Berpindah-pindah Gereja Harus Dihentikan, Ini Alasannya!

3,617 total views, 5 views today

Pernahkah kamu berpindah-pindah gereja? Apakah kamu merasa bersalah karena sering pindah gereja?

Berpindah-pindah gereja biasanya terjadi ketika seseorang pindah ke suatu tempat yang baru. Mungkin itu seorang mahasiswa baru atau sebuah keluarga yang pindah ke luar kota. Apapun alasannya, ketika kita berada di masa-masa transisi atau perpindahan, berkomitmen untuk tertanam di satu gereja adalah sesuatu yang menantang, dan berpindah-pindah gereja seringkali tidak terhindarkan.

Berpindah-pindah gereja untuk mencari gereja mana yang tepat mungkin terkesan sebagai langkah yang bijak. Tapi, hal ini bisa jadi berbahaya apabila terus menerus dilakukan. Di bawah ini beberapa alasan kenapa kamu harus berhenti berpindah-pindah gereja.

  • Kita membiarkan selera kita mengontrol diri kita

Salah satu alasan mengapa berpindah-pindah gereja itu berbahaya adalah itu bisa membuat kita percaya bahwa gereja semata-mata adalah tentang kita, seolah gereja itu hadir hanya untuk menghibur atau memenuhi selera kita. Pemikiran ini berbahaya. Seberapa sering kita mendengar perpecahan di gereja karena selera musik atau gaya berkhotbah yang berbeda?

Ibadah bersama jemaat di gereja bukanlah tentang kita dan selera kita. Ada suatu hal yang lebih besar dan lebih kuat yang bisa mengikat jemaat daripada sekadar soal selera musik atau gaya berkhotbah. Gereja kita adalah keluarga kita. Di dalam keluarga, tentu kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi, apakah itu memutus hubungan kita sebagai keluarga? Tentunya tidak.

  • Kita kehilangan kesempatan untuk melayani

Berpindah-pindah gereja untuk waktu yang lama juga berarti kita tidak pernah berkomitmen untuk tertanam di suatu komunitas gereja. Kita tidak pernah berakar. Kita tidak melayani di gereja yang hanya kita “kunjungi” saja. Dan ini adalah sebuah masalah yang besar. Paulus menjelaskan di beberapa suratnya bahwa gereja adalah satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota. “Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota” (1 Korintus 12:14). Karena itu, dengan berpindah-pindah gereja, kita menolak menjadi bagian dari tubuh Kristus–yang tentunya tidak sehat buat kita. Itu juga berarti kita membuat tubuh Kristus tidak mendapatkan karunia dan pelayanan yang diperlukan untuk membuatnya semakin bertumbuh.

  • Kita kehilangan kesempatan untuk menjadi bertumbuh

Beberapa dari kita mungkin suka berpindah-pindah gereja karena tidak ingin terlihat menonjol di suatu gereja. Mungkin kita takut untuk terlibat lebih aktif dalam gereja. Mungkin kita takut untuk mengambil komitmen pelayanan atau mungkin juga kita pernah terluka di gereja kita sebelumnya sehingga kita berhati-hati untuk bergabung dengan komunitas gereja yang lain.

Sekadar datang ke gereja itu mudah, tapi bukanlah sesuatu yang sehat untuk dilakukan. Pada suatu waktu ketika kami seharusnya dikelilingi oleh saudara seiman dan melayani bersama mereka, kami tidak melakukannya. Kemudian kami merasa tidak puas dengan gereja yang kami hadiri. Kami merasa ada sesuatu yang kurang dan puji Tuhan kami menyadarinya. Tuhan memanggil kami untuk bertumbuh bersama jemaat-Nya. Tuhan meyakinkan kami bahwa sekadar datang ke gereja lalu pulang bukanlah tujuan-Nya untuk gereja-Nya.

  • Tujuan Bergereja

Apakah tujuan dari Gereja? Kisah Para Rasul 2:42 berkata, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Melalui ayat ini, kami mendapatkan gambaran seperti apakah gereja mula-mula dulu. Pengajaran Alkitab yang benar, komunitas yang erat, dan doa yang teratur—semua ini seharusnya menjadi bagian dari sebuah komunitas gereja lokal.

Tapi, jangan sampai kita lupa: komunitas gereja lokal kita adalah sebagian kecil dari Gereja yang lebih besar—tubuh Kristus, mempelai-Nya, yang terdiri dari orang-orang kepunyaan-Nya di seluruh dunia dan sepanjang sejarah. Di dalam Injil, Yesus berbicara tentang gereja dengan penuh kasih sayang dan belas kasihan. Yesus mengasihi gereja-Nya. Dan jika Yesus pun mengasihi gereja, kita pun seharusnya begitu. Kita harus gigih mengupayakan gereja-Nya. Kita membutuhkan orang-orang yang mau menggali, menanamkan akarnya, bekerja keras sebagai orang-orang kepunyaan Tuhan, dan menjadi bagian dari gereja-Nya.

Artikel asli dalam bahasa Inggris: 3 Reasons Why We Should Stop Church-Shopping

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply