Pertanian dan Peternakan Organik, Peluang Kesejahteraan Ekonomi Umat Paroki Tomok

1,215 total views, 1 views today

Komsoskam.com- Tomok- Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia, dan menyambut TPP Kam 2020 yakni Keluarga Sejahtera, paroki St. Antonio Maria Klaret Tomok mengadakan seminar sehari pada Kamis 24 Oktober 2019 di Aula Paroki St. Maria Klaret Tomok. Seminar sehari itu dilaksanakan dengan tema “Peluang  Pariwisata Samosir, Mengembangkan Pertanian, Peternakan untuk meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Umat”

Seminar ini dimotori oleh Pastor Paroki yakni RD Sabat Nababan bersama dengan seksi PSE Paroki dan dihadiri lebih dari 100 peserta yang mewakili umat dari 18 stasi yang ada di paroki St. Antonio Maria Klaret Tomok. Pastor Sabat sendiri juga menjadi pembawa bahan seminar dan ditemani oleh dua orang umat dari paroki Onan Runggu yakni Bapak Gultom dan Bapak Sitinjak yang telah dilatih oleh Komisi PSE sejak tahun 2008 dan telah menerapkannya dan sudah mengalami kesuksesan. Pelaksanaan seminar ini juga tidak terlepas dari dukungan yayasan Caristas PSE KAM.

Dalam kata sambuntannya, seksi PSE Paroki Tomok, Bpk. J. Tamb dan J. Sigiro mengajak peserta untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan seminar sehari ini, memperluas wawasan melihat kemungkinan pengembangan usaha. Ketua pelaksana DPP bapak E. Harianja juga menekankan kepada peserta bahwa pangan bukan sekedar urusan petani tetapi semua yang membutuhkan pangan agar menghargai pangan dan berdaulat atas pangan.

RD Sabat Nababan yang memang telah berpengalaman dibidang pengembangan sosial ekonomi umat menggagas seminar ini dengan melihat peluang dan potensi pengembangan pariwisata Samosir yang sangat besar di tengah kehidupan umat Paroki St. Antonio Maria Klaret Tomok. RD Sabat Nababan mengingatkan  bahwa geliat pemerintah dalam mengembangkan Parawisata Samosir yang diorganisir BOPDT (Badan OtoritaParawisata Danau Toba) sudah semakin nyata dengan perbaikan infrastruktur jalan lingkar pulau Samosir. Gerakan ini secara visioner hendaknya ditangakap sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat dengan perjuangan merobah pola pikir, pola merasa dan pola bertindak umat sehingga menagkap peluang ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Masyarakat Samosir umunya dan  khususnya Umat Katolik di paroki St. Antomio Maria Klaret hendaknya menjadi pelaku atas kesuksesan pariwisata dan ekonomi Samosir; bukan menjadi penonton dan bahkan menjadi budak di tanah sendiri. Untuk mengobah pola pikir, rasa dan bertindak ini hendak ditempuh melalui pemberian informasi yang seimbang dalam seminar sehari sehingga wawasan umat menjadi makin luas dan termotivasi untuk memilih bentuk usaha peningkatan ekonomi keluarganya.

Dengan diadakannya seminar sehari ini hendaknya tumbuh kesadaran bagi semua peserta bahwa pangan adalah hal hakiki bagi semua. Semakin sadar dalam memanfaatkan peluang pembangunan parawisata untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga. Tumbuh gerakan mengusahakan pangan yang sehat dan berkualitas melalui gerakan pertanian organik dan mengoptimalkan pekarangan rumah untuk bertanam sayuran. Berkembang agrowisata sebagai destinasi yang dikunjungi para wisatawan.

Untuk meyakinkan peserta seminar atas pola pertanian organik bapak Gultom mendemonstrasikan cara pembuatan pokok oraganik cair, pestisa nabati, dan berbagi pengalaman bahwa dengan cara bertani secara oganik, semakin menguntungkan bagi keluarga. Bapak Gultom menekankan bahwa usaha tani menjanjikan keuntungan. Pilihan bertani dengan metode organik akan menghemat biaya produksi dan rahmah lingkungan. Bapak Sitinjak berbagi pengalaman bahwa beternak bukan sekedar sampingan tetapi keterpaduan antara ternak dan pertanian. Limbah ternak diolah secara organik akan menyuburkan tanaman dan hasil tanaman menjadi pakan untuk ternak.

Peserta yang menghadiri seminar ini mengaku sangat bersyukur berkesempatan mengikuti seminar ini. Mereka mengakui bahwa kurangnya pengetahuan dan motor penggerak membuat pola pikir mereka tidak menjangkau segala peluang dan tantangan yang terbentang dihadapan mereka. Peserta melihat seminar ini sangat bermanfaat untuk pengembangan ekonomi masyarakat Samosir yang mayoritas petani, peternak dan pedagang. Diharapkan bahwa seminar sehari ini tidak hanya beagian dari ritual kemasyarakatan yang kemudian menghilang tanpa bekas. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan seminar sehari ini, akan dikembangakan komunitas-komunitas basis bidang pertanian dan peternakan serta bidang-bidang lainnya yang mendukung perkembangan ekonomi keluarga ditengah pengembangan pariwisata di Samosir.

Seminar ditutup dengan mmbangun niat untuk mengembangakn pertanian dan peternakan organik sebagai keikutsertaan dalam pembangunan pariwisata Samosir dan pengembangan ekonimi umat. Selamat Hari Pangan Sedunia, Petani berdaulat, ketahanan pangan terjamin. (Fr. Rafael Hendra Sirait)

Jansudin Saragih

"Carpe diem" | Youtube : 2share4life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *