Benarkah Hidup Untuk Berjuang?

4,371 total views, 163 views today

Sudahkah kamu memaknai arti hidup ini? Sudahkah kamu menyadari tujuan kamu hidup dan hal yang harus kamu lakukan. Bukan tanpa alasan sebab kamu adalah orang pilihan yang berhasil menikmati kehidupan ini, Tuhan percayakan kehidupan ini untuk kamu nikmati dan mengambil maknanya. Sebagian besar orang mengatakan ‘berjuang untuk hidup’ dan sebagian lagi mengatakan ‘hidup untuk berjuang’. Lantas bagaimana dengan pendapatmu? Hidup itu memang tak selalu tentang kebahagiaan tapi tak juga selalu penderitaan. Justru karena itu hidup semakin berwarna.

Hidup itu untuk berjuang, bukan ‘berjuang untuk hidup’, karena dengan berprinsip hidup untuk berjuang maka kamu akan melakukan segalanya dengan bersungguh dan berani menjawab tantangan sedangkan jika berjuang untuk hidup artinya kamu hanya mengerjakan sesuatu untuk melanjutkan hidup semisal bekerja hari ini agar bisa mengisi perut dihari esok dan begitu hingga seterusnya.

Hidup adalah Anugerah

Terkadang ketika merasa putus asa atau kehilangan gairah hidup, kita selalu bertanya-tanya apa arti dari hidup yang penuh teka-teki ini. Membandingkan kehidupan kita dengan orang lain dan merasa bahwa mereka terlahir dengan nasib dan takdir yang begitu istimewa sementara kita ketika menjalaninya serasa sangat berat. Hal ini kerap membuat kita berpemikiran sempit bahwa Tuhan itu tidak adil, dunia ini tidak adil, lantas mengutuki nasib. Bila sampai saat ini kamu masih berpikiran seperti itu, sebaiknya kamu ubah pola pikir itu. keluarnya dari zona nyamanmu dan pandangi orang-orang sekelilingmu hingga kamu menemukan bahwa masih banyak orang lain di luar ruang lingkupmu yang mengalami ataupun menjalani hidup yang jauh lebih berat dibandingkan yang kamu alami.

Lihatnya keadaan orang lain yang tidak kamu kenal sekalipun, amati seperti apa perjuangannya. Pernahkah kamu melihat pengemis yang tidak punya rumah, melihat orang lain yang kelaparan, melihat orang lain yang kesakitan namun tidak ada yang peduli, melihat orang yang berkebutuhan khusus akan tetapi masih bisa bersyukur dengan semua keadaannya? Dari contoh-contoh itu bandingkan dengan kehidupanmu maka kamu akan mengatakan pada dirimu sendiri “ternyata aku jauh lebih beruntung dibanding mereka, sebab aku punya rumah untuk berteduh, tidak kelaparan, Tuhan memberikanku raga yang sehat, masih banyak orang sekitarku yang peduli terhadapku, bahkan aku bisa melakukan banyak hal. Pantaskah aku mengeluh kini?”

Hidup itu adalah anugerah, bila orang lain saja bisa mengucap syukur kenapa kita tidak? Ketika kamu merasa hidup ini selalu penuh dengan penderitaan, coba renungkan kembali masa-masa sulit yang dahulu bisa kamu selesaikan, ingat kembali masa-masa ketika kamu bisa tertawa lepas, menangis, dan banyak hal lagi yang telah kamu lalui. Apakah kamu masih berpikiran bahwa hidup ini hanyalah berisi penderitaan? Karena kenyataannya kamu pernah mengalami rasa bahagia dan penuh tawa. Hidup itu adalah anugerah, kita diberi kesempatan untuk belajar banyak hal dari rasa sakit, rasa gagal, rasa kecewa, rasa ditinggalkan, rasa di khianati, dan tentunya dari semua penderitaan itu menjadikan kita sebagai orang bijak yang menghargai kehidupan yang Tuhan berikan. Jadi, kurangilah mengeluh apalagi mengutuki nasib dan perbanyaknya bersyukur.

Kamu adalah orang pilihan

Kamu mungkin mengeluhkan betapa pencobaan yang kamu alami sangatlah berat. Kamu berpikiran ketidak adilan itu sangatlah nyata. Lagi dan lagi kamu hanya membandingkan diri dengan orang lain yang seolah kehidupan mereka sungguh jauh dari kata penderitaan. Padahal kamu belum melihat secara nyata seperti apa perjuangan luar dan dalam seseorang. setiap orang punya tingkat permasalahan yang bervariasi, dan memiliki strategi juga dalam menanggapi setiap perkara dalam hidupnya. Kadang kamu melihat seseorang yang tampak bahagia tapi dia sebenarnya dia menyembunyikan kesedihannya, kekurangannya dan menjadi orang yang tabah. Ada orang yang mampu berkepala dingin setiap kali menghadapi perkara, dibandingkan mengeluh dia lebih memilih diam lalu mencari jalan keluarnya. Sementara ada orang yang hanya karena menghadapi masalah kecil dia langsung mengeluh, menunjukkan raut muka yang menyedihkan sehingga orang lain iba.

Setiap perkara yang dihadapi bukan tanpa alasan, itu seperti sebuah ujian kehidupan yang menaikkan level (tantang hidup) kita. Ketika kamu menyelesaikan suatu permasalahan kamu akan merasa lega karena berhasil menyelesaikan sebuah tantangan kehidupan, kemudian Tuhan akan memberikan kamu Tantangan yang lain untuk kamu selesaikan agar menjadikan kamu sebagai manusia yang tangguh. Ketika kamu menghadapi suatu permasalahan yang berat ingatlah kembali perjuangannya ketika menghadapi permasalahan di masa lalu dan itu akan menjadi sebuah motivasi bahwa kamu pasti bisa menyelesaikan masalah yang saat ini membelitmu. Kamu adalah orang pilihan dalam menghadapinya karena belum tentu orang lain mampu bertahan bila berada diposisimu, belum tentu orang lain lebih cepat menyelesaikannya dibandingkan kamu dan belum tentu juga orang lain mampu mengambil makna dari kesusahan yang dialami seperti dirimu. Tuhan telah memilihmu untuk menyelesaikan ujian kehidupan itu dengan harapan agar kamu menjadi contoh maupun inspirasi bagi sesamamu yang kelak akan berada pada posisimu kini.

Belajar sampai mati

Setiap hari tanpa kita sadari kita telah belajar, mulai dari hal terkecil hingga terbesar. Misalnya kita belajar arti memberi, bersyukur, belajar memahami perasaan orang lain, belajar menghadapi setiap tantangan, dan masih banyak lagi. Sebenarnya kita tidak akan pernah berhenti balajar selagi kita masih hidup, belajar bukan hanya disekolah yang akan ada masanya semuanya selesai dan dinyatakan lulus. Kita belajar di ruang lingkup yang lebih besar dari sekolah yakni kehidupan. Kehidupan mengajarkan kita banyak hal dimulai dari bagaimana caranya bertahan hidup, menjalani setiap tantangan, dan menjadi sosok yang ditiru oleh orang lain karena dianggap berhasil menyelesaikan tantangan itu.

Tanpa kita sadari kepahitan hidup, kesukaran, pencobaan, ketidak adilan, kesedihan, dan ketakutan adalah guru kehidupan yang baik karena dia mengajarkan kita menjadi orang yang tangguh. Kita akan dinyatakan lulus apabila kita mampu menyelesaikannya tantangan itu dengan bijak. Menjadi orang bijak artinya kamu telah menjadi orang yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap detik hidupmu, menerima tantangan kehidupan dari Tuhan, senantiasa mengucap syukur dalam kesesakan, dan mampu mengambil makna dari setiap masalahmu.

Ketika kamu dipilih Tuhan untuk menikmati hasil karyanya di bumi itu tandanya kamu berani untuk berjuang. Ketika kamu terpilih untuk hidup di dunia yang keras itu artinya kamu memilih untuk siap berjuang dan melaluinya semuanya tidak terlepas dari pernyataan Tuhan. Hidup itu untuk berjuang, bukan sekedar hidup lalu melakukan apapun yang kita mau melainkan menuruti kehendak Tuhan termasuk suka duka yang diberikan. Hidup itu untuk berjuang karena dengan demikian kamu akan melakukan hal yang besar, melakukan perubahan, perkembangan, menjadi bagian dari harapan orang lain, dan menguatkan orang yang pernah mengalami masa-masa sulit seperti yang pernah kamu alami, tentunya juga menjadi sosok yang bersyukur dan mencintai ketidaksempurnaan diri.

Melly Andriani Br Ginting *Penulis adalah Alumni SMA Van Duyhoven, Saribudolok.

Jansudin Saragih

"Carpe diem" | Youtube : 2share4life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *