Bacaan injil, Rabu, 30 september 2020

315 total views, 1 views today

Pw. S. hieronimus imam dan pujangga gereja

Lukas 9:57-62

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka,  berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku! ” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah  di mana-mana.” Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku. ”  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Makna kutipan:

Sebelum saya melanjutkan permenungan ini, saya akan menyanyikan lagu yang berjudul “ Mengikut Yesus keputusanku”. Waktu saya sekolah Minggu, lagu ini adalah salah satu favorit walau ketika itu kami anak-anak sekolah Minggu pasti belum mengerti makna kata-kata dari lagu ini.

Mengikut Yesus Keputusanku.

Mengikut Yesus keputusanku ) 3x ….Ku tak ingkar ) 2x

Tetap ku ikut walau sendiri ) 3xKu tak ingkar ) 2x

Salib di depan, dunia di b’lakang ) 3x…. Ku tak ingkat ) 2x

Ku ikut sampai ku lihat Yesus ) 3x… Ku tak ingkar ) 2x.

Lirik lagu “Mengikut Yesus Keputusanku” diambil dari kata-kata yang diucapkan seorang lelaki yang berasal dari Assam, suatu desa di Timur Laut India. Setelah menerima Kristus, kepala suku Assam memaksanya untuk meninggalkan imannya. Namun, ia berkata, “Mengikut Yesus keputusanku.” Sekalipun diancam bahwa kepalanya akan dipenggal, ia tak gentar. Ketika melihat istrinya dibunuh, keputusannya pun tidak berubah. Katanya, “Tetap kuikut walau sendiri.” Sampai ia sendiri dibunuh. Sungguh luar biasa! Keputusan iman lelaki ini membawa kepala suku dan penduduk desa tersebut bertobat dan mengikut Yesus!

Baca juga  Renungan Injil, Minggu 4 Oktober 2020 || Hari Minggu Biasa XXVII || KEBUN ANGGUR BARU

Dalam bacaan Injil dijelaskan bahwa banyak orang mau mengikut Yesus sebelum mereka mengetahui apa yang akan terjadi nantinya. Maka dalam suatu kesempatan ketika berjalan dengan murid-murid-Nya, Yesus menjelaskan 3 komitmen yang harus ada dalam diri seseorang yang memutuskan  untuk mengikuti Dia.  Ketiga komitmen ini harus diwujudkan dalam kehidupan sebagai pengikut Yesus.

Pertama, Mengikut Yesus bukan mencari keuntungan berupa kekayaan, kedudukan dan popularitas. Mengikut Yesus berarti bersedia menerima semua konsekuensi dari keputusan dengan tetap teguh meskipun kenyataan tidak selalu sesuai dengan yang  di harapkan. Inilah makna perkataan Yesus, “Sebab Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Kedua, Mengikuti Yesus berarti tidak menomorduakan Yesus. Mengikut Yesus berarti bersedia melepaskan diri dari segala keterikatan kita kepada harta, kemewahan, kesenangan diri, kedudukan, harga diri, keluarga, yang  membuat kita sering  menomorduakan Tuhan tetapi  menempatkan serta memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan.  Ungkapan Yesus yang mengatakan “Biarlah “orang mati” menguburkan “orang mati”, mengingatkan  kita agar kepentingan Kerajaan Surga menjadi  prioritas utama hidup kita.  Ketiga, Mengikut Yesus berarti tidak membagi hati. Mengikut Yesus berarti bersedia memberi, waktu, tenaga, pikiran, seluruh hidup bagi Tuhan. Mengikut Yesus harus dijalani dengan keputusan yang tegas dan tanpa keraguan. Yesus memberikan peringatan yang keras dan tegas bagi kita untuk tidak kembali lagi dan tidak menoleh lagi ke belakang. Jangan setengah hati namun sepenuh hati.

Baca juga  KEPADA KAISAR DAN KEPADA ALLAH || Hari Minggu Biasa XXIX

Maka 3 komitmen yang disampaikan oleh Yesus menjadi refleksi sekaligus menantang kita dalam memutuskan untuk memilih mengikuti Yesus.

Dengan  memutuskan untuk mengikuti Yesus kita diajak untuk tidak membiarkan apapun yang  menggoyahkan komitmen kita untuk mengikuti Dia. Mengikut Yesus” bukan hanya sekedar pernyataan yang diungkapkan tetapi mengandung komitmen penting dari dalam diri dan yang harus diwujudkan. Mari kita berkata dengan keyakinan : Mengikut Yesus keputusanku, walau sendiri kuikut Yesus, dengan memberikan hati kita sepenuhnya untuk mengikuti Dia.

Salam kami

Komisi kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Medan

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply