Pembinaan Punguan Ina Katolik Paroki St. Pius X Aek Kanopan

199 total views, 2 views today

Aek Kanopan – Komsoskam.com, Kegiatan pertemuan pembinaan Punguan Ina  KatoliK (PIK) Separoki Santo Pius X Aek Kanopan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (29-30 Juni) di  Aek Kanopan. Acara ini terdiri dari Seminar, beberapa Lomba dan Perayaan Ekaristi meriah di gereja serta Lucky draw. Pertemuan diikuti 1000 orang ibu dari 10 lIngkungan dan 54 stasi se-paroki Santo Pius X Aek Kanopan.

Kegiatan diawali dengan ibadat pembukaan oleh Pastor Moriz Aritonang OFM Cap pada pukul 10 WIB.  Sesudah Ibadat pembukaan,  dilaksanakan Seminar bertema Pengelolaan Ekonomi Keluarga dengan narasumber Pastor Markus Manurung OFM Cap dari  PSE Keuskupan Agung Medan.

Pastor Markus mengatakan, keadaan ekonomi keluarga sangat mempengaruhi kehidupan meng-Gereja dan memasyarakat. Keterlibatan di Gereja dan kedudukan di masyarakat banyak ditentukan oleh keadaan ekonomi keluaga. Karena itu, sangat perlu penataan, pengaturan ekonomi keluarga dengan baik sehingga tidak lebih besar pengeluaran daripada penghasilan. Dalam hal ini penataan bukan hanya menyangkut pengeluaran tetapi juga penghasilan.

“Masalahnya, sering keluarga hanya menata pengeluarannya tetapi kurang memperhatikan bagaimana cara meningkatkan penghasilan secara halal. Penataan harus melibatkan seluruh anggota keluarga, megembangkan kemampuan-bakat dalam diri setiap keluarga secara kreatif misalnya memanfaatkan lahan dengan usaha sayur-mayur, budi-daya ikan dan ternak,” Kata pastor ketua PSE.

Dia melanjutkan, untuk meningkatkan ekonomi keluarga perlu saling terbuka dan tidak “martangan pudi” (memberi secara sembunyi-sembunyi kepada pihak keluarganya), tidak membeli sesuatu karena keinginan tetapi karena kebutuhan” serta harus berani “bermimpi” lima, sepuluh tahun ke depan.  Misalnya keluarga sudah memiliki rumah, ladang, kenderaaan pada lima sampai supuluh tahun ke depan.  Sebagai bentuk penataan ekonomi keluarga, Pastor yang jago main seruling ini mengajak para ibu untuk menjadi anggota Badan Pengaman Jaringan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Kita wajib memiliki kartu BPJS karena akan sangat membantu dalam pembiayaan bila kita mengalami sakit. Lepas dari segala kelemahan pelayanan BPJS, tetapi fakta bahwa BPJS membayar semua biaya pengobatan di rumah sakit yang kita keluarkan kalau menjadi anggota BPJS, sehingga sangat membantu,” tandas pastor yang juga pernah menjadi pastor paroki sebelum melayani di Komisi PSE KAM ini.

Seminar berlangsung hingga makan siang. Sesudahnya dilombakan Merangkai Bunga. Lomba bertujuan meningkatkan kemampuan para ibu merangkai bunga di gerejanya masing-masing. Dalam kegiatan ini setiap lingkungan/stasi mengutus tiga orang wakil untuk mengikuti lomba. Waktu yang diberikan panitia untuk merangkai bunga Limabelas menit. Para ibu sangat antusias dalam berlomba. Usai merangkai bunga, kegiatan selanjutnya Senam Sehat. Peserta empat sampai sepuluh orang orang setiap stasi/lingkungan. Senam sehat mengajak para ibu berolah-raga supaya sehat. Lomba senam dengan kostumnya yang berwarna-warni berlangsung dengan sangat meriah.

Lomba Tarian persembahan dan Fragmen merupakan kegiatan berikutnya.  Tarian Persembahan untuk stasi/ lingkungan dalam kategori A, yakni stasi/lingkungan yang jumlah umatnya besar. Setiap lingkungan/stasi dari kategori ini   menyiapkan tarian persembahan bergenre budaya Dayak. Pada lomba ini para ibu sebagian besar mengenakan pakaian adat Dayak sesuai dengan lagu persembahannya. Lomba ini sekaligus menjadi tontonan menarik karena para ibu tampil dengan kostum dan make up yang cantik menawan. Lomba ini dimaksudkan menyiapkan para ibu membawa tari persembahan mana kala ada perayaan-perayaan besar di gereja. Usai tarian persembahan, lomba berikutnya adalah fragmen bertemakan   teks perikop Kitab Suci dan lawak. Peserta lomba adalah stasi dalam kategori B dan C, yakni stasi yang jumlah umatnya sedang dan kecil. Tujuannya adalah menghayati pesan kutipan perikop Kitab Suci. Lomba Fragmen dan lawak  sangat menghibur  karena dibawakan oleh para ibu dengan lakon yang kocak.

Puncak Pembinaan PIK adalah Perayaan Ekaristi di gereja pada hari Minggu yang dipersembahkan oleh Pastor Paroki Santo Pius X, RP. Stefanus Sitohang, OFM Cap.  Mengacu pada Injil hari itu. dalam kotbahnya Pastor     mengajak para ibu untuk mengikuti Yesus secara total. “Mengikuti Yesus tidak boleh setengah-setengah. Dia harus menjadi yang pertama dan utama dalam hidup kita,” kata mantan Vikep Santo Marteus Rasul Aek Kanopan ini.. Memang di tengah tantangan zaman yang serba instan ini, mengikuti Yesus, tidaklah gampang. Dibutuhkan ketangguhan iman, jangan gampang mundur. Mengapa? Sebab kita mendapat keuntungan. Apa untungnya  mengikuti Yesus?  “Masuk surga, mengalami kehidupan kekal”, tegas pastor Stef, begitu dia akrab dipanggil. Karena itu Pastor mengajak para ibu tetap aktif di Gereja dalam Punguan Ina Katolik (PIK) kendati mengalami suka-duka, sebab kehadiran para ibu sangat menetukan kehidupan meng-Gereja seterusnya. “Kalau Punguan Ina Katolik tidak gampang mundur, berarti Punguan yang sudah terberkati,”kata pastor di ujung kotbahnya.

Setelah perayaan ekaristi meriah dilangsungkan lomba koor. Lomba dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori A untuk stasi/lingungan yang jumlah umatnya besar, kategori B untuk stasi jumlah umatnya sedang dan kategori C untuk stasi kecil. Pembinaan Punguan Ina ini ditutup dengan Lucky Draw dan pengumuman para juara lomba yang menggembirakan para ibu. Sayonara dan sampai jumpa lagi dua tahun yang akan datang.

 

(Dameanus S, S.Ag)

Pastor Paroki Santo Pius X Aek Kanopan RP. Stefanus Sitohang, OFM Cap didampingi nara sumber RP Markus Manurung OFM Cap

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *