
Sebagian peserta dalam fokus group diskusi selama pertemuan tentang keluarga yang diselenggarakan oleh “the office for Laity and Family/komisi awam dan keluarga dari Konfirensi Uskup Asia (FABC) di Bangkok pada 11-15 Mei 2026 (foto: supplied)
Oleh Reporter UCA NEWS
BANGKOK, KOMPAS.com — Gereja-gereja di Asia didorong untuk memprioritaskan misi pendampingan keluarga Kristen guna membantu mereka menghadapi berbagai tantangan sosial dan pastoral melalui rencana aksi jangka panjang. Langkah itu dinilai penting untuk mewujudkan Gereja yang lebih partisipatif dan sinodal.
Seruan tersebut mengemuka dalam pertemuan tingkat Asia bertema “The Mission and Future Roadmap of the Christian Family in Asia Today” yang berlangsung di Camillian Pastoral Center, Bangkok, Thailand. Pertemuan itu dihadiri 52 peserta dari 11 negara, terdiri atas dua kardinal, sembilan uskup, 16 imam, empat biarawati, dan umat awam.
Para pembicara menilai Gereja di Asia tidak dapat mewujudkan semangat sinodalitas tanpa terlebih dahulu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelayanan keluarga di masing-masing negara dan konferensi waligereja.
Seminar tersebut membahas misi dan tanggung jawab keluarga Kristen di tengah masyarakat Asia modern serta kehidupan Gereja, sejalan dengan Amoris Laetitia (Sukacita Kasih), dokumen apostolik Paus Fransiskus tentang pendampingan pastoral keluarga yang diterbitkan pada 2016.
Ketua Office of Laity and Family (OLF) Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC), Uskup Bangladesh Emmanuel Kanon Rozario, mengatakan fokus utama pertemuan itu adalah mengangkat martabat dan kepemimpinan perempuan di dalam Gereja dan masyarakat.
Menurut Rozario, kaum muda tidak boleh dipandang hanya sebagai masa depan Gereja, melainkan sebagai bagian penting dari kehidupan Gereja saat ini.
“Karena itu, Gereja harus hadir mendampingi mereka dalam menghadapi kompleksitas kehidupan,” ujar Rozario dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga sebagai “rumah hidup bagi Sabda Allah” serta mencari arah masa depan Gereja melalui budaya mendengarkan dan pendalaman rohani dengan metode Conversation in the Spirit.
Rozario menambahkan bahwa pemberdayaan keluarga, termasuk kaum awam, perempuan, dan orang muda, merupakan salah satu prioritas Gereja Asia sebagaimana tertuang dalam “Dokumen Bangkok”, hasil sidang umum FABC di Bangkok pada Oktober 2022.
Dalam kesempatan itu, teolog ternama Asia asal Sri Lanka, Pastor Vimal Tirimanna, membahas dokumen Amoris Laetitia Paus Fransiskus dan Familiaris Consortio (Persekutuan Keluarga) dari Paus Yohanes Paulus II yang diterbitkan pada 1981.
Tirimanna menyoroti pentingnya perhatian terhadap keluarga beda agama. Menurut dia, dalam masyarakat Asia yang multireligius, keluarga lintas iman perlu dipandang sebagai “jembatan hidup harmoni sosial dan keagamaan” sebagaimana semangat yang terkandung dalam Amoris Laetitia.
Sementara itu, Wakil Presiden FABC, Kardinal Pablo Virgilio David dari Filipina, mengatakan masa depan evangelisasi di Asia sangat bergantung pada pemahaman Kitab Suci dan pendampingan pastoral keluarga yang kuat.
“Masa depan evangelisasi di Asia lebih bergantung pada kebiasaan membaca Sabda Tuhan dan doa dalam keluarga daripada program-program institusional yang besar,” katanya.
David juga memaparkan tiga tahap perjalanan sinodal Gereja. Tahap pertama adalah ketika umat menyampaikan pandangan dan keyakinan iman mereka secara spontan. Tahap kedua ialah proses refleksi dan penegasan oleh para pemimpin Gereja dalam terang Roh Kudus.
Menurut dia, tahap ketiga merupakan yang paling penting sekaligus paling menantang, yakni mengubah hasil refleksi menjadi perubahan nyata dalam gaya hidup dan pelayanan pastoral Gereja.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga mengikuti diskusi kelompok dan menyusun laporan sintesis sebagai dasar penyusunan peta jalan aksi pastoral keluarga di masa depan, sejalan dengan semangat Dokumen Bangkok.(UCA NEWS, 18 Mei 2026)
Bagikan ini:
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr