TATA IBADAT PERAYAAN EKOLOGIS KAM 29 AGUSTUS 2020

 4,753 total views,  2 views today

Tata Ibadat Perayaan Ekologis

 

MENJADI KELUARGA YANG SEJAHTERA DAN BERKUALITAS
LEWAT PERTOBATAN EKOLOGIS

PROSES PERTEMUAN

Lagu pembukaan: Allah Maha Kuasa MB 482 ayat 1-2
Allah Mahakuasa Pencipta alam semesta
Bapa yang mahamurah penyelenggara hidup kami
Terimalah pujian sembah syukur umat-Mu
Seluruh jagat raya dan segala makhluk hidup
Bersma isi surga bersujud di hadirat-Mu
Puji keagungan-Mu dan luhurkan nama-Mu

Tanda Salib
P + U : Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Kata Pengantar

P : Hari ini kita memperingati hari ekologis tahun kedelapan Keuskupan Agung Medan. Hari ekologis ini dikhususkan oleh gereja KAM sebagai kesinambungan rapat sidang KWI perihal ekopastoral pada tahun 2012. Dalam hari Ekologis ini, bapa uskup menghimbau agar seluruh umat Katolik KAM baik melalui paroki, komunitas dan sekolah-sekolah ikut merayakan hari ekologis pada hari Sabtu terakhir bulan Agustus setiap tahun. Dan hari ekologis ini juga merupakan hari bersih bagi seluruh umat KAM. Tahun 2020 ini, dalam kesempatan merayakan hari ekologis ini kita ingin merefleksikan surat Paus Fransiskus yang tertulis dalam Laudato Si Bab I, bagian IV yakni perihal KUALITAS HIDUP. Pada jaman sekarang ini telah terjadi penurunan kualitas hidup manusia dan kemerosotan sosial. Dan semuanya itu disebabkan oleh kerusakan lingkungan hidup.

Pernyataan Tobat
P: Sebelum kita memulai ibadat ekologis ini, mari kita merendahkan hati di hadapan Tuhan, dan sekaligus mohon ampun daripadaNya.

P + U : Saya mengaku, kepada Allah yang Maha Kuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian,saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah Bapa Yang Kuasa, mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Amin

Doa pembukaan

Allah Yang Mahamurah, kami berkumpul hari ini dengan seluruh umatmu yang memperingati hari Ekologis tahun VIII Keuskupan Agung Medan. Kami percaya bahwa Engkau telah memberikan martabat khusus bagi kami umatmu. Namun kami sering merusak diri kami sendiri melalui tindakan kami yang kurang bertanggungjawab terhadap alam ciptaanMu. Ajarilah kami mencintai dan menghargai alam ciptaan-Mu, sehingga kami sendiri sanggup menghargai martabat diri kami sendiri secar bijaksana.
Hadirlah dalam ibadat ekologis ini, semoga ibadat ini menghantar kami kepada sebuah kesadaran baru, bahwa Engkau senantiasa memberikan kekhususan martabat bagi kami manusia. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan meraja dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala abad.
Amen.

Bacaan Refleksif: Laudato Si, 47 (Ensiklik dari Bapa Paus Fransiskus)

Selain itu, pengaruh media masa dan dunia digital yang hadir di mana-mana, dapat menghalangi orang untuk belajar hidup dengan kebijaksanaan, untuk berpikir secara mendalam, untuk mencintai dengan murah hati. Bagi tokoh-tokoh amat bijak dari masa mampau, dalam konteks ini, ada bahaya bahwa kebijaksanaan mereka tenggelam di tengah kebisingan dan keramaian informasi. Diperlukan upaya untuk membantu media komunikasi ini menjadi sarana pengembangan budaya baru bagi umat manusia dan bukan penyebab pemerosotan harta kita yang terdalam.

Kebijaksanaan sejati, sebagai buah refleksi, dialog, dan pertemuan antara orang-orang yang bermurah hati, tidak tercapai hanya oleh akumulasi data yang akhirnya membuat jenuh dan bingung, semacam polusi mental. Hubungan nyata dengan orang lain, dengan segala tantangannya, sekarang cenderung diganti dengan jenis komunikasi internet yang memungkinkan kita untuk memilih atau memutuskan hubungan semaunya. Dengan demikian lahir jenis baru perasaan artifisial, yang lebih berkaitan dengan perangkat dan penampilan di layar daripada dengan manusia dan alam.

Media saat ini memungkinkan kita untuk berkomunikasi dan berbagi pengetahuan dan perasaan; namun, kadang-kadang juga menghalangi kita untuk berhubungan secara langsung dengan kesusahan, kecemasan, sukacita orang lain dan dengan kompleksitas pengalaman pribadinya. Itulah sebabnya kita seharusnya tidak terkejut bahwa bersama-sama dengan tawaran luar biasa media ini, berkembang ketidakpuasan mendalam dan muram dalam hubungan antarpribadi, atau perasaan terisolasi yang berbahaya.

Pertanyaan Refleksif

1) Apa pengaruh media masa dan dunia digital menurut Paus Fransiskus dalam ensikliknya Laudato SI no 47 ini? (Jawaban: Menghalangai orang untuk belajar hidup dengan bijaksana, menghalangi orang berpikir secara mendalam, menghalangi orang mencintai dengan murah hati, menghalangi manusia untuk berhubungan secara langsung dengan kesusahan dan kecemasan)
2) Bagaimana pengalaman kita di sekolah, di lingkungan, di komunitas, dan dalam keluarga kita sekaitan dengan media masa dan dunia digital pada jaman sekarang ini?
3) Solusi-solusi apa yang bisa kita upayakan untuk mengatasinya?

Bacaan Kitab Suci: Mat 7:24-27

7:24 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

P : Demikianlah Sabda Tuhan
U : Syukur kepada Allah

Refleksi / Renungan

MENJADI KELUARGA YANG SEJAHTERA DAN BERKUALITAS

Injil yang baru saja kita dengar tadi berbicara perihal DASAR KEHIDUPAN. Dasar kehidupan hidup keluarga Kristen adalah MELAKSANAKAN FIRMAN TUHAN, DAN MELAKSANAKAN KEHENDAK ALLAH.
Tugas kita sebagai pengikut Yesus adalah melaksanakan Firman Tuhan, dan menuruti Kehendak Bapa-Nya. Tuhan telah memberikan semua ciptaan-Nya untuk dikuasai manusia. Tuhan telah menitipkan semua ciptaan-Nya demi kesejahteraan kita. Tuhan mengharapkan agar manusia/kita dapat mengelolah alam ciptaan-Nya dengan bijaksana. Itulah yang menjadi DASAR ATAU FUNDASI HIDUP. Jika hal itu dapat dilaksanakan manusia, dia akan sejahtera. Kita akan menjadi manusia yang bermartabat dan berkualitas di hadapan Allah.

Namun, manusia cenderung tidak melaksanakan-Nya. Manusia tidak mengindahkan apa yang dipercayakan Allah kepadanya. Manusia tidak mau mensejahterakan dirinya lewat kehendak Allah, tetapi melalui kehendaknya sendiri. Manusia tidak perduli akan alam ciptaan Allah, tetapi tunduk dan melekat pada ciptaan manusia sendiri, termasuk dalam hal media massa dan digital. Manusia tidak mau berkomunikasi dengan baik terhadap alam. Manusia kurang mau bersahabat Allah lewat ciptaan Allah sendiri.
Manusia sering menebangi pohon, akibatnya mata air yang menjadi sumber kesejahteraan menjadi kering.
Para petani memaksakan kehendaknya untuk mencapai kuantitas produksi, tetapi menghancurkan kualitas produksi hingga melahirkan banyak penyakit.
Manusia tidak perduli akan lingkungan, dan akhirnya lingkungan melahirkan masalah bagi manusia sendiri, dan tidak membawa kesejahteraan baginya.

Mendirikan rumah di atas batu adalah lambang orang yang bijaksana, yang bisa memahami arti kehidupan. Mendirikan rumah di atas batu adalah simbol orang yang mau mendengarkan Sabda Allah. Mendirikan rumah di atas batu adalah gambaran orang yang mau melaksanakan kehendak Allah, namun manusia sekarang cenderung membangun hidupnya di atas pasir. Manusia tidak mencari fundasi hidupnya yang kokoh, tetapi cenderung memilih yang rapuh dan gampang roboh.

Yesus sendiri membandingkan hidup orang Kristen seperti bangunan sendiri. Sebagaimana rumah harus mempunyai fundasi yang kokoh, demikian umat Kristen harus mempunyai fundasi yang kokoh, yakni mau melaksanakan Sabda Allah. Sebuah kesatuan atau kelompok (keluarga, sekolah, lingkungan, komunitas) harus membangun fundasi hidup secara bijaksana, yakni iman, bukan kenikmatan dan kehendak pribadi.

Hari ini kita memperingat hari ekologis KAM yang kedelapan. Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa manusia di tengah-tengah alam telah mengalami penurunan kualitas. Manusia sudah semakin tidak bijaksana lagi hidup di tengah perkembangan jaman. Alam yang indah, segala ciptaan yang harmoni tidak dipakai manusia untuk mensejahterakan dirinya lagi. Manusia tidak lagi memakai media komuniksi dan digital secara bijaksana. Dasar hidup manusia sudah berada pada kenikmatan, kerakusan, kebebasan, dan kemauan sendiri. Manusia sudah kehilangan arah dasar, atau dasar hidup.

Telah terjadi polusi mental yang berimbas pada kesatuan dalam keluarga dan kesatuan dalam masyarakat. Tentu saja saja polusi mental itu berdampak pada kesatuan dalam komunitas, sekolah, lingkungan dan kelompok-kelompok masyarakat, dan termasuk dalam keluarga sendiri. Mari kita memohon kepada Allah, agar kita diarahkan masuk pada pertobatan ekologis. Moga-moga kita semua semakin kembali menghargai apa yang dihadiahkan Allah kepada kita menjadi sumber kesejahteraan hidup kita. Kita mohon kebijaksanaan dari Allah agar kita semakin sanggup melaksanakan Sabda dan Kehendak-Nya. Amen

Doa umat + Bapa Kami
(Pemandu menunjuk 3-4 orang peserta untuk membuat doa umat)
Bagi para Pemimpin Negara kami.
Bapa yang kekal dan kuasa, berkatilah dan lindungilah serta pimpinlah para pemimpin Negara kami, agar mereka semakin terdorong untuk mencintai bumi ini dengan memperhatikan kebijakan-kebijakan yang benar dalam kehidupan kami. Semoga Engkau memampukan mereka memperhatikan masyarakat umum terutama dalam menjaga dan menghargai seluruh alam ciptaanMu.
Kami mohon…
Bagi gereja
Ya Bapa yang maha pengasih berkatilah Gereja-Mu yang sedang mengembara di dunia ini. Kuatkanlah gerejamu dalam mengemban misi dalam melestarikan alam ciptaanMu, dengan demikian seluruh ciptaanMu semakin terlestari dan bersih. Dan jadikanlah gerejaMu semakin perduli akan pentingnya pemeliharaan alam ciptaanMu sebagai sumber kesejaheraan kami. Kami mohon…
Bagi kita disini
Ya Bapa, bimbinglah agar kami semakin bijaksana dan sanggup melaksanakan firmanmu, terutama menanamkan sikap cinta atas seluruh alam ciptaanMu. Curahkanlah Roh Kudus-Mu untuk menyadarkan kami akan nilai-nilai dan manfaat akan seluruh alam ciptaanMu ini. Kami mohon…

P: Marilah kita hening sejenak kita sampaikan doa-doa permohonan kita masing-masing. Kita satukan segala doa dan permohonan kita dengan berdoa, Doa Bapa Kami…

Doa Penutup

Allah yang Maha Pengasih, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau memberikan kesempatan bagi kami untuk melihat alam ciptaanMu yang indah ini. Semoga permenungan kami ini sungguh membuahkan pertobatan yang baru bagi kami. Tanamkanlah kesadaran baru akan alam ciptaanMu dalam diri kami semua. Semoga kami menjadi hamba-hambaMu yang bijaksana akan kebaikanMu, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan bertakhta dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala abad. Amin.

Lagu Penutup

Puji Syukur No : 672 “Hai Makhluk Semua”
Hai makhluk semua pujilah Tuhan kita. Alleluya, alleluya, alleluya. Pujilah keagungan-Nya. Alleluya alleluya alleluya alleluya. Alleluya bergaung di seluruh dunia, soraklah alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.

Nyanyilah bersama dengan iringan suling. Alleluya alleluya alleluya. Pujilah kekuatan-Nya, Alleluya alleluya alleluya alleluya. Alleluya bergaung na merdu suaranya, soraklah alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.

SELAMAT PESTA HARI EKOLOGIS

TATA IBADAT BATAK TOBA UNDUH atau TATA IBADAT BAHASA KARO KLIK DI SINI

Facebook Comments
Baca juga  MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA

Jansudin Saragih

REDAKTUR ||"Carpe diem" || Youtube : 2share4life

Leave a Reply