Renungan Harian Mgr Kornelius Sipayung OFMCa, Jumat Pekan XXX Masa Biasa

Flp 1:1-11; Mzm 111; Luk 14:1-6

Allah yang Memulai Pekerjaan Baik Akan Menyempurnakannya

Saudara-saudari yang terkasih, semoga Tuhan memberimu damai dan kebaikan.

Komsoskam.com|| St. Paulus menyampaikan sebuah keyakinan iman yang sangat meneguhkan: “Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya” (Flp 1:6). Sabda ini mengingatkan kita bahwa karya keselamatan bukan pertama-tama usaha manusia yang meminta bantuan Allah, melainkan karya Allah yang mengundang manusia untuk mengambil bagian di dalamnya. Allah yang memulai, Allah yang menyertai, dan Allah pula yang membawa karya-Nya menuju kepenuhan. Karena itu, dasar pengharapan kita bukanlah kehebatan atau kemampuan manusia, melainkan kesetiaan Allah. Paulus yakin bukan karena manusia tidak mungkin gagal, melainkan karena Allah tidak pernah mengingkari kesetiaan-Nya.

Keyakinan Paulus lahir dari pengalaman nyata. Ketika ia mewartakan Injil di Filipi, Tuhan membuka hati Lidia untuk menerima Sabda-Nya (Kis 16:14). Ketika Paulus dan Silas dipenjarakan, Allah justru membuka jalan bagi pertobatan kepala penjara dan keluarganya (Kis 16:25–34). Paulus sendiri, yang dahulu menganiaya Gereja, diubah oleh rahmat Kristus menjadi seorang rasul. Dari pengalaman ini, Paulus menyadari bahwa Allah mampu menghadirkan kebaikan bahkan melalui kelemahan, penderitaan, dan keadaan yang tampaknya tanpa harapan. Namun, rahmat Allah tidak membuat manusia menjadi pasif. Tuhan membuka hati Lidia, tetapi Lidia menanggapinya dengan iman. Tuhan memanggil Paulus, tetapi Paulus menjawab dengan seluruh hidupnya. Rahmat Allah tidak menggantikan tanggung jawab manusia, melainkan memampukan manusia untuk bekerja sama dengan-Nya.

Dalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang yang sakit pada hari Sabat. Ketika orang lain sibuk mempersoalkan aturan, Yesus justru menghadirkan kasih yang menyelamatkan. Inilah pekerjaan baik Allah yang harus kita teruskan dalam kehidupan sehari-hari. Allah menggerakkan hati kita untuk mengampuni, tetapi kita harus berani melepaskan dendam. Allah mengundang kita untuk hidup jujur, tetapi kita harus menolak kebohongan. Allah menghendaki perdamaian, tetapi kita harus berani membangun persaudaraan. Karya Allah menjadi nyata ketika kita membuka hati terhadap rahmat-Nya dan mewujudkannya dalam tindakan kasih.

Saudara-saudari yang terkasih, mungkin kita sedang menghadapi kesulitan, kegagalan, atau perjuangan yang belum membuahkan hasil. Jangan kehilangan pengharapan. Allah belum selesai bekerja dalam hidup kita. Paulus tidak menjanjikan bahwa semua rencana kita pasti berhasil, tetapi ia meyakinkan bahwa Allah tetap setia membawa karya keselamatan-Nya menuju kepenuhan dalam Kristus. Optimisme manusia berkata, “Aku akan berhasil karena aku mampu.” Pengharapan kristiani berkata, “Aku akan tetap setia berusaha karena Allah yang menyertai aku adalah setia.” Maka, jangan berhenti berbuat baik meskipun belum melihat hasilnya. Jangan berhenti mengasihi meskipun tidak dihargai. Jangan berhenti berharap meskipun perjalanan terasa berat. Allah yang memulai pekerjaan baik tidak akan meninggalkan kita. Tugas kita ialah tetap percaya, bekerja sama dengan rahmat-Nya, dan setia melakukan kebaikan.
Amin.

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com