5 Akun Penyebar Konten Provokatif Demo Papua Diidentifikasi Polisi

550 total views, 1 views today

Komsoskam.com- Jakarta– Akun penyebar hoax yang menyebabkan demo Papua sedang didalami oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Mereka sedang mengidentifikasi lima akun yang diduga menyebarkan konten provokatif terkait penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut keterangan polisi, konten negatif tersebut diduga memprovokasi massa sehingga melakukan demonstrasi yang sempat diwarnai kericuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).

“Kurang lebih sampai dengan hari ini sekitar 5 akun,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Ia menerangkan bahwa bahwa akun tersebut berada di platform Youtube, Facebook, dan Instagram. “Sementara dari Direktorat Siber Bareskrim bilang masih profiling satu akun  Youtube dan Facebook.  FB bukan hanya 1, tapi beberapa yang nyoba untuk viralkan narasi-narasi maupun video provokatif. Kemudian ada akun Instagram yang didalami,” jelasnya.

Mereka menilai, konten-konten tersebut berisi berita bohong atau hoaks terkait penangkapan 43 mahasiswa Papua di Surabaya. Disebutkan dalam konten tersebut, bahwa ada mahasiswa yang meninggal.  Dedi menambahkan, konten yang dibangun di media sosial dan tersebar di antara warga Papua, dapat membangun opini bahwa peristiwa penangkapan mahasiswa Papua adalah bentuk diskriminasi.

Setelah tersulut kericuhan, polisi mengatakan bahwa kondisi masyarakat sudah mulai kondusif. Kegiatan masyarakat di Jayapura, Papua, sudah berjalan normal, begitu pula dengan wilayah Manokwari, Papua Barat. Menurut dia, kegiatan masyarakat di wilayah tersebut juga berangsur-angsur normal.

Menanggapi peristiwa ini diharapkan kepada semua pihak untuk menahan diri dan lebih hati-hati dalam mengungkapkan opini dan penyebaran berita-berita yang tidak teruji kebenarannya. ZP

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *