BACAAN INJIL, SELASA, 1 SEPTEMBER  2020

733 total views, 2 views today

Lukas 4: 31-37

Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum,  sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan  dan ia berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?  Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau:  Yang Kudus dari Allah. ”  Tetapi Yesus menghardiknya,kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub,lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawadan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.” Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 MAKNA KUTIPAN:

Suatu ketika terjadi pertengkaran dua orang gadis. Tidak tahu masalahnya apa tetapi mereka saling memaki satu dengan yang lain. Yang satu mengatakan kau setan, yang satu lagi membalas kalau saya setan engkau induk setan. Dengan kata lain mereka berdua mengatakan bahwa mereka adalah setan. Menurut pandangan Kristen, setan adalah musuh Tuhan dan orang-orang  yang percaya. Setan diyakini aktif untuk melawan Tuhan, menggagalkan rencana=rencanaNya yang baik, menimbulkan penderitaan bagi hidup manusia, serta menggoda orang percaya untuk jatuh ke dalam dosa dan memberontak kepada Tuhan.

Baca juga  BACAAN INJIL, RABU, 26 AGUSTUS 2020

Demikian dalam bacaan Injil yang kita dengar dikisahkan tentang orang –orang Kapernaum yang takjub, heran akan apa yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus dengan penuh kuasa. Seorang yang kerasukan setan  berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?  Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau:  Yang Kudus dari Allah. ” Tentunya setan yang bersembunyi di dalam diri orang tadi tak tahan mendengar  pewartaan Yesus dan tidak kuat menantang kuasa Yesus. Maka terjadi pembicaraan antara setan dan Yesus. Setan itu meneriakkan nada umpatan, apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret!”. Apakah engkau datang untuk membinasakan kami ?. Ia merasa terganggu dan mulai merasa terancam atas kehadiran Yesus. “?” Akhirnya ia mulai  menggertak bahwa ia kenal siapa Dia, yakni “Yang Kudus dari Allah.” Luar biasa pengenalan setan ini terhadap Yesus.. Barangkali kata-kata ini ingin membuat supaya Yesus sedikit  groggi”. Sepertinya ada hal-hal yang disembunyikan yang diketahuinya tentang Yesus. Tetapi ada wilayah suci yang tak memungkinkan setan itu bergerak. Dan wilayah itu ada pada “Yesus”. Jadi setan itu merasa terancam dan gentar di hadapan Yesus yang sedemikian dekat dengan Allah yang Mahasuci. Penyembuhan itu memperkuat kesan tentang kekuasaan yang hebat yang telah ditimbulkan oleh pengajaran Yesus. Penyakit juga takluk kepada kuasaNya. Dan Yesus ingin melalui apa yang dilakukanNya orang belajar mengenal  siapa Dia.

Baca juga  BACAAN INJIL, RABU, 9 SEPTEMBER 2020

Dijaman ini  setan masih berjuang menyamai dirinya dengan Allah, dan kita sering dijadikan sarana olehnya untuk melawan Allah. Mengapa kita bisa menjadi alat setan melawan Allah? Tentunya karena kita sering lalai menjalankan kehendak Tuhan. Kita lebih memilih melakukan  kehendak kita, daripada melakukan kehendakNya dalam hidup kita dengan hidup lebih baik, berbuat kasih bagi sesama, tekun berdoa, tekun mengikuti kegiatan rohani dan tidak memberi kesempatan pada setan untuk berkuasa atas diri kita. Banyak cara setan itu menguasai kita. Tetapi banyak juga cara yang dapat kita lakukan untuk melawan kuasa setan itu. Kita bisa melawan kuasa itu dengan berserah pada Tuhan, tekun berdoa, rajin membaca, merenungkan, dan mengaplikasikan sabda Tuhan dalam hidup, sehingga setan tidak dapat menguasai hidup kita. Amin.

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply