Kapan Covid 19 berakhir?

1,283 total views, 1 views today

Hubertus Lidi OSC.

Pertanyaan  semacam sering dan  menjadi diskusi diantara kita. Jawabannya juga macam-macam. Sampai Sekarang  tak ada kata sepakat. Bahkan ada jawaban yang lebih tragis lagi bahwa Covid 19 tak akan hilang dan selalu bersama kita. Dengan demikian mulai ada narasi -narasi seperti:  ga usah cemas berlebihan, tenang menghadapinya, dan bersahabat dengan sang Covid 19. Apakah narasi-narasi seperti ini hanya mau mengatakan bahwa pertanyaan kapan Covid 19 berakhir merupakan sebuah pertanyaan yang retoris?

Kapasitas kita bukanlah  untuk mengulas kapan Covid 19 berakhir. Okelah kalau badan-badan dunia seperti WHO bertanya dan mengulasnya wajar saja, karena mereka pasti bekerja keras untuk menjinakan virus ini. Mereka memang mempunyai kapasitas untuk menanggapinya. Kepusingan kita adalah: bagaimana memutuskan mata-rantai penyebaran Covid 19 sehingga virus itu ‘tak ada pada saya, padamu. Tak ada pada kita dan mereka.’ Protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah adalah untuk memutuskan mata rantai penyebarannya.

Apa yang menjadi kepusingan kita? Kita peduli akan hidup sehat, baik pribadi maupun bersama. Pribadi misalnya kebersihan (tubuh dan pakayan), istirahat yang cukup, gizi yang cukup, dan meningkatkan imunitas tubuh. Bersama misalnya jaga jarak, pake masker berada di tempat ramai.  Kita  peduli akan  berelasi secara baru, misalnya tidak berkerumun, kalau terpaksa/terjebak pake masker, sabar dalam berantre,  ibadat dan rapat online, menjaga  dan melindungi anggota keluarga kita yang dalam usia rentan kena virus (60 tahun keatas dan 15 tahun ke bawa).  Aspek-aspek ini akan membentuk mentalitas kita menjadi : The New Normal Generation.

Saat kita lebih memperbaiki kualitas hidup dan berelasi, maka pertanyaan kapan covid 19 berakhir,  menjadi tidak penting dan relevan, karena seluruh energi terserap kepada bagaimana hidup sehat dan berelasi secara baik dan aman bagi sesama. Bukan saatnya bertanya kapan berakhir, tapi inilah saatnya  saya mengakhirinya  dengan mengikuti protokol kesehatan.

Facebook Comments
Baca juga  CATHOLIC CENTER KAM: Pusat Pastoral Katolik di Jantung kota Medan

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply