CU Kasih Tomok Edukasi Umat Menabung Sejak Dini

 455 total views,  1 views today

Hidup manusia tidak pernah terlepas dari materi. Ketersediaan materi yang cukup menjadi salah satu penopang kelangsungan hidup manusia. Ketersediaan materi yang cukup tidak otomatis menjamin kebahagiaan dan sebaliknya keterbatasan materi tidaklah otomatis menjadi kesengsaraan hidup manusia. Perlu mengubah cara pikir atas materi karena materi bukan menjadi tujuan hidup manusia tetapi alat untuk mempermudah hidup manusia.

Mengembangkan Manusia Melalui Credit Union (CU)

Menabung sejak dini”, slogan ini mengajak kita untuk mampu hidup berkecukupan dan berhemat serta antisipasi atas kejadian atau situasi yang tidak terduga. Menabung di CU merupakan pilihan yang tepat karena CU memiliki ciri-ciri perbankan, asuransi dan koperasi. Dalam keanggotaan CU dibangun solidaritas dan swadaya artinya sesama anggota saling membantu melalui modal yang mereka kumpulkan bersama.

CU Kasih Tomok merupakan lembaga keuangan mikro yang ada di Paroki St. Antonio Maria Claret. CU Kasih juga merupakan salah satu dari anggota Paguyuban Lembaga Keuangan Mikro Keuskupan Agung Medan (PLKM KAM).  Demi kemajuan dan pengembangan CU ini, dilakukan dengan melengkapi susunan kepengurusan, penjaringan anggota baru dari setiap Stasi, pendidikan bagi pengurus dan pendidikan bagi anggota baru.

Pada hari Selasa, 15 Juni 2021 selama 1 hari penuh CU Kasih melalui panitia pendidikan mengadakan pendidikan bagi anggota baru yang baru yang diadakan di aula Paroki. Narasumber pada pendidikan ini adalah RD. Sabat Saulus Nababan (Pastor Paroki). Dalam pertemuan ini beliau mengajak seluruh peserta agar “mengembangkan diri kita melalui CU”. Menabung bukan menyisihkan sisa-sisa belanja, tetapi menabung harus menjadi bagian dari kebutuhan. Minimal 10 % (sepuluh persen) dari pendapatan harus menjadi simpanan. Mengembangkan diri adalah proses dari yang sederhana menjadi lebih baik.

Menabung juga adalah proses dari yang kecil menjadi besar dan melalui proses menabung inilah tampak posisi manusia yang menjadi “tuan atas uang bukan hamba uang”. Bagi anggota CU uang adalah alat bukan menjadi tujuan, meminjam dari CU bukan menjadi hak melainkan tanggungjawab. Maka dengan demikian Keluarga Sejahtera yang merupakan fokus pastoral di tahun 2021 dapat terwujud apabila semakin banyak umat mengubah sifat boros dengan menjadi mau menabung. (Sr.M.Yosepha Gultom FCJM dan RD. Sabat Saulus Nababan)

Facebook Comments
Baca juga  TERTIB ADMINISTRASI GEREJA DAN SIPIL

Leave a Reply