RAHMAT ALLAH DAN USAHA MANUSIA

315 total views, 5 views today

KOTBAH MINGGU | RP FRANS SITUMORANG OFMCap.

Yes 66:18-21; Ibr 12: 5-7.11-13; Luk 13:22-30/Hari Minggu Biasa XXI

Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus mengajar para murid mengenai Kerajaan Allah. Ketika seseorang bertanya tentang jumlah orang yang akan diselamatkan, Yesus tidak menjawab secara langsung, tetapi menyampaikan metafora yang memuat empat sabda peringatan.

Yesus menjelaskan bahwa orang hanya bisa masuk Kerajaan Allah bila siap berjuang melalui pintu yang sesak. Kiasan ini hendak menggambarkan bahwa jalan menuju keselamatan itu tidak populer dan sulit, berbeda bahkan bertentangan dengan jalan yang biasa dan mudah, yang diajarkan pemimpin lain. Yesus menekankan perlunya perjuangan, karena jalannya sempit dan waktunya sedikit. Selain usaha manusia, rahmat dan belas kasih Allah amat penting. Masuk dalam Kerajaan Allah tergantung pada tuan rumah yang mempunyai otoritas membuka atau menutup pintu. Yang hedak ditekankan ialag perlunya perpaduan antara usaha manusia dan rahmat Allah.

Penyebab lain yang mengakibatkan orang tidak bisa masuk ialah karena pintu telah ditutup dan dikunci. Tuan rumah tahu dan mengenal kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di luar sehingga menutup dan mengunci pintu rumah. Mereka bukanlah sahabat tuan rumah walau mereka telah makan dan minum bersama dia serta mendengarkan ajarannya, tetapi mereka tetap melakukan kejahatan. Mengenal dan mendengar ajaran Yesus belum cukup sebagai modal untuk masuk ke dalam surga. Hanya mereka yang melaksanakan ajara-Nya dapat menikmati Kerajaan Allah.

Mereka yang masuk ke dalam Kerajaan Allah akan bersukacita. Situasi ini kontras dengan yang dialami oleh mereka yang berada di luar, di mana ada ratapan, kesedihan, kemarahan dan kebencian. Kerajaan Allah terbuka bagi semua orang dari empat penjuru bumi, yaitu mereka yang masuk lewat pintu yang sempit dan sesak serta melakukan perjuangan yang serius.

Pada akhirnya, Yesus berkata, “Sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi yang pertama dan ada orang yang pertama akan menjadi orang yang terkahir.” Yesus mengingatkan bahwa sikap percaya diri bisa menjadi bumerang. Orang Yahudi menganggap orang bukan Yahudi tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah, tapi mereka menolak Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus. Orang-orang bukan Yahudi justru membuka diri dan bertobat. Melalui kata-kata yang memuat pembalikan nasib ini, para murid diingatkan untuk tidak menganggap diri sebagai yang utama dan suci karena itu merasa diri aman dan tidak berjuang.

Keselamatan adalah buah perjuangan melalui pintu yang sempit, yaitu jalan keselamatan yang tidak populer dan sulit, yang diajarkan Yesus. Jalan itu mesti kita lewati dengan sikap rendah hati. Keangkuhan dan perasaan aman termasuk rintangan besar untuk memasuki Kerajaan Allah. Kita harus berusaha sekaligus berharap akan rahmat dan belas kasih Allah yang telah mencurahkan rahmat-Nya dalam Putera-Nya. Hidup seturut teladan dan ajaran Yesus akan menghantar kita masuk ke dalam Kerajaan Allah, karena Dialah tuan rumah yang membukakan pintu bagi orang yang setia kepada-Nya dan menyediakan perjamuan abadi si surga. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *