Guru Agama Katolik Semakin Kompeten dan Berkarakter Unggul

 855 total views,  2 views today

Komsoskam.com — Guru Pendidikan Agama Katolik Tingkat SD, dari sekolah sekolah umum di Kabupaten Dairi mengikuti pembinaan yang diadakan oleh Pembimas Katolik Kementerian Agama Wilayah Kabupaten Dairi.

Kegiatan ini berlangsung di Rosin Cafe & Resto Sidikalang,  Kabupaten Dairi 24/6/22 yang diikuti sekitar 30 orang guru agama Katolik.

Dalam kesempatan ini, Dr. Dionisius Sihombing menjadi narasumber yang memberikan penyegaran serta semangat menjadi Guru Agama Katolik.

Dalam paparannya Dion berkata bahwa menjadi Guru tidaklah sesuatu yang mudah, apalagi sebagai Guru Pendidikan agama Katolik.

Tetapi walau tidak mudah setiap Guru pasti mampu melakukan tugasnya apabila mengandalkan karya Roh Kudus dalam dirinya.

“Dengan bantuan roh kudus setiap guru bisa merasakan dan mengimani, bahwa tugas pendidikan agama katolik merupakan misi dan tugas yang istimewa” katanya.

Menurutnya tugas mengajar dan mendidik yang tergolong berat dapat dilaksanakan secara lebih baik apabila Roh Kudus turut berkarya melalui diri para  Guru.

Dion yang juga Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut itu melanjutkan bahwa  untuk menjadi Guru penggerak,  setiap guru harus memiliki nilai lebih dalam dirinya.

Termasuk memiliki karakter yang unggul diantara yang lainnya. Demikian juga hendaknya setiap guru memiliki kompetensi yang mampu untuk melakukan inovasi dan kreatif dalam pembelajaran.

Dengan kemampuan tersebut, setiap peserta didik akan berhasil menjadi pribadi (lulusan) yang cerdas, berkarakter dan berdampak bagi kehidupan dan sekitarnya.

Baca juga  Pembimas Katolik Kemenag Sumut Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Tak mungkin peserta didik hebat lahir dari Guru yang tidak hebat.   Bila Guru ‘sehat’, sekolah akan jadi ‘sehat” tegas Dion. Guru berperan sangat besar dan berarti bagi kualitas lulusannya.

Itulah alasannya kenapa setiap guru wajib melakukan perubahan, menjadi guru-guru penggerak yang adaptif dengan tuntuan zaman.

Lanjut Dion, gerakan perubahan yang digiatkan pemerintah harus didukung, demikian juga gerakan Gereja harus disambut.

Guru harus terlihat di depan sebagai penggerak bagi perubahan yang diharapkan, bukan tampil sebagai penonton apalagi jadi penghambat perubahan.

Guru Pendidikan agama Katolik harus Sinodal bagi Hirarkhi Gereja, sehingga sukacita dan persaudaraan insani bertumbuh subur dan berbuah baik.

Atas semua itu Dion mengajak agar Guru terus belajar menguatkan kompetensinya sembari unggul memberikan teladan.

Menanggapi paparan Dion, Kepala Seksi urusan Bimas Katolik Kementerian Agama Wilayah Kabupaten Dairi, Antoni Petrus Silalahi, SE menyampaikan rasa syukur dan sukacita.

“Saya senang dan bangga bisa menyapa dan menyemangati para  pendidik di kota kelahiranku itu, dan saya berterima kasih kepada panitia melalui bapak Dr. Dion yang sungguh memotivasi dan menguatkan spirit panggilan para Guru peserta kegiatan dan sekaligus mendorong Guru menanggapi perubahan yang diharapkan di sekolah.”

Rasa sukacita yang sama juga disampaikan oleh panitia pelaksana Santus Barasa. “Semoga para guru Pendidikan Agama Katolik semakin semangat  dan maju  dengan kemauan berubah dan menguatkan panggilan keguruan, lebih khusus sebagai Guru Agama Katolik. 

Baca juga  Kepala Pembimas Katolik Sumut, Wanton Naibaho: "Mungkin Ini lah kehendak Tuhan"

 

DS/JS

Facebook Comments

Leave a Reply