Biarawati Brasil Tewas Saat Menyelamatkan Rekannya di Pantai Italia

Sr.Nadir Santos da Silva, anggota kongregasi Suster Karmelit utusan Roh Kudus berfoto sambil memegang patung Sr.Theresia dari Yesus pada tahun 2021 (Foto:OSV/Carmelite Messanger of the Holy Spirit)

Oleh Eduardo Campos Lima, OSV NEWS

CATANIA, ITALIA — Seorang biarawati asal Brasil meninggal dunia setelah berusaha menyelamatkan rekannya yang terseret ombak di lepas pantai Sisilia, Italia. Korban diketahui bernama Sister Nadir Santos da Silva, 45 tahun.

Peristiwa tragis itu terjadi pada 11 Mei di dekat Kota Catania, Sisilia. Saat itu, Sister Nadir berusaha menolong seorang biarawati lain yang tidak bisa berenang setelah keduanya terjatuh ke laut akibat cekungan pasir mendadak di dasar pantai.

Menurut rekan sekomunitasnya, Sister Erica Souza, Sister Nadir sempat mencoba menarik rekannya kembali ke tepian. Namun, tenaganya habis di tengah upaya penyelamatan tersebut.

“Dia mengejar saudari lainnya yang tidak bisa berenang dan mencoba membawanya kembali. Tetapi, dia kehilangan tenaga saat melakukannya,” ujar Sister Erica kepada OSV News.

Tim penyelamat sempat melakukan resusitasi setelah Sister Nadir ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun nyawanya tidak tertolong. Salah satu biarawati yang terlibat dalam insiden itu masih menjalani perawatan di rumah sakit di Sisilia.

Laporan kepolisian Italia menyebutkan, para biarawati sebenarnya hanya berjalan di area perairan dangkal dekat pantai ketika tiba-tiba pijakan pasir runtuh dan menyeret mereka ke bagian laut yang lebih dalam.

Kabar wafatnya Sister Nadir mengejutkan komunitas Katolik di Sisilia, tempat ia telah melayani selama bertahun-tahun.

Uskup Agung Catania, Luigi Renna, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Sister Nadir.

“Kepergian Sister Nadir sangat menyedihkan bagi kami. Gereja Catania bersama komunitas Carmelite Messengers of the Holy Spirit, keluarga, dan semua orang yang mencintainya, turut berduka,” ujar Renna.

Ia menilai tindakan Sister Nadir mencerminkan kehidupan yang dijalani dengan penuh pengabdian dan pelayanan kepada sesama.

Sister Nadir lahir pada 1980 di Jussiape, Negara Bagian Bahia, Brasil. Ia merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara dan berasal dari keluarga miskin. Pada usia lima tahun, ia dikirim untuk tinggal bersama bibinya di São Paulo.

Masa mudanya diwarnai pergolakan batin. Menurut Sister Erica, Sister Nadir pernah menggambarkan dirinya sebagai sosok “punk” dan “anarkis” ketika berusia antara 12 hingga 15 tahun.

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube kongregasinya pada 2023, Sister Nadir mengaku sempat menjauh dari Tuhan dan mempertanyakan keberadaan-Nya akibat trauma keluarga serta kehampaan hidup yang ia rasakan.

Namun, menjelang usia 16 tahun, saat ia mengaku hampir mengakhiri hidupnya, ia mendengar suara yang mendorongnya masuk ke sebuah gereja. Pengalaman itu mengubah hidupnya dan membawanya kembali pada iman Katolik.

Pada 1999, setelah mengikuti pengalaman religius bersama gerakan Pembaruan Karismatik Katolik, ia bergabung dengan kongregasi Carmelite Sisters Messengers of the Holy Spirit.

Kongregasi tersebut didirikan pada 1984 di Nova Almeida, Negara Bagian Espírito Santo, Brasil, dengan misi “berkontemplasi untuk mewartakan Injil”. Saat ini, kongregasi itu memiliki 181 biarawati dan berkarya di Brasil, Prancis, Italia, serta Spanyol.

Pada 2004, Sister Nadir diutus ke Italia dan menghabiskan sekitar 15 tahun di negara tersebut, termasuk 10 tahun di Sisilia. Ia dikenal aktif membantu keluarga-keluarga di wilayah misi kongregasinya.

Tahun 2019, ia kembali ke Brasil dan banyak terlibat dalam pembinaan para novis. Rekan-rekannya menyebut Sister Nadir sebagai pribadi ceria, cerdas, dan berdedikasi dalam membangun iman para suster muda.

Pada 2024, ia kembali ditugaskan ke Eropa dan tinggal di Prancis selama setahun. Di sana, ia aktif mengunjungi orang sakit, membawakan komuni bagi lansia, serta membantu masyarakat miskin.

Karena kecintaannya terhadap pelayanan di Sisilia, pihak keluarga menyetujui agar Sister Nadir dimakamkan di Italia.

Misa pemakamannya digelar pada 14 Mei di komunitas Katolik di San Giovanni la Punta, wilayah metropolitan Catania. Sementara itu, misa arwah juga diadakan di berbagai kota di Brasil sebagai bentuk penghormatan terakhir.(UCA NEWS, 16 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com