
Paus Leo XIV berpesan kepada uskup yang baru ditahbiskan untuk menjadikan manusia pembawa damai dan persatuan (Foto: Vatican Media)
Oleh Stefanie Stahlhofen
ROMA, KOMPAS.com — Paus Leo XIV menahbiskan empat imam menjadi uskup auksilier Keuskupan Roma dalam sebuah misa khidmat yang berlangsung di Basilika Agung Santo Yohanes Lateran.
Keempat imam tersebut adalah Stefano Sparapani, Alessandro Zenobbi, Andrea Carlevale, dan Marco Valenti. Tiga di antaranya berasal dari Roma, sementara Marco Valenti berasal dari Cantalupo in Sabina.
Dalam homilinya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa penahbisan ini merupakan “perayaan umat.” Ia menyebut para uskup baru sebagai “saudara terkasih” yang akan membantu dirinya, sebagai Uskup Roma, bersama Kardinal Vikaris, untuk menghadirkan sosok Gembala Baik bagi umat.
“Mereka dipanggil untuk menjaga kasih bagi seluruh umat Allah yang tersebar di seluruh dunia,” ujar Paus.
Paus Leo XIV juga menekankan bahwa para uskup harus menjadi pembawa damai dan pemersatu di tengah masyarakat.
“Anda akan menjadi nabi dalam pelayanan jika Anda menjadi pribadi yang membawa damai dan persatuan, yang merajut berbagai perbedaan dengan benang rahmat dan belas kasih,” katanya.
Selain itu, Paus mengingatkan pentingnya menghadirkan harapan bagi semua orang. Ia mengutip ajaran pendahulunya, Paus Fransiskus, tentang perlunya menjangkau kelompok pinggiran, baik secara material maupun eksistensial.
Menurut Paus, Gereja harus memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang merasa ditolak oleh Tuhan.
“Tidak seorang pun, sama sekali tidak, boleh merasa dirinya ditolak oleh Allah. Anda dipanggil untuk mewartakan kabar gembira ini, yang menjadi inti Injil,” tegasnya.
Paus Leo XIV juga mengimbau para uskup baru untuk selalu dekat dan tersedia bagi semua kalangan, termasuk umat awam, biarawan-biarawati, serta para klerus.
“Jangan menunggu untuk dicari, tetapi biarkan diri Anda ditemukan,” ujarnya.
Ia juga meminta agar para pelayan Gereja tidak merasa sendirian dalam menjalankan tugas mereka, serta terus menumbuhkan harapan dalam pelayanan masing-masing.
Di akhir homilinya, Paus berharap agar kaum miskin di Roma, para peziarah, dan pengunjung dari seluruh dunia dapat merasakan wajah Gereja yang penuh kasih dan kepedulian.
“Semoga mereka menemukan perhatian keibuan yang menjadi wajah sejati Gereja,” kata Paus.
Paus juga memohon perlindungan Santa Maria, yang dikenal sebagai Salus Populi Romani, agar senantiasa membimbing perjalanan Gereja.(VATICAN NEWS,02 Mei 2026)
Bagikan ini:
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr