“BUKAN SEKEDAR BERLOMBA” (Virtual Bulan Kitab Suci Nasional KAM)

271 total views, 3 views today

Dalam rangka memaknai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), umat dan biarawan-biarawati se-Keuskupan Agung Medan (KAM) dihebohkan dengan berbagai keseruan perlombaan secara daring. Perlombaan ini melibatkan seluruh umat (mulai dari tingkat anak-anak hingga dewasa) dan para biarawan-biarawati junior dari berbagai tarekat dan ordo. Adapun kegiatan yang dipertandingkan adalah: Storytelling Kitab Suci, Deklamasi Kitab Suci, Klip dan Lagu Kitab Suci, Dramatisasi Kitab Suci, Menulis Naskah Kotbah dan Berkotbah, Cipta Lagu Kitab Suci dan Kesaksian tentang kedekatan keluarga pada Kitab Suci. Sebagian besar umat yang ada di paroki-paroki KAM dan para biarawan-biarawati junior, sangat antusias mengikuti perlombaan ini, tetapi ada juga yang tidak. Mungkin karena keterbatasan informasi atau karna faktor lain. Kiranya melalui perlombaan ini, umat dan para biarawan-biarawati di Keuskupan Agung Medan semakin mampu menghidupi Sabda Tuhan melalui kedekatan dengan Kitab Suci dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga juga melalui perlombaan ini, umat dan para biarawan-biarawati yang ada di KAM, mampu melihat bakat dan potensi dalam dirinya agar bisa dipersembahkan kepada Tuhan, melalui partisipasi aktif di Gereja. Melihat antusiasme ini, saya tertarik untuk menggoreskan beberapa refleksi singkat dan sederhana yang mungkin bisa berguna untuk kita, secara khusus umat yang ada di Keuskupan Agung Medan.

 

Dekat dengan Kitab Suci

Perlombaan dalam rangka memaknai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang diselenggarakan oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM yang bekerjasama dengan beberapa komisi (Komsos, KKI, Komkep dan Komkat), bertujuan untuk mengajak dan memotivasi umat agar semakin dekat dengan Kitab Suci dan semakin mengenal Allah melalui Kitab Suci. Maka satu harapan yang pasti adalah, semoga melalui perlombaan ini, kedekatan umat pada Kitab Suci semakin terbangun dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta keluarga katolik yang sejahtera.

Mgr. Kornelius Sipayung, dalam sapaannya di Youtube Komsos KAM mengajak semua umat agar berpartisipasi aktif mengikuti setiap perlombaan karena sangat berguna untuk memotivasi umat dalam rangka mendekatkan diri dengan Kitab Suci. Maka, Mgr. Kornelius Sipayung menghimbau setiap paroki agar memotivasi dan menganimasi umat Allah untuk berpartisipasi mengikuti “perhelatan rohani” tersebut. Harapan dari Mgr. Kornelius dan adalah agar perlombaan ini tidak diikuti dan dimaknai sebagai perlombaan belaka demi merebut juara dan kemenangan, tetapi sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Kitab Suci.

 

Menggali Potensi Diri

Perhelatan akbar secara daring yang diselenggarakan di Keuskupan Agung Medan dalam rangka memaknai Bulan Kitab Suci, sungguh disambut hangat oleh umat dan para biarawan-biarawati se-Keuskupan Agung Medan. Walau diselenggarakan secara daring, namun antusiasme dan semangat umat dan para biarawan-biarawati, tetap tinggi.

Antusiasme dan semangat itu tampak dari banyaknya umat (dari berbagai paroki) dan biarawan-biarawati (dari berbagai kongregasi dan ordo) yang ikut berpartisipasi secara kompeten, kreatif dan kompetitif mengikuti gelanggang pertandingan, baik secara perorangan, kelompok maupun keluarga. Melalui perlombaan ini, umat dan para biarawan-biarawati dimotivasi untuk semakin mampu menggali potensi dan kemampuan dalam dirinya sebagai orang katolik. Penampilan dan kreasi terbaik yang di-upload di Youtube Komsos KAM, menjadi bukti bahwa banyak umat dan para biarawan-biarawati di KAM yang sangat kreatif, berpotensi dan berbobot.

Bravo…untuk seluruh umat dan para biarawan-biarawati yang yang telah menunjukkan penampilan terbaiknya. Semoga penampilan yang kita tunjukkan secara daring ini, mampu kita tunjukkan dan wujudkan secara nyata dalam keterlibatan kita melayani di Gereja. Semoga juga antusiasme ini tidak tinggal sebagai antusiasme sesaat karena dilatarbelakangi oleh pertandingan demi merebut kejuaraan dan hadiah, tetapi hendaknya antusiasme ini tetap hidup dalam kehidupan menggereja kita.

 

Bukan Demi Juara dan Hadiah

Penampilan dan karya terbaik yang ditunjukkan oleh ribuan umat yang mengikuti pertandingan merupakan salah satu indikator bahwa umat di Keuskupan Agung Medan sangat kreatif dan dan memiliki potensi diri (SDM) yang tinggi. Melalui vidio perlombaan yang telah di upload di Youtube Komsos KAM, kita dapat menilai bahwa begitu banyak umat dan biarawan-biarawati yang memiliki talenta untuk berkotbah, bernyanyi, sharing iman (seturut Kitab Suci), menghafal perikope Kitab Suci, berdeklamasi, mencipta lagu rohani, dll. Semoga potensi ini tidak hanya kita tunjukkan dalam perlombaan ini karena ingin mengejar hadiah dan juara, tetapi hendaknya kita wujudkan dalam hidup menggereja kita. “Kalau kita memiliki potensi untuk berkotbah, mari memberi diri menjadi pengurus gereja di stasi dan lingkungan. Kalau kita memiliki kemampuan untuk bernyanyi, mari dengan tulus memberi diri untuk menjadi pemazmur di gereja. Kalau kita memiliki kesaksian hidup yang bisa memotivasi orang lain, mari kita bagikan untuk orang lain. Kalau kita berbakat untuk mencipta lagu rohani, mari kita mencipta lagu untuk memuliakan dan mengangungkan Tuhan”. Dan, kirannya segala potensi ini mampu kita tunjukkan secara nyata untuk melayani Tuhan dan sesama.

Mari tetap menyadari bahwa pertandingan berharga ini, bukan pertama-tama untuk mencari juara dan hadiah, tetapi demi mendekatkan diri pada Kitab Suci dengan membaca dan merenungkannya. Jika tujuan utama kita untuk mencari juara dan hadiah, maka tujuan dasar dari perlombaan ini akan hilang. Oleh karena itu, melalui perhelatan ini, mari menunjukkan kebangkitan baru yang memotivasi kita untuk semakin mampu menyumbangkan bakat dan talenta kita untuk Allah, gereja dan dan sesama demi memperluas Kerajaan Allah di dunia. Inilah spirit yang harus kita pegang agar kita mampu menjadi katolik yang berkarakter dan militan. Mari juga memaknai perlombaan ini sebagai jalan untuk mendekatkan diri dengan Kitab Suci dan semakin mengenal Allah. Melalui penghayatan ini, Sabda Tuhan akan semakin mengakar, mekar dan berbuah dalam diri kita.

 

Iman yang Berakar, Bertumbuh dan Berbuah

Warna baru dalam memaknai Bulan Kitab Suci (karena pandemi) yang dianimasi oleh komisi-komisi KAM, hendaknya kita jadikan sebagai moment dan pelajaran berharga untuk meningkatkan iman kekatolikan kita serta semakin mengenal Allah melalui membaca dan merenungkan Kitab Suci agar iman kita semakin mengakar, bertumbuh dan berbuah. Buah dari iman itu harus kita tunjukkan melalui perbuatan itu, sebab iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.

Sebagai umat beriman katolik, hendaknya kompetisi yang telah kita ikuti, tidak kita jadikan sebagai kompetisi dan pertandingan belaka, tetapi sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan iman dan jiwa kekatolikan kita. Inilah salah satu buah dari iman kekatolikan kita. Mari juga memaknai perhelatan ini sebagai kompetisi untuk semakin menemukan kompetensi diri demi masa depan gereja yang cerah. Sekecil apapun bakat dan kemampuan yang kita miliki, mari kita syukuri dan tingkatkan agar bisa kita persembahkan sebagai persembahan yang harum mewangi kepada Tuhan. Menang dan kalah, itu soal biasa, yang penting kita sudah berpartisipasi. Sebab, tujuan utama kita bukan untuk mencari juara dan kemenangan, tetapi ikut berpartisipasi dalam memaknai Bulan Kitab Suci.

 

Dari Daring ke Doing

Jika secara daring kita mampu berlomba dengan menunjukkan kreasi dan penampilan terbaik kita, mengapa kita sering sulit memberi diri untuk bertugas di gereja dan untuk terlibat dalam mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di paroki kita? Apakah karena malu atau kurang percaya diri? Jika secara daring kita mampu berkhotbah dengan semangat yang berapi-api, bernyanyi dengan suara emas, berkesaksian yang bisa memotivasi orang lain, berdeklamasi dan mencipta lagu, mengapa secara nyata tidak kita tunjukkan di gereja? Apakah karena kurang percaya diri atau takut dianggap sok jago? Semoga melalui pertandingan secara daring ini menjadi langkah awal untuk kita dalam pempraktekkan (doing) kemampuan dan talenta yang kita miliki di dalam kehidupan menggereja kita.

Kita juga patut berterima kasih kepada komisi-komisi KAM yang telah menyelenggarakan pertandingan yang berahmat ini. Melalui progam ini, semua umat Allah yang ada di Keuskupan Agung Medan tetap mampu memaknai Bulan Kitab Suci sebagai bulan yang penuh rahmat. Semoga juga pandemi covid- 19 yang mengancam kehidupan di seluruh dunia, tidak meruntuhkan iman dan kehidupan menggereja kita. “Bukan orang beriman jika kalah dengan kesulitan”. Dalam situasi sulit ini, kita harus tetap kuat dan semakin beriman agar mampu menghadapi situasi yang terjadi. Agar iman kita semakin kuat, maka kita harus senantiasa menemukan kehendak Tuhan melalui membaca Kitab Suci. Inilah spiritualitas kekatolikan kita. Tuhan memberkati!

 

P. Masro Situmorang OFMCap

Imam Kapusin, kini berkarya di RPF Nagahuta

Facebook Comments

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply