
Paus Leo XIV menerima kunjungan Pimpinan Gereja Apostolik Armenia Tahta Sisilia, Senin 18 Mei 2026
Oleh Debora Castellano Lubov
VATIKAN, KOMPAS.com — Pope Leo XIV menerima kunjungan resmi pertama Aram I, pemimpin Gereja Apostolik Armenia Takhta Sisilia, di Vatikan pada Senin (18/5/2026).
Pertemuan pribadi tersebut dilanjutkan dengan doa bersama di Kapel Urban VIII, Istana Apostolik Vatikan. Dalam kesempatan itu, Paus Leo XIV menyampaikan doa dan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Lebanon serta gereja-gereja di kawasan Timur Tengah.
“Saya menjamin doa harian saya dan perhatian mendalam saya bagi rakyat Lebanon dan gereja-gereja di Timur Tengah,” ujar Paus Leo XIV.
Aram I merupakan pemimpin Gereja Apostolik Armenia untuk wilayah Lebanon, Suriah, Siprus, Kuwait, Uni Emirat Arab, kawasan Teluk, Iran, Yunani, hingga benua Amerika. Sejak 1930, pusat Catholicosate of the Great House of Cilicia berada di Antelias, Lebanon.
Dalam pidatonya, Paus Leo XIV menekankan pentingnya persatuan iman di antara umat Kristiani serta perlunya kerja sama antargereja untuk menghadapi tantangan global dan regional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Aram I atas upayanya mempererat hubungan dengan Gereja Katolik, termasuk keterlibatannya dalam dialog teologis antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Oriental yang berlangsung sejak 2003 melalui Komisi Internasional Bersama untuk Dialog Teologis.
Paus berharap dialog tersebut terus berlanjut meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tidak akan ada pemulihan persekutuan penuh antara gereja-gereja kita tanpa persatuan dalam iman,” kata Paus.
Dalam pertemuan tersebut, Paus Leo XIV turut mengenang kunjungannya ke Lebanon pada Desember tahun lalu. Ia menyebut Lebanon sebagai negara yang selama bertahun-tahun menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat dari beragam budaya dan agama dapat hidup berdampingan dalam satu bangsa.
Namun, menurut Paus, Lebanon saat ini kembali menghadapi ancaman terhadap persatuan dan integritas nasionalnya.

Karena itu, ia menilai gereja-gereja di Lebanon dan Timur Tengah perlu memperkuat hubungan persaudaraan, tidak hanya antarumat Kristiani, tetapi juga dengan komunitas agama lain di kawasan tersebut.
Menjelang Hari Raya Pentakosta, Paus Leo XIV dan Aram I juga berdoa bersama untuk persatuan, perdamaian yang berkelanjutan, serta harapan bagi dunia.
Selama berada di Roma, Aram I dijadwalkan mengunjungi Dikasteri untuk Promosi Persatuan Umat Kristiani dan sejumlah lembaga Kuria Roma lainnya. Pada Selasa, ia juga akan memberikan kuliah umum di Pontifical Oriental Institute mengenai tantangan yang dihadapi gereja-gereja di Timur Tengah.(VATICAN NEWS, 18 Mei 2026)
Bagikan ini:
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr