Kembangkan Bakat, Kala Karantiana Mandiri Seminari Ledalero

13,572 total views, 2 views today

Komsoskam.com- Maumere- Ajang pengembangan bakat para frater unit St. Mikhael Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Maumere
Seni adalah ekspresi jiwa. Melalui seni manusia dapat mengekspresikan dirinya, mengoptimalkan bakat dan talentanya. Selain itu dengan seni manusia dapat memproyeksikan dirinya keluar dan menjalankan salah satu fungsi seni yang paling esensial yakni fungsi katarsis (penyucian/ pembersihan jiwa).

Mikhael Voice Ledalero

Selama kurang lebih empat bulan, masyarakat Indonesia dilanda pandemi virus corona yang sangat berbahaya itu. Pemerintah menerapkan banyak kebijakan yang mengharuskan masyarakat tetap diam di dalam rumah (lockdown), menghindari kerumunan guna mencegah penyebaran virus ini. Selain itu juga berbagai mekanisme dan transaksi transportasi serta kegiatan ekonomi dihentikan dengan jangka waktu tertentu. Hal inipun berimbas juga dalam bidang pendidikan. Penerapan metode belajar jarak jauh (online) seyogianya menjadi jalan terbaik yang ditempuh agar terhindar dari infeksi virus corona.

Untuk mengisi masa-masa karantina mandiri ini, para frater unit Mikhael, Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Maumere menggelar acara the voice yakni suatu ajang tarik suara. Ajang diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan bakat seni dalam hal bernyanyi, melukis, tata panggung, puisi, seni edit mengedit, dsb. Alih-alih kegiatan ini hanya untuk bernyanyi, ternyata ajang ini menjadi wadah potensial untuk mengembangkan kreativitas di tengah “sumpeknya” masa-masa karantina. Hal yang unik pada ajang the voice Mikhael ini ialah para kontestan yang dipilih merupakan orang-orang yang “bagus” dalam hal bernyanyi, kurang berbakat dalam dunia tarik suara serta ketepatan harmoni dalam notasi musik.

Baca juga  Uskup Anicetus Sinaga Lantik 60 Lektor Akolit

Kegiatan ini diadakan pada hari minggu 28 Juni 2020, pukul 20.00 WITA di halaman depan kamar makan unit Mikhael Ledalero, Maumere. Acara ini dimulai dengan sapaan pembuka dari Pater Bernard Bunga Ama, SVD. “Acara malam ini membuktikan bahwa kita orang Flores juga bisa bernyanyi, maka bernyanyilah dan kembangkan terus potensi-potensi yang ada dalam dirimu” tukas pater Bernard selaku prefek unit Mikhael tersebut. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan sajian viol orchestra yang menampilkan instrument canon rock dari Fr. Vallent Ukat, SVD cs. Harmoni suara mengalun indah dengan kolaborasi suara Fr. Mex Gepa, SVD dan Fr. Ruben Bau, SVD dengan lagu “Rumah Kita”. “Saya akan tampil apa adanya dengan suara saya yang pas-pasan, entahkah itu fals tidak menjadi masalah bagi saya” tukas Fr. Ruben SVD, putra kelahiran Lamaknen Nualain, Belu Utara itu. Salah satu point penting yang dapat kita pelajari ialah sikap optimis. Optimisme adalah point yang penting untuk terus dikembangkan dari hari ke hari. Optimisme bukan sekedar seni menghibur diri, untuk menutupi kelemahan tetapi sebagai akses pada dunia kehidupan. Optimisme ialah daya inovasi yang terus mendorong manusia untuk memberi makna pada hidup yang telah dihidupi itu.

Acara ini semakin semarak dengan monolog puisi yang dibawakan oleh Fr. Rian Dae, SVD. Intisari puisi ini melukiskan tentang eksistensi kebhinekaan kita yang sedang dirongrong oleh rasisme, seperti yang tengah dialami oleh saudara-saudara kita di Papua. Point ini semakin dipertegas dengan persembahan tembang berjudul “Tanah Papua, Surga Kecil” yang dibawakan oleh Fr. Riki Watu, SVD dan Fr. Ivan Teme, SVD. Bersama itu indah, rasisme hendaknya kita tolak dan mari membangun Indonesia dengan legowo dan persaudaraan tanpa pandang bulu.

Baca juga  Memaknai Valentine Bersama Anak-anak SOS Waturia-Maumere

Pada penghujung acara, para juri mengumumkan para jawara acara Mikhael voice ini. Juara III diraih oleh Fr. Fill Naga, SVD, juara II diraih oleh Fr. Riki Watu SVD dan Fr. Ivan Teme, SVD dan Juara I oleh Fr. Kresna Kilo, SVD dan Fr. Geraldi Sastra, SVD dengan judul lagu “Kau tak sendiri”. Semua peserta lomba Mikhael Voice mendapatkan sertifikat dan bagi para jawara mendapatkan bingkisan hadiah ala kadarnya.
Seni adalah ekspresi jiwa. Para frater unit Mikhael Ledalero sungguh menikmati acara ini. Ini adalah ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan pengembangan kreativitas. Semoga segala potensi diri yang telah diraih ini terus dikembangkan hingga menjadi harta berharga yang tak hanya berguna untuk diri sendiri tetapi untuk semua manusia di dunia ini.

Oleh: Fr. Theobaldus Armando Seran, SVD
Penulis menetap di wisma St. Mikhael Ledalero, Maumere

Facebook Comments

Jansudin Saragih

REDAKTUR ||"Carpe diem" || Youtube : 2share4life

Leave a Reply