Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/komsoska/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Vatikan Pertanyakan “Perang Pencegahan” terhadap Iran, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian - KOMSOSKAM.com

Vatikan Pertanyakan “Perang Pencegahan” terhadap Iran, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian

 

 

ROMA, 8 Maret 2026 — Vatikan menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya konflik di Timur Tengah dan mempertanyakan konsep “perang pencegahan” terhadap Iran. Dalam situasi yang semakin memanas, Paus Pope Leo XIV memperkuat seruan diplomatik dan moral agar semua pihak menghentikan kekerasan serta membuka jalan bagi dialog damai.

Di sebuah desa kecil di Lebanon selatan, Alma al-Shaab, dekat perbatasan Israel, lonceng gereja menjadi simbol perlawanan yang tak biasa terhadap ancaman perang. Warga setempat berkumpul di halaman gereja paroki mereka dan membunyikan lonceng ketika berita tentang meluasnya serangan militer di Timur Tengah mulai menyebar. Tindakan tersebut bukan dimaksudkan sebagai provokasi. Meski ada perintah evakuasi dan ancaman pemboman, banyak keluarga menyatakan mereka tetap akan tinggal di rumah mereka.

Tekad warga Alma al-Shaab mencerminkan drama kemanusiaan yang lebih luas sejak akhir Februari, ketika operasi militer gabungan oleh United States dan Israel menargetkan sejumlah lokasi di dalam wilayah Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Israel, pangkalan militer Amerika Serikat, serta infrastruktur di beberapa negara Teluk. Serangan balasan ini menyebabkan konflik dengan cepat meluas ke negara-negara di sekitarnya.

Korban jiwa terus bertambah. Menurut sumber Iran, sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran, termasuk warga sipil, pejabat pemerintah, dan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Salah satu serangan terhadap sebuah sekolah dasar perempuan di kota pelabuhan Minab dilaporkan menewaskan lebih dari 160 warga sipil.

Di luar Iran, kekerasan juga menimbulkan korban: sedikitnya 72 orang tewas di Lebanon, 12 orang di Israel, enam anggota militer Amerika Serikat, serta 11 warga sipil di beberapa negara Arab lainnya.

Di tengah situasi tersebut, Vatikan meningkatkan upaya diplomasi dan seruan moral agar konflik dihentikan. Dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus pada 8 Maret, Paus Leo XIV memperingatkan bahwa konflik ini berisiko meluas lebih jauh. Di hadapan ribuan peziarah pada Minggu Ketiga Masa Prapaskah, ia mengajak umat berdoa “agar deru bom berhenti, senjata terdiam, dan ruang bagi dialog dapat terbuka.”

Paus juga menyampaikan kekhawatiran khusus terhadap Lebanon, yang selama bertahun-tahun telah dilanda kebuntuan politik dan krisis ekonomi. Ia memperingatkan bahwa negara tersebut dapat kembali terseret dalam ketidakstabilan yang lebih dalam.

Dalam doanya, Paus mempercayakan kawasan tersebut kepada Bunda Maria yang dalam tradisi Katolik sering dihormati sebagai Ratu Perdamaian, seraya memohon rekonsiliasi dan harapan bagi mereka yang menderita akibat perang.

Seruan Paus ini juga bertepatan dengan peringatan International Women’s Day. Dalam kesempatan tersebut, ia memperluas pesannya tidak hanya pada isu geopolitik, tetapi juga pada pentingnya kesetaraan dan solidaritas terhadap perempuan di seluruh dunia yang masih mengalami diskriminasi dan kekerasan.

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com