
Mgr. Ronald Hicks,Uskup Agung New York saat berkotbah di Katedral St.Patrice, New York (AFP or Licrnsors)
Oleh Deborah Castellano Lubov
EW YORK, KOMPAS — Uskup Agung New York, Ronald Hicks, menyambut hangat ensiklik pertama Paus Leo XIV berjudul Magnifica Humanitas. Dalam wawancara dengan Vatican News, ia menyebut dokumen tersebut sebagai teks yang sangat relevan dan penting untuk menjawab tantangan dunia yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan (AI).
Menurut Hicks, Paus Leo XIV menunjukkan kepekaan terhadap persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat global. Alih-alih menolak perkembangan teknologi, Gereja diajak terlibat aktif dalam dialog mengenai penggunaan AI secara etis. Ensiklik tersebut menekankan pentingnya tata kelola yang bertanggung jawab, kerja sama berbagai pihak, serta pemanfaatan teknologi demi kesejahteraan bersama dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Hicks melihat respons yang sangat positif terhadap dokumen ini, bahkan dari kalangan non-Katolik. Banyak pihak menilai Gereja mengambil peran penting dalam membahas dampak AI yang masih belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Pertanyaan mendasar yang diajukan ensiklik itu adalah: “Apa arti menjadi manusia di era kecerdasan buatan?”
Salah satu perhatian utama Hicks adalah dampak AI terhadap dunia kerja. Ia mengatakan banyak kaum muda di keuskupannya khawatir bahwa bidang studi dan profesi yang mereka tekuni saat ini mungkin tidak lagi relevan dalam satu dekade mendatang karena digantikan teknologi. Menurutnya, ensiklik ini memberikan arah dan kerangka refleksi untuk menghadapi kecemasan tersebut.
Hicks juga melihat hubungan langsung antara Magnifica Humanitas dan ensiklik sosial bersejarah Rerum Novarum. Sebagaimana Rerum Novarum menjawab tantangan Revolusi Industri, Magnifica Humanitas dinilai akan menjadi pedoman Gereja dan masyarakat dalam menghadapi revolusi digital yang dipicu AI.
Bagi Gereja, dokumen ini memiliki nilai pastoral yang besar karena menegaskan kembali martabat manusia, relasi antarmanusia, dan panggilan untuk melihat wajah Allah dalam sesama. Hicks meyakini ensiklik tersebut akan menjadi rujukan penting bagi generasi mendatang dalam membangun dunia yang lebih manusiawi di tengah kemajuan teknologi.(VATICAN NEWS, 29 Mei 2026)