Perayaan Hari Toleransi Internasional ke 28: Kebersamaan Dalam Keberagaman

Loading

Komsoskam.com | Medan | Hari Toleransi Internasional merupakan momen untuk melakukan refleksi dan membangun kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Hari Toleransi Internasional diperingati pada 16 November setiap tahunnya.

Kali ini, perayaan Hari Internasional yang ke 28 dirayakan pada 18 November 2023, bertempat di Gedung Chatolic Center Medan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Komisi Hubungan antar Agama dan Keyakinan bersama Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Medan.

Perayaan yang mengangkat tema kebersamaan dalam keberagaman ini dihadiri sejumlah tokoh agama diantaranya Katolik, Islam, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, Parmalim dan Sing  yang hidup rukun di kota Medan.

Acara kerukunan beragama ini  mendapat dukungan dan sambutan positif dari Pemerintahan Kota Medan sebagaimana disampaikan oleh dr. Surya Panjaitan M.Kes.Sp.PD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, dalam hal ini mewakili Wali kota Medan, M. Bobby Afif Nasution SE, MM.

Dalam seminar yang dirangkai dengan sejumlah hiburan menarik ini, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Qorib, MA menyampaikan sejumlah pandangan Agama Islam terkait kerukunan hidup beragama. Ia memaparkan sejumlah referensi yang menyebutkan bahwa Islam cinta kedamaian. Cinta kerukunan sebagaimana ditunjukkan dalam teladan tokoh Islam terdahulu.

“Muhamadiah memiliki banyak kampus yang tersebar di seluruh Indonesia. Di NTT, paling banyak mahasiswa atau pelajarnya dari agama Kristen. Dimanapun kampus Muhamadiah selalu terbuka dalam ilmu dan kemasyarakatannya.”

Prof. Muhamad Qorib menambahkan bahwa segenap warga Muhamadiah terutama pemimpinnya memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menguatkan nilai-nilai keberagaman, dalam mewujudkan kerukunan dan hidup damai.

Baca juga  STP St. Bonaventura KAM & Ditjen Bimas Katolik Gelar FGD Bahas Literasi Interreligius sebagai Wadah Toleransi Umat Beragama di Karo

Usai seminar, para tokoh agama turut memberikan tanggapan dan pandangan dari persfektif agama dan kepercayaannya masing-masing.  Dari pertemuan ini seluruh tokoh agama sepakat untuk menjaga dan memelihara toleransi beragama dengan menyepakati deklarasi bersama yang berisi poin penting berikut ini.

  1. Menyepakati kegiatan hari  toleransi internasional dirayakan setiap tahun secara bergiliran antar agama dan aliran kepercayaan.
  2. Meminta pemerintah kota medan untuk membentuk kampung/ kelurahan toleransi
  3. Meminta pemerintah untuk menegakkan hukum bagi siapa pun yang memecah belah relasi lintas sukum agama dan ras.
  4. Mengadakan gotong royong kerukunan.
  5. Meminta FKUB untuk semakin giat mewujudkan kerukunan.

Deklarasi ini diharapkan berjalan dengan baik, dan menjadi gerbang untuk saling terbuka, saling membantu, dan mengeratkan tali persaudaraan.

Menutup acara tersebut, RD Benno Ola Tage, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya perayaan Hari Toleransi Internasional tahun 2023 ini.

“Berbeda-beda tetapi tetap satu, dimana ada sahabat-sahabat di sana ada kekayaan. Inilah kekayaan kota Medan, dimana semua umat beragama menciptakan persahabatan” katanya dan disambut  tepuk meriah seluruh hadirin. Proficiat dan salam toleransi. (Ita Sinaga)

Anda bisa juga menyimak materi seminar dan acara tersebut dengan mengunjungi Youtube dan fanpages@komsoskam. Jangan lupa like, comment dan share yaaa..

Facebook Comments

Leave a Reply