Bahan Sosialisasi BKSN 2020

 30,779 total views,  1 views today

Penjelasan tentang Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2020.

Saudara-saudari, keluarga-keluarga, dan seluruh umat Keuskupan Agung Medan. Kami dari Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Medan, saya …. (sebutkan namanya) pada kesempatan ini akan menyosialisasikan “Petunjuk praktis pelaksanaan pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2020”. 

Tidak lama lagi, yakni pada bulan September, kita akan memasuki Bulan Kitab Suci Nasional atau yang biasa disingkat dengan BKSN. Gereja Katolik yang ada di Indonesia menetapkan Bulan Kitab Suci Nasional dengan maksud untuk mengajak umat memberi perhatian secara khusus terhadap Kitab Suci. Mengapa harus bulan September? Bulan September dipilih sebagai Bulan Kitab Suci Nasional karena Gereja Katolik Indonesia mau mengenang Santo Hieronimus, seorang tokoh yang sungguh memberi perhatian pada Kitab Suci. Ia merupakan penerjemah Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Terjemahannya di beri nama Vulgata dan menjadi sumber dan acuan untuk Kitab Suci Gereja Katolik. Ungkapan terkenal Hieronimus: “Tidak mengenal Kitab Suci, tidak mengenal Kristus”. Kematiannya diperingati setiap tanggal 30 September.

Tema dan Subtema

Pada setiap moment Bulan Kitab Suci Nasional, senantiasa ada tema yang didalami. Untuk keuskupan kita, beberapa tahun terakhir, temanya ditentukan sendiri seturut Fokus Pastoral yang sedang didalami, sambil tetap memperhatikan tema yang ditetapkan oleh LBI. 

Tahun lalu, kita sudah mendalami tema tentang “Keluarga Katolik Hidup Memasyarakat seturut Kitab Suci”. Tema ini dirumuskan berdasarkan Fokus Pastoral KAM 2019, yakni “Keluarga Memasyarakat”. Melalui tema ini, setiap kelu       arga Katolik yang ada di keuskupan kita diajak untuk menjadikan Kitab Suci, yang berisi sabda Allah, sebagai dasar dalam mewujudkan hidup memasyarakat. Semakin keluarga membiasakan diri membaca, merenungkan, dan mengamalkan isi Kitab Suci, semakin keluarga mampu untuk hidup memasyarakat.  

Tahun 2020, fokus pastoral KAM yaitu “Keluarga Sejahtera”. Tema BKSN yang hendak didalami yakni: “Membangun Keluarga Katolik Sejahtera seturut Kitab Suci”. Tema ini akan didalami dalam empat kali pertemuan. Adapun subtema yang didalami dalam keempat pertemuan yakni: (1) Meningkatkan Semangat Kerja, (2) Sejahtera Jasmani dan Rohani, (3) Menjadi Pribadi yang Berkembang, dan (4) Membangun Masyarakat Sejahtera. 

Sekedar informasi saja, tema BSKN yang ditentukan oleh LBI yakni “Mewartakan Kabar Baik di Tengah Krisis Iman dan identitas-Akibat Pandemi Covid-19”. 

 

Hal-hal yang harus diperhatikan

Untuk membantu umat (keluarga-keluarga) dalam mendalami tema yang telah ditentukan, Komisi Kerasulan Kitab Suci menyediakan bahan pendalaman dan bahan disediakan dalam 5 bahasa, yakni: Indonesia, Toba, Simalungun, Karo, dan Pakpak. Biasanya, bahan didalami  di lingkungan. Namun, karena wabah Covid-19 yang sampai saat ini masih menyelimuti, maka pendalaman diadakan di dalam keluarga. Sebelum kita masuk pada langkah-langkah pendalaman, silakan perhatikan beberapa hal berikut ini:  

Waktu pelaksanaan pendalaman

Kegiatan pendalaman tema BKSN dilaksanakan pada September 2020. Setiap minggu akan didalami satu subtema. Sehubungan dengan waktu pelaksanaan pendalaman, silakan keluarga menentukan waktu (hari dan jam-nya) sendiri (antara Senin-Minggu). 

Bahan pendalaman

Bahan untuk pendalaman sudah akan dikirim ke setiap paroki selambat-lambatnya pada Minggu ketiga bulan Agustus 2020. Bahan yang dikirim yakni bahan yang sudah dicetak sebagai sampel, untuk difotocopy jika perlu dan bahan dalam bentuk file yang akan dibagikan lewat WA atau email. File yang dikirim ke Paroki kiranya juga dikirim kepada setiap umat sejauh bisa. 

Pemandu dan peserta

Kegiatan pendalaman Kitab Suci dilakukan di tengah-tengah keluarga. Pesertanya adalah seluruh anggota keluarga yang ada dalam satu rumah. Yang memimpin kegiatan pendalaman ini yaitu orangtua (ayah atau ibu) atau salah seorang anggota keluarga yang mampu memandu kegiatan pendalaman. Pemandu memandu bahan berdasarkan bahan yang telah disediakan oleh Komisi.

Sarana

Sarana yang diperlukan dalam kegiatan pendalaman yakni: Kitab Suci, salib, lilin, buku lagu/nyanyian (bahasa Indonesia atau bahasa daerah), kertas (misalnya HVS) setidaknya 2 lembar, dan pulpen. Baik bila Kitab Suci disediakan sejumlah anggota keluarga yang sudah bisa membaca. Jika tidak, boleh satu Kitab Suci dipakai untuk 2 orang. Silahkan disiasati agar setiap anggota bisa ikut terlibat aktif membaca teks Kitab Suci yang ditentukan. Salib dan lilin ditempatkan pada tempat yang layak. Lilin dinyalakan sebelum kegiatan dimulai.  

Pentakhtaan Kitab Suci 

Dihimbau agar setiap keluarga mentakhtakan Kitab Suci di rumahnya selama Bulan September. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan situasi khas Bulan Kitab Suci Nasional. 

Kolekte/Celengan BKSN

Setiap keluarga juga membuat kolekte selama kegiatan pendalaman BKSN. Celengan ini nantinya diserahkan ke paroki.  

Langkah-Langkah Kegiatan Pendalaman

Selanjutnya, agar kegiatan pendalaman di dalam keluarga berjalan dengan baik, maka harus dipahami urutan dari kegiatan pendalaman dan muatan dari setiap bagian. Urutan pendalaman yakni sebagai berikut: Lagu Pembuka, Tanda Salib, Pengantar, Pernyataan Tobat, Doa Pembuka, Penghormatan Kitab Suci, Bacaan Kitab Suci, Pendalaman Kutipan, Doa Permohonan, Doa Bapa Kami, Doa Penutup, Tanda Salib, dan Lagu Penutup. 

Berikut beberapa keterangan yang perlu untuk diperhatikan:    

Tentang Lagu (Pembuka dan Penutup

Dalam panduan, nomor-nomor lagu sudah ditentukan. Silakan ikuti saja yang sudah ditentukan. Namun, bila lagu sungguh belum dikenal, maka silakan ganti dengan lagu lain yang sesuai. 

Tanda Salib (Pembuka dan Penutup) 

Rumusannya sudah disediakan dalam panduan. Silakan gunakan rumusan yang sudah ada.

Pengantar

Baik bila yang dalam setiap kegiatan ada pengantar. Muatan pengantar yakni sapaan kepada keluarga, mengingatkan tema pendalaman tahun 2019 (untuk pertemuan 1), mengingatkan subtema sebelumnya (pertemuan 2-4), mengajak anggota keluarga untuk masuk ke dalam pendalaman. Rumusan pengantar juga sudah disediakan. Boleh menggunakan rumusan yang ada, tapi boleh juga dibuat sendiri dengan memperhatikan muatan dari pengantar yang sudah disebutkan tadi. 

Pernyataan Tobat

Rumusannya sudah dibuat dalam panduan. Silakan gunakan yang ada. Bagian ini boleh dibuat boleh tidak. 

Doa pembuka

Rumusan doa pembuka sudah disediakan. Muatan dari doa pembuka adalah syukur atas kesempatan untuk berkumpul dan mohon terang Roh Kudus dan penyertaan atas kegiatan. Silakan gunakan rumusan yang ada. Jika rumusan diganti, upayakan agar muatan tetap sama.   

Pernghormatan Kitab Suci

Ada dua cara yang disediakan. Sebaiknya gunakan cara 2. Namun, jika tidak memungkinkan karena harus latihan bernyanyi, maka silakan gunakan cara 1. 

Catatan: Bagian penghormatan bisa dibuat simulasinya. 

Cara 1:

Semuanya berdiri. Selanjutnya, pemandu mengangkat Kitab Suci agak tinggi (lebih tinggi dari kepala). Setelah itu, dalam sikap hormat, sembari mengatupkan tangan di depan dada, anggota keluarga diajak untuk mengarahkan pandangan terhadap Kitab Suci yang diangkat (kira-kira 2-3 menit). Setelah itu Kitab Suci diturunkan, semuanya duduk, dan dilanjutkan dengan bacaan kutipan.  

Silakan lihat contoh berikut ini: Klik disini (Panduan BKSN 2020)

Cara 2:  

Semuanya berdiri. Selanjutnya, pemandu mengangkat Kitab Suci agak tinggi (lebih tinggi dari kepala). Setelah itu, dalam sikap hormat, sembari mengatupkan tangan di depan dada, anggota keluarga diajak untuk mengarahkan pandangan terhadap Kitab Suci yang diangkat. Pada waktu itu, pemandu menyampaikan rumusan yang telah disediakan di bawah dalam buku panduan dan ditanggapi oleh anggota keluarga dengan menyanyikan lagu dari Puji Syukur No. 853. 

Silakan lihat contoh beriku ini: (video)

P  Inilah sabda Allah, yang menjadi sumber iman tertinggi bagi umat Kristiani. 

Ulangan:

PS No. 853: Sabda-Mu Ya Tuhan, do=f, 2/4

U 1     .__   _2   | 3____   __1    2__   ______3   |  2  .  | 2__ _2   3__   ________4   | 3__   ____________ _1    2__   ____3   | 2     .__  1   | 1 . ║

Sabda- Mu ya Tu-han                a-dalah     Roh dan   kehi-du-     pan.

P  Inilah sabda Allah, sabda kehidupan yang menjadi pedoman bagi kita dalam hidup sehari-hari. 

U   Sabda-Mu ya Tuhan adalah Roh dan kehidupan. 

P Inilah sabda Allah, sabda kehidupan, yang mengajarkan kebenaran dan kasih kepada kita. 

U  Sabda-Mu ya Tuhan adalah Roh dan kehidupan. 

Bacaan Kitab Suci 

Pertama-tama dibacakan oleh petugas yang telah ditentukan. Pada awal saat membaca petugas mengatakan: Bacaan dari Kitab/Surat bab (sekian) ayat (sekian) sampai dengan ayat (sekian). Setelah membaca petugas mengatakan: “Demikianlah Sabda Tuhan”. Jawaban peserta, jika bacaan dari Injil: “Terpujilah Kristus” dan jika bacaan bukan dari Injil: “Syukur kepada Allah”. Selanjutnya, diupayakan agar kutipan dibaca sekali lagi secara bergantian oleh anggota keluarga: boleh satu-satu ayat, boleh juga ayat genap dan ganjil, atau cara lain.

Pendalaman Kutipan

Dalam pendalaman, setiap anggota keluarga diminta untuk mencari ayat atau kalimat atau kata yang berkesan dari perikop yang ada hubungannya dengan subtema yang sedang didalami. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak keluarga menjadi semakin dekat dengan Kitab Suci. Bila mungkin setiap anggota keluarga bisa menjelaskan secara singkat bagian yang berkesan. Bagian yang berkesan itu dituliskan pada kertas. Lihat contoh berikut ini: 

Bisa disertai dengan contoh slide.

Yang berkesan untuk Ayah: …

Yang berkesan utuk Ibu: …

Yang berkesan untuk Anak 1 (sebutkan namanya): …

Yang berkesan untuk Anak 2 (sebutkan namanya): …

Yang berkesan untuk Anggota keluarga lainnya (Kakek, Nenek, Paman, Bibi, dlsb): … 

Setelah itu, dilanjutkan dengan menggali pesan dan merencanakan niat/aksi. Untuk membantu (mempermudah) dalam menemukan pesan dan membuat (aksi/niat) sudah disediakan pertanyaan panduan. Silahkan digunakan. Jawaban atas pertanyaan itu adalah pesan (niat) yang akan dikerjakan. Baik bila jawaban itu juga dituliskan agar menjadi pengingat. Lihat contoh berikut ini: 

Bisa disertai dengan contoh slide.

Setelah itu, dilanjutkan dengan rangkuman. Bagian rangkuman ini berisi tentang penjelasan atas kutipan secara singkat dan pesan kutipan. Silakan gunakan saja yang ada. 

Doa permohonan, Doa Bapa Kami, dan Doa Penutup. 

Doa permohonan sudah disediakan. Silakan gunakan saja. Bila ada ujud lain, silakan ditambah. Setelah doa permohonan dilanjutkan dengan Doa Bapa Kami dan Doa Penutup. 

Pendalaman ditutup dengan Tanda Salib dan Lagu Penutup.

Demikianlah langkah-langkah pendalaman bahan BKSN di dalam keluarga. Kami berharap dengan penjelasan ini, akan semakin banyak keluarga yang mengadakan pendalaman dan mudah-mudahan penjelasan ini membantu bagi setiap keluarga. Mari kita mengisi Bulan Kitab Suci Nasional dengan kegiatan penuh makna. Mari kita membuatnya meriah.

LOMBA BKSN 2020

Kami juga ingin menginformasikan bahwa dalam rangka memeriahkan/mengisi BKSN juga akan diadakan kegiatan perlombaan secara daring. Perlombaan yang dibuat yakni

Storytelling Kitab Suci, Deklamasi Kitab Suci, Dramatisasi Kitab Suci, Kotbah, Klip Lagu Kitab Suci, Cipta Lagu Kitab Suci, dan Kesaksian tentang kedekatan keluarga pada Kitab Suci. 

Informasi lebih lanjut tentang ini bisa Anda hubungi kami, Komisi Kerasulan Kitab Suci dan Komsos KAM. Selamat menyongsong Bulan Kitab Suci Nasional

Facebook Comments

Leave a Reply