambar maupun tulisan. Pesan tersebut terasa ringan dan lucu untuk diterima audiens Meski tak menutup kemungkinan terkadang audiens merasa tersinggung.

Karikatur sebuah refleksi hidup manusia. Peristiwa dalam hidup manusia dapat kita refleksikan dalam gambar. Inilah karikatur.

 

KARIKATUR, 2 KUTUB YANG MENYATUKAN

Bagi saya zaman milineal merupakan zaman yang penuh tantangan dan peluang. Siapa tidak memanfaatkan teknologi di zaman kini akan kehilangan peluang.  Teknologi dalam satu dekade ini berkembang dengan begitu cepat sehingga manusia dapat mengerjakan banyak hal dengan bantuan teknologi. Tetapi saya berpendapat bahwa berkomunikasi menggunakan cara-cara tradisional masih diperlukan bahkan harus ada.

Baca juga  Gereja Paroki St. Petrus Paulus - Parongil “Berbuat Banyak Dengan Sedikit Yang Dimiliki”

Saya punya banyak teman di media sosial. Tetapi saya meyakini bahwa orang yang duduk di sebelah saya itu lah sesama yang pertama. Ini lah karikatur zaman millineal, zaman yang diagungkan dan dibesarkan. Ingatkah kita akan local wisdom (kearifan setempat). Revolusi industry 4.0 adalah zaman abad 21, demikian seorang kartunis mengatakan. Mungkin ambigu bila mengatakan kadang pro terhadap perubahan teknologi tetapi kadang kontra terhadap teknologi. Semuanya baik teknologi adlah salah satu cara mengolah local wisdom.

Saya dapat menggambarkan dua kutub ini menjadi satu lukisan utuh bumi dan dunia, demikian hal karikatur juga merupakan lukisan utuh yang dapat membuat orang tersenyum, tertawa, jengkel, marah, atau penuh sukacita.

 

(Br. Victor Rismario, BM | karikaturis di kolom Karikatur majalah Menjemaat)

karikatur karya Br. Rismario BM

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *