Paus Leo XIV Serukan Diplomasi Damai kepada Para Duta Besar Baru Vatikan

Paus Leo XIV menerima duta besar untuk Vatican dari Sierra Leone, Bangladesh, Yemen, Rwanda, Namibia,Mauritius, Chad dan Sri Langka.

Oleh Debora Castellano Lubov

VATICAN CITY, KOMPAS.comPope Leo XIV menyerukan pentingnya diplomasi yang mengedepankan dialog dan perdamaian dunia saat menerima surat kepercayaan dari sejumlah duta besar non-residen untuk Tahta Suci Vatikan, Kamis (22/5/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Vatikan tersebut, Paus menerima para duta besar dari Sierra Leone, Bangladesh, Yemen, Rwanda, Namibia, Mauritius, Chad, dan Sri Langka yang baru diakreditasi untuk Vatikan.

Dalam pidatonya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa tidak ada negara, masyarakat, maupun tatanan internasional yang dapat disebut adil dan manusiawi apabila keberhasilannya hanya diukur dari kekuasaan dan kemakmuran, sementara kelompok miskin dan rentan diabaikan.

“Kasih Kristus kepada mereka yang paling kecil dan terlupakan mendorong kita untuk menolak segala bentuk egoisme yang membuat kaum miskin dan rentan menjadi tidak terlihat,” ujar Paus.

Paus juga menyoroti pentingnya dialog dalam hubungan internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Ia menilai dunia membutuhkan diplomasi yang mampu membangun konsensus dan memperkuat kerja sama antarnegara.

Menurut dia, perdamaian tidak seharusnya dicapai melalui kekuatan senjata atau dominasi politik, melainkan lewat keterbukaan, saling menghormati, dan rasa tanggung jawab bersama.

“Dunia saat ini membutuhkan kembalinya diplomasi yang mendorong dialog dan mencari kesepakatan, baik di tingkat bilateral, regional, maupun multilateral,” kata Paus Leo XIV.

Ia menambahkan bahwa dialog yang sehat harus disertai perubahan hati dan kesediaan untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya peran organisasi internasional dalam menyelesaikan konflik dan memperkuat kerja sama global. Menurutnya, lembaga-lembaga internasional harus menjadi lebih representatif dan efektif dalam menjaga persatuan umat manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Paus menyampaikan apresiasi kepada para duta besar yang dinilainya menjadi “jembatan penting” bagi terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara negara masing-masing dengan Tahta Suci Vatikan.

Menutup pidatonya, Paus berharap para diplomat dapat menjalankan misi mereka dengan memperkuat dialog, memperdalam saling pengertian, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia yang sangat dibutuhkan saat ini.(VATICAN NEWS, Kamis 21 Mei 2026).

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com