MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA

970 total views, 2 views today

Oleh P. Markus Manurung, OFMCap | Direktur Caritas PSE Keuskupan Agung Medan

1. PENGANTAR

Salah satu dari panca tugas gereja adalah diakonia. Pelayanan (Diakonia) berarti ikut serta dalam melaksanakan tugas menyejahterakan khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Melalui bidang karya ini, umat beriman menyadari akan tanggungjawab pribadi mereka akan KESEJAHTERAAN baik bagi diri sendiri maupun untuk sesamanya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kerjasama dalam kasih, keterbukaan yang penuh empati, partisipasi dan keiklasan hati bekerja dan berbagi satu sama lain. Semua umat terpanggil menjadikan keluarganya sejahtera. Semua umat kristiani dipanggil untuk membangun tata dunia serta mengajak seluruh umat untuk berusaha menggapai kesejahteraan. Maka, Gereja Katolik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tugas menyejahterakan hidupnya dan umat lain.

Gereja Keuskupan Agung Medan (KAM) adalah juga bagian dari perutusan ini. Gereja KAM yang lama bercirikan MENJEMAAT, dengan segala dinamika pastoralnya tetap berusaha untuk mensejahterakan umatnya. Setelah sekian lama Gereja Keuskupan Agung Medan berjiarah akhirnya berani merumuskan visinya yang baru yakni MENJADI OASE ILAHI DI TENGAH DUNIA. Gereja KAM hadir untuk membawa harapan, sukacita dan keselamatan di tengah masyarakat yang penuh dengan kekhawatiran, kecemasan dan kehausan umat manusia. Gereja KAM semakin melihat betapa pentingnya menghadirkan dirinya di tengah masyarakat, dan bukan membiarkan dirinya berada pada zona aman, tetapi ikut serta membangun kesejahteraan bersama umat. Gereja KAM ingin membangun dan menghadirkan kesejahteraan hidup.

2. APA ITU KELUARGA SEJAHTERA?

SEJAHTERA bukanlah sebatas pada mapan secara ekonomi atau hidup berkecukupan, tetapi juga menyangkut relasi yang baik dengan Allahnya dan sesamanya. Keluarga katolik KAM diharapkan bukan hanya sejahtera di dalam hal ekonomi tetapi juga dalam hal relasi dengan Allah dan sesama. Kesejahteraan yang dimimpikan oleh gereja KAM bagi umatnya adalah kesejahteraan HOLISTIK atau menyeluruh baik papan, pangan, sandang, relasi dengan Allah, relasi dengan sesama, mengalami kerukunan, kedamaian dan sanggup menerima segala perbedaan.

Ada empat aspek kebutuhan dasar manusia yang merupakan landasan untuk hidup sejahtera yakni aspek Jasmani, Psikologi, Spiritual dan Sosial. Sejahtera dari aspek jasmani berarti mempunyai keterjaminan pangan, sandang dan papan. Sejahtera dari aspek psikologi berarti aku dicintai semua orang dan mencintai semua orang. Sejahtera dari aspek sosial aku mempunyai kesempatan untuk memperhatikan dan diperhatikan sesama. Sejahtera dari aspek spiritual adalah aku mempunyai relasi yang baik dengan Allah. Jika keempat aspek ini bisa dipenuhi dengan seimbang, maka hidup sejahtera yang holistik akan terwujud.

Maka, SEJAHTERA adalah “Hidup berkelimpahan” menyangkut relasi BAIK antara manusia dengan Allahnya. Allah memberikan RAHMAT DAN BERKAT bagi manusia, manusia beriman, manusia menanggapi, manusia memanfaatkan berkat itu dengan sebaik-baiknya baik dalam tanggungjawab maupun dalam pekerjaan. Allah mencipta manusia. Allah mencipta langit dan bumi dengan segala isinya. Allah menciptakan segala sesuatu dari KETIADAAN menjadi ADA, dengan BAIK. Allah memberikan SAHABAT bagi manusia menjadi PARTNER. Allah memberikan AKAL BUDI kepada manusia. Allah memberikan MANDAT, WEWENANG, atas ciptaan lain. Semuanya itu dilakukan oleh Allah demi KESEJAHTERAAN manusia.

3. INDIKATOR KEBERHASILAN

Fokus Pastoral KAM tahun 2020 adalah KELUARGA SEJAHTERA dengan tujuan meningkatkan mutu hidup seluruh umat Katolik KAM baik jasmani maupun rohani. Gereja KAM merumuskan indikator keberhasilan dalam mewujudkan keluarga sejahtera antara lain: 1). 100% Keluarga Katolik Memiliki ETOS KERJA Kristiani Yang Kuat. 2). 100% Keluarga Katolik Mampu Memenuhi KEBUTUHAN DASAR. 3). 100% Keluarga Katolik Mampu MENGELOLA KEUANGAN. 4). 100% Keluarga Katolik Tertib Dalam ADMINISTRASI Gereja Dan Sipil. 5). 100% Keluarga Katolik HIDUP RUKUN dengan Pemeluk Agama Lain.

Salah satu keprihatinan sinode terhadap keluarga katolik adalah lemahnya etos kerja yang mengakibatkan munculnya masalah ekonomi dalam keluarga. Banyak keluarga yang bersikap minimalis dan kurang bersemangat dalam bekerja, hidup santai. Keluarga perlu memahami etos kerja yang dijiwai oleh nilai-nilai iman (Kristiani) dan melakukan pekerjaannya dengan etos yang kuat. Kerja adalah juga panggilan untuk berpartisipasi dalam karya kasih untuk keselamatan manusia, maka maksud dan tujuan pekerjaan bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga kepedulian dan sikap solider kepada orang-orang yang membutuhkan. Maka Keluarga Katolik KAM perlu memiliki etos kerja kristiani yang kuat.

Sebagai orang kristiani kita terpanggil dan berkewajiban untuk mampu hidup secara mandiri dimana setiap umat katolik mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara wajar dan pantas. Mandiri sebagai orang kristiani juga terindikasi dari kemampuan untuk mengembangkan dan mengaktualisasi dirinya secara positif sehingga memiliki kapasitas untuk menyumbangkan segala kemampuan dan sumber dayanya dalam seluruh aspek hidupnya. Kebutuhan dasar manusia ini adalah hal-hal atau unsur-unsur utama dan prinsipil yang dibutuhkan manusia untuk menjaga keseimbangan dan harmonisasi hidup baik di tingkat fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Dengan demikian keluarga Katolik harus mampu memenuhi kebutuhan dasar.

Umat Katolik diharapkan sanggup mengelola keuangan dengan baik. Pengelolaan keuangan bukan hanya sebatas bagaimana memanfaatkan uang yang ada, tetapi juga bagaimana mendapatkan uang secara halal dan baik. Dalam hal inilah dibutuhkan transparansi, akuntabilitas dan kredibilitas. Pengelolaan keuangan yang sehat adalah memperhatikan kebutuhan masa depan. Maka, menabung adalah salah satu hal yang amat penting, misalnya di CU. Semakin banyak dimasuki oleh keluarga lembaga yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, semakin terbuka dan terlibat dalam peningkatan kesejahteraan bersama (bonum commune) dan hidup bersosial (solidaritas). Dalam hal inilah juga amat diperlukan kemampuan umat memamfaatkan aset-aset yang ada, disiplin, tekun, konsisten, gigih, serta memanage waktu dengan baik. Itulah tandanya keluarga Katolik mampu mengelola keuangan dengan baik.

Seluruh umat Katolik harus masuk dalam administrasi yang tertib baik gereja maupun sipil. Maka perlu memikirkan cara-cara agar tertib sehingga sampai kepada impian itu. Dengan tertibnya administrasi baik gereja maupun sipil umat sangat punya peluang masuk pada kesejahteraan hidup. Umat mempunyai kelengkapan semua surat-surat baik di internal gereja maupun di dalam status kependudukan, itulah tandanya keluarga Katolik tertib dalam administrasi gereja dan sipil.

Sumber kesejahteraan adalah pengalaman relasi yang baik dengan sesama. Umat Katolik KAM diharapkan akrab dengan siapapun juga termasuk beda gereja dan beda agama. Hidup rukun menjadi kunci hidup sejahtera. Maka, keluarga Katolik hidup harus hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Peristiwa penanda-tanganan Dokumen Abu Dhabi oleh Paus Fransiskus dan Syeikh Ahmad al-Tayeb juga merupakan sebuah keyakinan bagi kita untuk berkomitmen dalam menjalankan isi dokumen tersebut. Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap juga sangat menekankan agar semangat Dokumen Abu Dhabi ini dikenal oleh umat keuskupannya.

4. PROGRAM CARITAS PSE KAM UNTUK MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA

Berangkat dari keadaan umat se KAM dan juga didorong oleh Indikator Keberhasilan Fokus Pastoral tahun 2020 KELUARGA SEJAHTERA, Yayasan Caritas PSE telah mencoba merancang berbagai program. Tentu saja program yang kami persiapkan ini sifatnya animatif dan membantu paroki-paroki. Satu hal yang amat tegas kami katakan adalah peranan Yayasan Caritas PSE jelas untuk membantu para pastor paroki dan seksi PSE paroki dalam melaksanakan kegiatan di paroki-paroki. Maka, kegiatan-kegiatan yang konkrit untuk menyejahterakan umatnya adalah paroki, sementara Yayasan Caritas PSE atau Komisi PSE mempersiapkan bahan animasi-animasi dalam kegiatan di paroki-paroki, agar para pastor paroki dan seksi paroki dipermudah atau terbantu untuk melaksanakan hal-hal yang amat konkrit untuk menyejahterakan umatnya. Maka, dalam hal ini kunci kesejahteraan umat adalah lebih di tangan para pastor paroki dan seksi PSE Paroki apakah bidang ekonomi, sosial, spritual maupun psikologisnya.

Kami dari Yayasan Caritas PSE telah menyelesaikan 15 buku atau bahan animasi bagi paroki dan siap dikonkritkan di paroki-paroki. Dalam hal ini kami juga bersedia membantu paroki untuk melaksanakan kegiatan tersebut apabila paroki membutuhkannya. Tetapi dalam hal KESINAMBUNGAN seluruh kegiatan itu agar sungguh MENDARAT bagi seluruh umat dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat, paroki harus sungguh mengkawalnya dengan lebih serius untuk lebih terjaminnya keberlanjutannya.

Kami percaya bahwa komisi-komisi lain telah berjuang juga mempersiapkan bahan animasi bidang sosial, spiritual dan psikologis menuju keluarga sejahtara. Kami dari Yayasan Caritas PSE lebih mempersiapkan animasi-animasi bidang ekonomi keluarga. Program-program yang kami siapkan dari Yayasan Caritas PSE adalah sebagai berikut: 

1.Mempersiapkan bahan Seminar, Sarasehan, Sermon, PENTINGNYA PENATAAN EKONOMI KELUARGA KATOLIK SECARA SEHAT DAN KREATIF

2. Mempersiapkan bahan Pembukuan Keuangan Keluarga yang sehat.

3. Mempersiapkan Seminar, Sarasehan, Animasi- Animasi PENANGANAN LKM/CU BERDASAR PRINSIP-PRINSIP AJARAN SOSIAL GEREJA

4.Mempersiapkan bahan Pentingnya Pembentukan Kelompok Tani Yang Berkelanjutan Dalam Pengakuan Pemerintah, Serta Hal-Hal Yang Dibutuhkan

5. Mempersiapkan bahan Memakai Waktu Secara (3-E) Efesien, Efektif Dan Ekonomis demi Kesejahteraan hidup

6. Mempersiapkan bahan seminar, sarasehan Mengelola Lahan Sempit Secara Visioner, Profetis, Dan Profitis Serta Berdampak Pada Penambahan Pendapatan

7. Mempersiapkan bahan seminar Pentingnya Keluarga Katolik Masuk BPJS Kesehatan

8.Mempersiapkan bahan Cara-cara Memulai usaha Bisnis Online sebagai pendapatan tambahan

9. Mempersiapkan bahan BUKU PEGANGAN, ANIMASI BAGI SEKSI PSE PAROKI

10. Mempersiapkan bahan Pemahaman Pemanfaatan Dana APP Baik KWI, Keuskupan Maupun Paroki

11. Mempersiapkan bahan seminar Membangun Usaha/Ekonomi Kreatif Dengan Memakai Modal CU

12. Mempersiapkan bahan APP, HPS DAN HARI EKOLOGIS yang berkaitan dengan keluarga sejahtera

13.Mempersiapkan buku Langkah-langkah penanganan KEBENCANAAN

14. Mempersiapkan buku Langkah-langkah penanganan HUMAN TRAFICKKING (Perdagangan Anak)

15. Mempersiapkan buku Langkah-langkah penanganan NARKOTIKA

5. PENUTUP

Hidup sejahtera menyangkut ekonomi, sosial, psikologis dan spiritual. Semua bentuk hidup sejahtera itu bisa dicapai dengan segala usaha dan tentu saja dengan perubahan mental. Dalam konteks Keuskupan para komisi punya peranan menjadi penganimasi dan membantu para pastor paroki dan seksi-seksi yang ada di paroki.

Dalam mencapai keluarga sejahtera Keuksupan Agung Medan telah berusaha merumuskan apa itu sejahtera dan apa indikator keberhasilan. Dalam perwujudan kesejahteraan ini ada di tangan implementer yang adalah para pastor yang di paroki dan dibantu oleh seksi-seksinya. Besar harapan, umat kita semakin mengalami kesejahteraan melalui pendampingan

Facebook Comments
Baca juga  Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Jansudin Saragih

REDAKTUR ||"Carpe diem" || Youtube : 2share4life

Leave a Reply