Daripada Memikirkan, Lebih Mendoakan Masalahmu Terus-Menerus

179 total views, 7 views today

Manusia memiliki ego yang tinggi. Maksudnya adalah manusia selalu ingin diperhatikan lebih. Ketika ada hal yang mengusik ketentraman dan kedamaian hidupnya, maka secara pemikiran manusianya dia akan berontak dan tidak menerima diperlakukan tidak adil.

Budi kita selalu aktif. Kita membuat analisis, merenung, melamun, bermimpi. Kita tidak pernah berhenti berpikir. Dapat kita katakan bahwa kita terus-menerus berpikir. Kadang-kadang kita berharap untuk dapat berhenti berpikir sebentar, agar dapat bebas dari perasaan cemas, takut, dan bersalah.

Begitu juga ketika kedamaian kita terusik oleh sesuatu hal yang tidak mengenakkan, maka kita akan terpikir terus menerus. Bahkan ada yang sampai stress ketika menerima kenyataan hidupnya sedang di bawah tekanan. Misalnya tekanan dari Ibu mertua yang memberikan komentar negatif tentang menantu perempuannya. Biasanya sebagai menantu perempuan akan bingung, kaget dan terpikir terus menerus. Keadaan tersebut bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Kepikiran masalah terus menerus bukan menjadi solusi ampuh untuk mneyelesaikan masalah. Ketika ada masalah biasanya kita berpikir keras mencari solusi menyelesaikan masalah dengan segera. Dan sering tindakan tersebut bukan menyelesaikan masalah, tetapi menambah masalah. Karen tindakan yang gegabah tanpa dipertimbangkan dengan hati yang tenang akan sering berdampak tidak baik.

Kemampuan kita untuk berpikir adalah anugerah yang paling besar, tetapi sekaligus merupakan sumber kesusahan kita yang paling besar pula.

Baca juga  ‘Mendengar’, Cara Menunjukkan Kasih

Apakah kita harus menjadi korban dari pikiran kita yang terus berjalan? Tidak, kita dapat mengubah diri kita yang terus-menerus berpikir menjadi terus-menerus berdoa. Ini kita lakukan dengan mengubah monolog batin kita menjadi dialog dengan Allah kita, yang merupakan sumber segala cinta. Daripada memikirkan maslahmu terus menerus, mulailah mendoakan masalahmu terus menerus.

Marilah kita keluar dari sikap mengurung diri dan kita sadari bahwa Dia yang bersemayam di dalam pusat batin kita berkenan mendengarkan dengan penuh kasih segala sesuatu yang memenuhi diri kita dan membuat diri kita cemas.

Tuhan Yesus meberkati.

 

(Eva Barus)

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *