Ribuan umat Katolik akan Merayakan Samana Santa di Larantuka Pada Tahun 2026

 

 

Umat sedang antre memasuki Kapel patung Bayi Yesus pada Perayaan Samana Santa (photo supplied)

Oleh UCA NEWS Reporter

Sebanyak 30.000 umat Katolik diperkirakan akan mengikuti perayaan Pekan Suci paling terkenal di Indonesia, yakni Semana Santa, yang digelar di Kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur.

Perayaan keagamaan tahunan ini menjadi daya tarik utama bagi para peziarah karena menghadirkan kesempatan langka untuk melihat sekaligus mencium tiga patung suci berusia ratusan tahun, yaitu Bunda Maria Berdukacita, Kanak-kanak Yesus, dan Yesus.

Hingga saat ini, lebih dari 2.200 orang telah mendaftar secara daring untuk mengikuti rangkaian acara tersebut. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah dan bisa mencapai dua kali lipat menjelang puncak perayaan pada Jumat Agung.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyatakan bahwa dengan kedatangan umat dari berbagai daerah sekitar, jumlah peziarah diperkirakan mencapai sekitar 30.000 orang.

Tradisi Semana Santa di Larantuka telah berlangsung sejak abad ke-15, ketika misionaris dan pedagang Portugis tiba di Pulau Flores. Sejak saat itu, tradisi ini terus dilestarikan dan berkembang menjadi salah satu warisan budaya tak benda yang penting di Indonesia.

Rangkaian perayaan dimulai pada Kamis Putih, di mana para peziarah dapat mengunjungi tiga kapel yang menyimpan patung-patung suci tersebut. Puncak acara terjadi pada Jumat Agung, ketika patung Kanak-kanak Yesus diarak menggunakan perahu melintasi Laut Sawu untuk bertemu dengan Bunda Maria di kapelnya. Prosesi ini diikuti ratusan perahu dan peziarah.

Peran Kerajaan Larantuka juga masih terlihat dalam tradisi ini. Raja Larantuka, Don Andreas Martinus, memimpin pembukaan kapel sebagai bagian dari tradisi turun-temurun, di mana raja dianggap sebagai penjaga perayaan.

Sebelum kapel dibuka untuk umum, anggota Konfraternitas—perkumpulan umat awam yang telah ada sejak masa Portugis—melaksanakan ritual penghormatan terhadap patung suci. Setelah itu, umat diperkenankan masuk secara bergiliran.

Salah satu ritual yang paling dinantikan adalah “cium tuan”, yaitu tradisi mencium patung Bunda Maria sebagai bentuk penghormatan dan devosi. Ratusan umat biasanya mengantre untuk mengikuti ritual ini.

Setiap tahunnya, Semana Santa tidak hanya menarik umat dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.

Peningkatan jumlah pengunjung juga berdampak pada sektor transportasi. Operator feri mencatat lonjakan penumpang dari Kupang menuju Larantuka, sehingga menambah armada untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan.

Sementara itu, aparat kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur telah mengerahkan personel guna memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian perayaan (UCAN NEWS, 02 April 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com