Covid-19 Menguji Adrenalin Kemanusiaan Setiap Insan (OKPM bantu umat paroki Balige)

1,386 total views, 1 views today

Komsoskam.com – Balige – Beberapa bulan terakhir ini, dunia dihebohkan oleh munculnya virus yang dikenal dengan covid-19. Munculnya covid-19 serta merta mengubah pergerakan dunia. Covid-19 berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, dan politik dunia. Tidak ada satu orang pun yang akan berani berkata bahwa covid-19 tidak ada apa-apanya. Dalam situasi ini, banyak orang berusaha untuk mengobati, menangani, dan mencegah penularan virus ini. Sebagai bentuk solidaritas, banyak lembaga sosial, lembaga karitas, dan keluarga-keluarga turut membantu dengan menyumbangkan sedikit dari hasil usahanya kepada orang-orang yang terdampak covid-19. Di samping itu, sebagai bagian integral dari masyarakat, Ordo Kapusin Provinsi Medan (OKPM) ikut ambil bagian dalam menghadapai pandemi ini dengan mengungkapkan solidaritasnya bersama  masyarakat. 

Rabu, 15 Juli 2020, Ordo Kapusin Provinsi Medan (OKPM) melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan berupa seragam sekolah kepada umat yang terdampak covid-19 di Paroki St. Yosef, Balige. Pastor Monaldus Banjarnahor, OFMCap., sebagai pastor paroki St. Yosef Balige menjadi perwakilan Ordo Kapusin Provinsi Medan (OKPM) dalam aksi tersebut. Tema aksi ini ialah memberi dari kekurangan. Tidak semua umat mendapat bantuan ini. Sasaran utama ialah umat yang mempunyai anak yang akan memulai tahun ajaran baru yakni anak SD Kelas I, SMP kelas VII dan SMA/SMK kelas X. 

Bantuan Seragam Sekolah

Situasi umat yang ada di Paroki Balige sebagian besar mengalami kemerosotan secara finansial. Kegiatan umat pada umumnya adalah bertani, yakni dengan bercocok tanam palawija dan padi serta pedagang. Mereka mengeluh akibat proses jual beli barang menurun. Selain itu, ada juga umat yang bertenun kain berupa ulos. Banyak di antara partonun (red: sebutan bagi pengrajin tenun) mengeluh karena ulos mereka tidak laku dijual. Hal itu disebabkan oleh himbauan dari pemerintah untuk tidak melangsungkan acara pesta adat selama masa pandemi demi memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Paroki Balige terdiri dari 4 rayon, yakni rayon Balige, rayon Laguboti, rayon Silaen dan rayon Porsea. Aksi ini dilakukan dengan pendataan keluarga per stasi. Dari 4 rayon dan 29 stasi, terdapat 109 anak SD-SMA/SMK yang akan mendapat bantuan berupa seragam sekolah dan masker. Pembagian bantuan dilaksanakan dengan mengumpulkan ketua-ketua dewan stasi di setiap rayon dan umat stasi yang menjadi tuan rumah diwajibkan hadir. Pembagian bantuan dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2020. Pembagian bantuan ini dimulai dari rayon Silaen pada pukul 10.00 WIB, rayon Porsea pada pukul 13.00 WIB, rayon Balige dan Laguboti pada pukul 16.00 WIB yang dilaksanakan secara bersamaan di aula paroki. 

Memberi dari Kekurangan

Acara tersebut dilakukan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, cuci tangan dan social distancing. Kegiatan ini diawali dengan lagu pembuka, doa pembuka, dan penyampaian maksud dan tujuan serta harapan dalam aksi tersebut.  Dalam kata sambutan, P. Monaldus Banjarnahor, OFMCap. menyatakan, “Sumbangan ini hanyaah sedikit, kami dari Ordo Kapusin Provinsi Medan memberi dari kekurangan kami. Kami turut ambil bagian dalam situasi umat kita yang krisis ekonomi”. Kepada para ketua dewan stasi yang menjadi perwakilan umat dalam menerima sumbangan ini, Pastor Monaldus menegaskan bahwa sumbangan harus diserahkan secara utuh kepada setiap umat yang membutuhkannya.   

Situasi sekarang menjadi ajang perwujudan cinta akan sesama melalui aksi-aksi solidaritas. Memang semua manusia mengalami masa pandemi ini. Namun, tidak semua kondisi manusia sama baiknya baik itu dari segi kesehatan maupun ekonomi. Marilah kita melihat orang-orang yang tergantung kepada hasil panen dan karya tangan seperti martonun. Dalam situasi ini, mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Harga panen anjlok dan pendistribusian ulos menjadi terhambat bahkan terhenti. Bantuan meski kecil sangat berguna bagi yang membutuhkannya.

Dari kekurangan, marilah kita saling berbagi. Kita semua berharap bahwa aksi-aksi bertemakan solidaritas tidak dijadikan sebagai pencitraan melainkan secara murni dan tulus sebagai bentuk solidaritas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan pandemi covid-19, kita diundang untuk menguji adrenalin kemanusiaan kita dengan berani solider kepada sesama.  (Fr. Evander Purba, OFMCap)

Facebook Comments
Baca juga  Ketahui Masker Untuk Masyarakat Semasa COVID-19

Jansudin Saragih

REDAKTUR ||"Carpe diem" || Youtube : 2share4life

Leave a Reply