TAHTA SUCI UNGKAP KESEDIHAN ATAS KEMATIAN VINCENT LAMBERT

726 total views, 2 views today

Komsoskam.com – Vatican – Paus Fransiskus menyatakan kesedihan atas kematian Vincent Lambert, orang lumpuh Prancis yang telah berada dalam keadaan vegetatif selama satu dekade. Pria berusia 42 tahun itu meninggal Kamis 11 Juli pagi di Rumah Sakit Sebastopol di Reims, setelah petugas medis pada 2 Juli mematikan sistem makanan dan air yang membuatnya tetap hidup sejak kecelakaan sepeda motor pada 2008.

“Semoga Tuhan Bapa menyambut Vincent Lambert dalam pelukannya,” kata Paus melalui tweeternya. “Janganlah kita membangun peradaban yang membuang orang-orang yang kehidupannya tidak lagi kita anggap layak untuk dijalani. Setiap kehidupan berharga, selalu,” tambah Bapa Suci Paus Fransiskus. Dalam kesempatan berbeda, Alessandrro Gisotti, Direktur ‘ad interim’ Kantor Pers Takhta Suci, juga mengungkapkan kesedihan mendalam. “Kami menerima dengan sedih berita kematian Vincent Lambert,” kata  Alessandro Gisotti, dalam sebuah pernyataan singkat. “Kami berdoa agar Tuhan menerima dia ke dalam rumah-Nya dan mengungkapkan kedekatan kami dengan orang-orang yang dicintainya dan semua yang, hingga saat terakhir, telah berkomitmen untuk membantunya dengan cinta dan pengabdian, ”tulis Gisotti.

” Seperti diingatkan oleh Paus Fransiskus, Allah adalah satu-satunya penguasa kehidupan dari awal hingga akhir yang wajar dan merupakan tugas kita untuk menjaganya selalu dan tidak untuk menyerah pada budaya kotor ” tegas Gisotti.

Kepergian Vincent Lambert menarik perhatian dunia, setelah Istri Lambert dan beberapa saudara kandungnya ingin agar perawatan dihentikan setelah melihat dan mendengar keterangan dari dokter. Namun orangtua Vincent, Pierre dan Vivianne – keduanya penganut Katolik yang taat – serta dua orang saudaranya berkeras bahwa perawatan Vincent harus tetap dilanjutkan. Perdebatan panjangpun terjadi hingga melalui jalur hukum yang panjang.

Dokter akhirnya bertindak sesuai dengan putusan akhir oleh Cour de Cassation, pengadilan tertinggi Prancis. Ayahnya, Pierre Lambert, 90, meggambarkan keputusan pengadilan kasasi itu sebagai “pembunuhan tersembunyi” dan “eutanasia”.

Namun istri Vincent Lambert dan banyak orang lain berpendapat bahwa membiarkan Vincent meninggal dunia merupakan jalan kemanusiaan.

Paus Fransiskus juga telah mengajukan berbagai permohonan untuk menjaga kehidupan manusia sampai akhir alaminya, termasuk dalam kasus Lambert. Bapa Suci dalam tweetnya menyampaikan doa untuk orang sakit yang ditinggalkan dan dibiarkan mati. “Suatu masyarakat adalah manusia jika ia melindungi kehidupan, setiap kehidupan, dari awal hingga akhirnya, tanpa memilih siapa yang layak untuk hidup atau siapa yang tidak. Dokter harus melayani kehidupan, bukan mengambilnya.”

Presiden Akademi Kepausan Vatikan untuk Kehidupan, Uskup Agung Vincenzo Paglia, memposting sebuah tweet setelah kematian Lambert. Dia mengatakan bahwa seluruh bagian Akademi berdoa untuk keluarga Lambert, para dokter dan semua yang terlibat dalam kasus ini. “Kematian Vincent Lambert dan sejarahnya adalah kekalahan bagi kemanusiaan kita,” tambahnya. Berdasarkan laporan Robin Gomes/Vatican News/BBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *